ADVERTISEMENT
Jumat, Agustus 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Sitti Aminah, Anak Transmigrasi di Papua yang Tembus UGM Setelah Raih Beasiswa Freeport Indonesia

Meski tidak ada kegiatan rutin atau pembinaan dari PT Freeport Indonesia untuk para penerima, Sitti tetap merasa bagian dari komunitas yang mendapatkan kepercayaan besar.

1 Juli 2025
0
Sitti Aminah, Anak Transmigrasi di Papua yang Tembus UGM Setelah Raih Beasiswa Freeport Indonesia

Sitti Aminah Muslimah (21), Mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sitti Aminah Muslimah (21), mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, menjadi salah satu anak kelahiran Papua yang cukup beruntung.

Perempuan keturunan Bugis yang lahir dan besar di Jayapura, Papua itu, menjadi salah satu penerima beasiswa dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui Jayapura merupakan tempat keluarga Sitti menetap sejak kakeknya menjadi transmigran dari Sulawesi Selatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengutip liputan berita UGM, Siti saat ini sedang menempuh studi di Departemen Manajemen Hutan memiliki semangat kuat untuk kembali mengabdi pada daerah asalnya.

Baca Juga

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

Sulung dari tiga bersaudara yang lahir dari keluarga sederhana ini, merupakan anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai petani dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

“Saya ingin meningkatkan kapasitas diri dan membuka wawasan dengan belajar di luar Papua,” tuturnya saat diwawancara, Senin 30 Juni 2025.

Keputusannya melanjutkan pendidikan di UGM didasari keinginannya untuk menimba ilmu di universitas terbaik di Indonesia.

Jurusan Kehutanan dipilih karena selaras dengan potensi sumber daya alam Papua yang masih sangat luas dan belum tergarap secara optimal.

Baginya, kehutanan tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga menjadi cara untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan di tanah kelahiran.

“Saya lebih senang beraktivitas di luar ruangan dan melihat peluang kerja bidang kehutanan di Papua masih sangat besar,” ujarnya.

Sebelum menerima beasiswa, Sitti menghadapi tantangan finansial yang cukup berat untuk membiayai kuliahnya secara mandiri.

Sebagai anak pertama, ia menyadari bahwa beban biaya pendidikan tidak hanya untuk dirinya, namun juga untuk dua adiknya yang masih menempuh pendidikan.

Ia bersyukur ketika beasiswa dari PT Freeport Indonesia datang di tengah usahanya mencari dukungan pendanaan.

“Alhamdulillah, beasiswa ini sangat membantu, terutama dalam meringankan beban orang tua saya,” ungkapnya.

Beasiswa ini diperolehnya sejak semester tiga setelah melalui proses seleksi administratif yang dilakukan oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UGM.

Sitti dipilih berdasarkan asal daerah dan capaian akademik yang memenuhi syarat, tanpa melalui tahapan tes tertulis maupun wawancara.

Ia mengaku tidak menyangka akan terpilih karena sebelumnya belum pernah mendapatkan beasiswa manapun.

“Saya dihubungi langsung oleh Ditmawa, dan saat itu saya merasa sangat bersyukur karena beasiswa ini datang di waktu yang tepat,” katanya.

Biaya kuliah berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) kini sepenuhnya ditanggung oleh PT Freeport Indonesia, memungkinkan Sitti untuk memfokuskan perhatian pada akademik dan kegiatan kemahasiswaan.

Dana yang sebelumnya harus dialokasikan untuk UKT kini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti biaya praktikum lapangan dan kebutuhan harian.

Mahasiswi angkatan 2021 ini mengakui bahwa dukungan finansial tersebut sangat meringankan.

“Praktikum di Fakultas Kehutanan cukup mahal, dan beasiswa ini membuat saya tidak perlu membebani orang tua lagi,” ucapnya.

Meski beasiswa ini tidak mencakup uang saku, Sitti merasa justru lebih termotivasi untuk menjaga prestasi akademiknya.

Ia bertekad mempertahankan IPK agar tetap memenuhi syarat dan sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan.

Selain itu, ia juga aktif di berbagai kegiatan organisasi seperti Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH) dan Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan (KMIH).

“Beasiswa ini mendorong saya untuk lebih giat belajar agar tetap layak menjadi penerima,” jelasnya.

