ADVERTISEMENT
Senin, Juni 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Frambusia, Penyakit Kulit Menular Terabaikan  

Penyakit menular menahun yang kambuhan dan dapat menular langsung antar manusia.

13 Agustus 2024
0
Frambusia, Penyakit Kulit Menular Terabaikan  

dr. Vinny Erna Stefani Sompotan (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: dr. Vinny Erna Stefani Sompotan (Praktisi kesehatan)

Bekerja di Puskesmas Mapurujaya, Klinik Aisah Care dan Klinik Narwastu Kabupaten Mimika, Papua Tengah

ADVERTISEMENT

 

Advertisement. Scroll to continue reading.

FRAMBUSIA adalah merupakan penyakit kronis dan menular serta ,masuk dalam penyakit kulit terabaikan (neglected tropical desease /NTDs).

Baca Juga

Tingkatkan Kualitas Layanan Posyandu, Dinkes Mimika Latih Fasilitator 25 Keterampilan Kader

UPN “Veteran” Yogyakarta Seleksi 194 Generasi Unggul Papua Lewat Program Beasiswa YPMAK

Frambusia ini merupakan penyakit menular menahun yang kambuhan dan dapat menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri.

Penyebabnya adalah oleh karena bakteri treponemapertenue. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun, frambusia sangat menular terutama pada fase awal.

Bakteri pada frambusia tidak dapat menembus kulit utuh, tetapi masuk melalui luka, goresan, lecet atau luka infeksi lainnya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penularan dari frambusia adalah:

  1. Lingkungan tidak bersih, hangat, lembab dan penularan paling tinggi adalah di saat musim hujan.
  2. Bergantian menggunakan pakaian yang sama dengan penderita frambusia.
  3. Jarang mandi.
  4. Adanya luka terbuka atau penyakit kudis, bisul, atau luka lainnya yang bisa menjadi tempat masuknya baksteri frambusia.

Tanda dan gejala penyakit Frambusia antara lain, muncul benjolan atau papiloma serta disertai kulit kadang terasa gatal, bisul atau ulkus.

Frambusia terdapat krusta (luka terbuka) yang tidak sakit, adanya penebalan kulit /hyperkeratosis di telapak tangan atau di bagian kaki, nyeri sendi dan tulang serta sering terjadi perubahan pada bentuk tulang dan sendi.

Cara mencegah penyakit frambusia yaitu dengan beberapa hal seperti, berperilaku hidup bersih dan sehat, mandi menggunakan sabun dan air bersih.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan di air yang mengalir, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak menggunakan pakaian, selimut, handuk yang sama dengan penderita frambusia atau orang lain.

Hindari kontak langsung dengan luka penderita serta memeriksakan diri bagi penderita yang memiliki gejala mirip frambusia agar bisa segera dan cepat tertangani.

Pada daerah endemis frambusia terdapat kegiatan POPM frambusia atau pemberian obat pencegahan secara massal frambusia.

Pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan bakteri Treponema pertenue dan memutus mata rantai penularan secara serentak kepada penduduk sasaran di daerah endemis frambusia.

Mengingat kerugian serta pentingnya penyakit ini untuk dieleminisai dan disembuhkan bagi penderita yang mengidap frambusia, oleh karena itu adanya Eradikasi frambusia.

Yaitu, misi mengingatkan penyakit frambusia merupakan penyakit menular yang bisa mengakibatkan cacat pada tulang sehingga menimbulkan kelumpuhan. (*)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tingkatkan Kualitas Layanan Posyandu, Dinkes Mimika Latih Fasilitator 25 Keterampilan Kader

Tingkatkan Kualitas Layanan Posyandu, Dinkes Mimika Latih Fasilitator 25 Keterampilan Kader

22 Juni 2026
Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Budaya Papua, Berikut Sedikit Kilasannya

Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Budaya Papua, Berikut Sedikit Kilasannya

22 Juni 2026
UPN “Veteran” Yogyakarta Seleksi 194 Generasi Unggul Papua Lewat Program Beasiswa YPMAK

UPN “Veteran” Yogyakarta Seleksi 194 Generasi Unggul Papua Lewat Program Beasiswa YPMAK

22 Juni 2026
160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

Tergolong Barang Berisiko: Satgas Pasgat Amankan Senapan Angin Jenis PCP, Rencananya akan Dikirim ke Wamena

22 Juni 2026
160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

160 ASN Pensiun di Tahun 2026, Pemkab Mimika Usulkan 274 Formasi CPNS

22 Juni 2026
Warning! Status PPPK Bukan Jaminan Aman, Asisten I Mimika Ingatkan Risiko Pemberhentian

Warning! Status PPPK Bukan Jaminan Aman, Asisten I Mimika Ingatkan Risiko Pemberhentian

22 Juni 2026

POPULER

  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Kasus Dugaan Korupsi Beras Rp8,9 Miliar, Kejati Papua Tahan Empat Tersangka

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • PPDB Hanya Melalui Empat Jalur Resmi, Kadis Pendidikan Mimika Instruksikan Tolak Titipan

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
650 OAP dan LABETI Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Pencaker

650 OAP dan LABETI Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Pencaker

Polres Puncak Selidiki Kasus Kebakaran Bangunan Perpustakaan Sekolah Alkitab

Polres Puncak Selidiki Kasus Kebakaran Bangunan Perpustakaan Sekolah Alkitab

Satu Lagi Warga Sipil, Raimon Gustam asal Makassar Tewas Diterjang Peluru KKB

Satu Lagi Warga Sipil, Raimon Gustam asal Makassar Tewas Diterjang Peluru KKB

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id