ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Musyawarah Dewan Adat Papua 2025, Lemasko Titipkan Sejumlah Rekomendasi, Marianus: Sesama Anak Adat Harus Saling Menghargai

Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meluruskan. Kami orang Kamoro bukan orang pinggiran, dimana ada sungai mengalir kami ada disitu. Kami sangat tahu dimana batas wilayah adat kami”.

23 November 2025
0
Musyawarah Dewan Adat Papua 2025, Lemasko Titipkan Sejumlah Rekomendasi, Marianus: Sesama Anak Adat Harus Saling Menghargai

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dalam Musyawarah Dewan Adat Papua tahun 2025 yang berlangsung di Sarmi, Provinsi Papua tanggal 19-21 November, Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) menitipkan sejumlah rekomendasi.

Musyawarah ini mengangkat tema “Konsolidasi Kelembagaan dan Advokasi Hak-Hak Dasar Masyarakat Adat Papua Dalam Konteks Sosial Politik Kekinian di Tanah Papua”.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, berbagai isu-isu penting dibahas dalam pertemuan yang dihadiri seluruh tokoh adat Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diantaranya bagaimana memperkuat nilai-nilai adat, termasuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) serta batas-batas wilayah adat.

Baca Juga

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko yang juga sebagai perwakilan tokoh dari Bombarai (Fakfak-Kaimana-Mimika) dalam musyawarah bergensi itu, lebih menyoroti terkait batas-batas wilayah adat Suku Kamoro yang belakangan ini sering diperdebatkan.

“Saya diminta bapak Geri ketua Lemasko untuk hadir mewakili tokoh Bombarai. Banyak hal yang direkomendasikan,” ujar Marianus kepada koranpapua.id, Minggu 23 November 2025.

Pada pertemuan itu, Marianus dengan tegas menyampaikan bahwa setiap lembaga adat, pasti telah memiliki wilayah adat masing-masing.

Namun sangat disayangkan, sejak adanya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), banyak wilayah Kamoro yang akhirnya dicaplok oleh beberapa kabupaten tetangga.

“Seharusnya kita sudah saling tahu batas-batas wilayah adat. Tapi karena ada yang wilayahnya tidak cukup memenuhi persyaratan menjadi kabupaten, jadi mulai caplok sana-sini,” tegas Marianus.

Dikatakan, sebelum pemerintah ada, wilayah adat sudah terbentuk. Namun karena kehadiran PT Freeport Indonesia, termasuk transmigrasi dan perkembangan Papua bekalangan ini, semua pihak mulai mengkalim tapal batas tanpa mempertimbangkan batas wilayah adat.

“Seharusnya mulai Mile-50 sampai Ombak Picah, terus ke barat sampai Kampung Nariki berbatasan dengan Kabupaten Kaimana, itu tanah adat Komoro,” terangnya.

“Karena tahun 1930 sampai tahun 1940-an, masyarakat Kamoro sudah berdagang dan tidak pernah ketemu siapa pun. Dan kami (Suku Kamoro-Red) sangat tahu, mana wilayah milik kami, karena jika kami masuk satu tempat sudah ada bekas orang, kami langsung keluar,” tuturnya.

Meski tidak menjelaskan secara detail terkait isi rekomendasi yang disampaikan dalam Musyawarah Dewan Adat Papua, namun isu-isu yang disampaikan di atas akan dibahas pada  Pleno Musyawarah Dewan Adat tahun 2026 di Manokwari.

Marianus juga mencontohkan isu sengketa wilayah antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai yang sampai saat ini belum kunjung selesai dan sering kali memicu konflik antarwarga di perbatasan.

Menurut Marianus, sengketa ini melibatkan klaim atas wilayah adat yang didorong oleh potensi kepentingan ekonomi.

“Sengketa seperti ini seharusnya tidak perlu ada, kalau masing-masing tahu batas wilayah adat. Di Kapiraya menjadi contoh. Awalnya datang cari kerja di perusahaan kayu, dan akhirnya orang Kamoro ijinkan tingggal, tapi belakangan klaim milik mereka,” sesal Marianus.

Dengan berbagai persoalan sengketa tapal batas wilayah, Marianus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menyelesaikan seluruh persoalan dengan melibatkan dewan adat.

“Tugas kita semua anak adat adalah saling menghargai. Kita berkelahi untuk apa, semua sudah memiliki batas wilayah masing-masing,” pesannya.

“Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meluruskan, Kami orang Kamoro bukan orang pinggiran, dimana ada sungai mengalir kami ada disitu. Kami sangat tahu dimana batas wilayah adat kami,” tandas Marianus.

Marianus juga berpesan kepada seluruh warga Suku Kamoro, untuk tidak menjual tanah kepada siapapun dan dengan alasan apapun, karena tanah adalah Mama yang wajib dipertahankan untuk masa depan anak cucu. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

17 Agustus 2026
HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

17 Agustus 2026
PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

17 Agustus 2026
Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

17 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    913 shares
    Bagikan 365 Tweet 228
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    698 shares
    Bagikan 279 Tweet 175
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    681 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
Next Post
Dikerjakan dengan Skema KPBU, Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena Ditargetkan Rampung November 2026

Dikerjakan dengan Skema KPBU, Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena Ditargetkan Rampung November 2026

Perayaan Persaudaraan, Prajurit TNI dan Warga Sinak Ibadah Minggu Bersama

Perayaan Persaudaraan, Prajurit TNI dan Warga Sinak Ibadah Minggu Bersama

Ibu dan Bayi di Jayapura Meninggal Usai Ditolak Empat RS, Kemenkes Akan Kirim Tim Lakukan Investigasi

Ibu dan Bayi di Jayapura Meninggal Usai Ditolak Empat RS, Kemenkes Akan Kirim Tim Lakukan Investigasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id