ADVERTISEMENT
Senin, Juli 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Musyawarah Dewan Adat Papua 2025, Lemasko Titipkan Sejumlah Rekomendasi, Marianus: Sesama Anak Adat Harus Saling Menghargai

Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meluruskan. Kami orang Kamoro bukan orang pinggiran, dimana ada sungai mengalir kami ada disitu. Kami sangat tahu dimana batas wilayah adat kami”.

23 November 2025
0
Musyawarah Dewan Adat Papua 2025, Lemasko Titipkan Sejumlah Rekomendasi, Marianus: Sesama Anak Adat Harus Saling Menghargai

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dalam Musyawarah Dewan Adat Papua tahun 2025 yang berlangsung di Sarmi, Provinsi Papua tanggal 19-21 November, Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) menitipkan sejumlah rekomendasi.

Musyawarah ini mengangkat tema “Konsolidasi Kelembagaan dan Advokasi Hak-Hak Dasar Masyarakat Adat Papua Dalam Konteks Sosial Politik Kekinian di Tanah Papua”.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, berbagai isu-isu penting dibahas dalam pertemuan yang dihadiri seluruh tokoh adat Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diantaranya bagaimana memperkuat nilai-nilai adat, termasuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) serta batas-batas wilayah adat.

Baca Juga

Ketua DPRK Mimika Desak OPD Percepat Serapan Anggaran, Ingatkan Ancaman SiLPA

Kecelakaan Maut SP 9 Mimika, Polisi Amankan Dua Trailer dan Periksa Pengemudinya

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko yang juga sebagai perwakilan tokoh dari Bombarai (Fakfak-Kaimana-Mimika) dalam musyawarah bergensi itu, lebih menyoroti terkait batas-batas wilayah adat Suku Kamoro yang belakangan ini sering diperdebatkan.

“Saya diminta bapak Geri ketua Lemasko untuk hadir mewakili tokoh Bombarai. Banyak hal yang direkomendasikan,” ujar Marianus kepada koranpapua.id, Minggu 23 November 2025.

Pada pertemuan itu, Marianus dengan tegas menyampaikan bahwa setiap lembaga adat, pasti telah memiliki wilayah adat masing-masing.

Namun sangat disayangkan, sejak adanya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), banyak wilayah Kamoro yang akhirnya dicaplok oleh beberapa kabupaten tetangga.

“Seharusnya kita sudah saling tahu batas-batas wilayah adat. Tapi karena ada yang wilayahnya tidak cukup memenuhi persyaratan menjadi kabupaten, jadi mulai caplok sana-sini,” tegas Marianus.

Dikatakan, sebelum pemerintah ada, wilayah adat sudah terbentuk. Namun karena kehadiran PT Freeport Indonesia, termasuk transmigrasi dan perkembangan Papua bekalangan ini, semua pihak mulai mengkalim tapal batas tanpa mempertimbangkan batas wilayah adat.

“Seharusnya mulai Mile-50 sampai Ombak Picah, terus ke barat sampai Kampung Nariki berbatasan dengan Kabupaten Kaimana, itu tanah adat Komoro,” terangnya.

“Karena tahun 1930 sampai tahun 1940-an, masyarakat Kamoro sudah berdagang dan tidak pernah ketemu siapa pun. Dan kami (Suku Kamoro-Red) sangat tahu, mana wilayah milik kami, karena jika kami masuk satu tempat sudah ada bekas orang, kami langsung keluar,” tuturnya.

Meski tidak menjelaskan secara detail terkait isi rekomendasi yang disampaikan dalam Musyawarah Dewan Adat Papua, namun isu-isu yang disampaikan di atas akan dibahas pada  Pleno Musyawarah Dewan Adat tahun 2026 di Manokwari.

Marianus juga mencontohkan isu sengketa wilayah antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai yang sampai saat ini belum kunjung selesai dan sering kali memicu konflik antarwarga di perbatasan.

Menurut Marianus, sengketa ini melibatkan klaim atas wilayah adat yang didorong oleh potensi kepentingan ekonomi.

“Sengketa seperti ini seharusnya tidak perlu ada, kalau masing-masing tahu batas wilayah adat. Di Kapiraya menjadi contoh. Awalnya datang cari kerja di perusahaan kayu, dan akhirnya orang Kamoro ijinkan tingggal, tapi belakangan klaim milik mereka,” sesal Marianus.

Dengan berbagai persoalan sengketa tapal batas wilayah, Marianus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menyelesaikan seluruh persoalan dengan melibatkan dewan adat.

“Tugas kita semua anak adat adalah saling menghargai. Kita berkelahi untuk apa, semua sudah memiliki batas wilayah masing-masing,” pesannya.

“Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meluruskan, Kami orang Kamoro bukan orang pinggiran, dimana ada sungai mengalir kami ada disitu. Kami sangat tahu dimana batas wilayah adat kami,” tandas Marianus.

Marianus juga berpesan kepada seluruh warga Suku Kamoro, untuk tidak menjual tanah kepada siapapun dan dengan alasan apapun, karena tanah adalah Mama yang wajib dipertahankan untuk masa depan anak cucu. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kecelakaan Maut SP 9 Mimika, Polisi Amankan Dua Trailer dan Periksa Pengemudinya

Ketua DPRK Mimika Desak OPD Percepat Serapan Anggaran, Ingatkan Ancaman SiLPA

27 Juli 2026
Kecelakaan Maut SP 9 Mimika, Polisi Amankan Dua Trailer dan Periksa Pengemudinya

Kecelakaan Maut SP 9 Mimika, Polisi Amankan Dua Trailer dan Periksa Pengemudinya

27 Juli 2026
Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

27 Juli 2026
Serapan Dana Otsus Mimika Baru 24 Persen, Pergantian Pimpinan OPD Jadi Kendala

Serapan Dana Otsus Mimika Baru 24 Persen, Pergantian Pimpinan OPD Jadi Kendala

27 Juli 2026
Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

27 Juli 2026
BPS Mimika Genjot Sensus Ekonomi 2026, Target Pendataan Tuntas Akhir Agustus

BPS Mimika Genjot Sensus Ekonomi 2026, Target Pendataan Tuntas Akhir Agustus

27 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    706 shares
    Bagikan 282 Tweet 177
  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    643 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    641 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Dikerjakan dengan Skema KPBU, Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena Ditargetkan Rampung November 2026

Dikerjakan dengan Skema KPBU, Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena Ditargetkan Rampung November 2026

Perayaan Persaudaraan, Prajurit TNI dan Warga Sinak Ibadah Minggu Bersama

Perayaan Persaudaraan, Prajurit TNI dan Warga Sinak Ibadah Minggu Bersama

Ibu dan Bayi di Jayapura Meninggal Usai Ditolak Empat RS, Kemenkes Akan Kirim Tim Lakukan Investigasi

Ibu dan Bayi di Jayapura Meninggal Usai Ditolak Empat RS, Kemenkes Akan Kirim Tim Lakukan Investigasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id