Dampak lain yang ia rasakan adalah kebebasan untuk tidak harus mencari pekerjaan paruh waktu demi menutup biaya kuliah.

Hal ini membuatnya dapat fokus menjalani perkuliahan dan menyelesaikan studi tepat waktu. Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan asisten praktikum dan riset bersama dosen.

“Dengan beasiswa ini, saya bisa fokus kuliah tanpa harus bekerja sambil belajar,” ungkapnya penuh syukur.

Menurut Sitti, beasiswa dari PT Freeport Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan program beasiswa lainnya.

Salah satunya adalah komitmen untuk mendukung mahasiswa hingga lulus, tanpa dibatasi hanya delapan semester seperti kebanyakan beasiswa lain.

Hal ini membuat para penerima merasa lebih tenang dan tidak dibayangi kekhawatiran jika studi harus diperpanjang.

“Saya percaya PT Freeport akan mendampingi penerima beasiswa hingga selesai studi, sesuai dengan komitmen mereka sejak awal,” ucapnya.

Meski tidak ada kegiatan rutin atau pembinaan dari PT Freeport Indonesia untuk para penerima, Sitti tetap merasa bagian dari komunitas yang mendapatkan kepercayaan besar.

Ia berharap ke depan akan ada ruang pertemuan dan pengembangan diri bersama sesama penerima untuk memperluas jaringan dan kolaborasi.

Meski demikian, ia menyadari bahwa kesempatan menerima beasiswa ini adalah hal yang sangat berharga.

“Saya belum pernah bertemu lagi dengan sesama penerima sejak beasiswa diberikan, namun tetap merasa bangga menjadi bagian dari sesuatu yang besar,” tuturnya.

Setelah lulus nanti, Sitti berencana untuk bekerja di bidang kehutanan atau lingkungan, terutama di sektor reklamasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Ia juga terbuka untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 jika mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sesuai.

Saat ini, ia tengah meneliti simpanan karbon di hutan rakyat Desa Pacarjo, Gunungkidul, sebagai bagian dari tugas akhirnya.

“Penelitian saya menghitung kemampuan pohon jati dalam menyerap karbon, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan yang telah diberikan, yang menurutnya sangat berdampak bagi keberlangsungan pendidikannya.

Sitti berharap agar program beasiswa ini dapat diperluas ke lebih banyak mahasiswa Papua di berbagai kampus di Indonesia. Baginya, pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik.

“Saya sangat berterima kasih kepada PT Freeport yang telah meringankan beban finansial keluarga saya dan memberi saya kesempatan untuk belajar dengan tenang,” katanya.

Sebagai penutup, Sitti menitipkan pesan untuk adik-adik mahasiswa yang kelak menerima beasiswa yang sama.

Ia berharap agar mereka dapat menjaga amanah dan menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Ia meyakini bahwa semangat belajar dan tanggung jawab akan menjadi bentuk penghargaan terbaik kepada pihak yang telah memberi dukungan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar PT Freeport bangga telah memilih kalian sebagai penerima beasiswa,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

7 Agustus 2026
PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

7 Agustus 2026
DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

7 Agustus 2026
Yoris Raweyai Sebut Konflik Papua Bukan Hal Baru, Perlu Ketegasan Presiden Prabowo

Yoris Raweyai: Ratusan Pengungsi Akibat Konflik di Puncak Sulit Kembali Pulang ke Rumah

7 Agustus 2026
Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

Tidak Dilengkapi Dokumen, Belasan Kilogram Daging Kerbau Asap dan Reptil Dimusnahkan

7 Agustus 2026
Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Tiga Sipir Diduga Terlibat dalam Kasus Kaburnya Tiga Narapidana Narkoba dari Lapas Timika

Tiga Sipir Diduga Terlibat dalam Kasus Kaburnya Tiga Narapidana Narkoba dari Lapas Timika

Kalender Kamtibmas 1 Juli di Mimika, TNI – Polri Perketat Pengamanan Wilayah

Kalender Kamtibmas 1 Juli di Mimika, TNI - Polri Perketat Pengamanan Wilayah

Warga Mimika Kini Bisa Lapor Dugaan Korupsi Dana Publik, Identitas Dijamin Aman

Warga Mimika Kini Bisa Lapor Dugaan Korupsi Dana Publik, Identitas Dijamin Aman

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id