ADVERTISEMENT
Jumat, Agustus 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Frambusia, Penyakit Kulit Menular Terabaikan  

Penyakit menular menahun yang kambuhan dan dapat menular langsung antar manusia.

13 Agustus 2024
0
Frambusia, Penyakit Kulit Menular Terabaikan  

dr. Vinny Erna Stefani Sompotan (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: dr. Vinny Erna Stefani Sompotan (Praktisi kesehatan)

Bekerja di Puskesmas Mapurujaya, Klinik Aisah Care dan Klinik Narwastu Kabupaten Mimika, Papua Tengah

ADVERTISEMENT

 

Advertisement. Scroll to continue reading.

FRAMBUSIA adalah merupakan penyakit kronis dan menular serta ,masuk dalam penyakit kulit terabaikan (neglected tropical desease /NTDs).

Baca Juga

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

Frambusia ini merupakan penyakit menular menahun yang kambuhan dan dapat menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri.

Penyebabnya adalah oleh karena bakteri treponemapertenue. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun, frambusia sangat menular terutama pada fase awal.

Bakteri pada frambusia tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi masuk melalui luka, goresan, lecet atau luka infeksi lainnya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penularan dari frambusia adalah:

  1. Lingkungan tidak bersih, hangat, lembab dan penularan paling tinggi adalah di saat musim hujan.
  2. Bergantian menggunakan pakaian yang sama dengan penderita frambusia.
  3. Jarang mandi.
  4. Adanya luka terbuka atau penyakit kudis, bisul, atau luka lainnya yang bisa menjadi tempat masuknya baksteri frambusia.

Tanda dan gejala penyakit Frambusia antara lain, muncul benjolan atau papiloma serta disertai kulit kadang terasa gatal, bisul atau ulkus.

Frambusia terdapat krusta (luka terbuka) yang tidak sakit, adanya penebalan kulit /hyperkeratosis di telapak tangan atau di bagian kaki, nyeri sendi dan tulang serta sering terjadi perubahan pada bentuk tulang dan sendi.

Cara mencegah penyakit frambusia yaitu dengan beberapa hal seperti, berperilaku hidup bersih dan sehat, mandi menggunakan sabun dan air bersih.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan di air yang mengalir, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak menggunakan pakaian, selimut, handuk yang sama dengan penderita frambusia atau orang lain.

Hindari kontak langsung dengan luka penderita serta memeriksakan diri bagi penderita yang memiliki gejala mirip frambusia agar bisa segera dan cepat tertangani.

Pada daerah endemis frambusia terdapat kegiatan POPM frambusia atau pemberian obat pencegahan secara massal frambusia.

Pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan bakteri Treponema pertenue dan memutus mata rantai penularan secara serentak kepada penduduk sasaran di daerah endemis frambusia.

Mengingat kerugian serta pentingnya penyakit ini untuk dieleminisai dan disembuhkan bagi penderita yang mengidap frambusia, oleh karena itu adanya Eradikasi frambusia.

Yaitu, misi mengingatkan penyakit frambusia merupakan penyakit menular yang bisa mengakibatkan cacat pada tulang sehingga menimbulkan kelumpuhan. (*)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

Bawa 940 Gram Ganja, Penumpang Asal Wamena Diamankan di Bandara Sentani

6 Agustus 2026
YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

YPMAK Perpanjang Kemitraan dengan RS Soeharso, Pastikan Pasien Papua Tetap Terlayani

6 Agustus 2026
Protes Sengketa Lahan: Warga Palang Jalan Depan Perumahan Pemda SP 2 Timika, Tuntut Pemerintah Turun Tangan  

Protes Sengketa Lahan: Warga Palang Jalan Depan Perumahan Pemda SP 2 Timika, Tuntut Pemerintah Turun Tangan  

6 Agustus 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pelayanan Dasar, OPD Diminta Maksimalkan Capaian Standar Pelayanan Minimal

Pemkab Mimika Perkuat Pelayanan Dasar, OPD Diminta Maksimalkan Capaian Standar Pelayanan Minimal

6 Agustus 2026
Dihantam Ombak di Perairan Manasari-Mimika, Speed Boat Bermuatan Satu Ton Mangga Tenggelam

Dihantam Ombak di Perairan Manasari-Mimika, Speed Boat Bermuatan Satu Ton Mangga Tenggelam

6 Agustus 2026
“Jangan Buang Sampah Sembarangan” Pesan Keras Warga Kwamki Baru: Kami yang Menanggung Banjirnya

“Jangan Buang Sampah Sembarangan” Pesan Keras Warga Kwamki Baru: Kami yang Menanggung Banjirnya

6 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
650 OAP dan LABETI Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Pencaker

650 OAP dan LABETI Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Pencaker

Polres Puncak Selidiki Kasus Kebakaran Bangunan Perpustakaan Sekolah Alkitab

Polres Puncak Selidiki Kasus Kebakaran Bangunan Perpustakaan Sekolah Alkitab

Satu Lagi Warga Sipil, Raimon Gustam asal Makassar Tewas Diterjang Peluru KKB

Satu Lagi Warga Sipil, Raimon Gustam asal Makassar Tewas Diterjang Peluru KKB

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id