ADVERTISEMENT
Minggu, September 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Hampir Setahun Dititipkan di Panti Asuhan Santa Susana, Fedrik dan Gabriel Dikembalikan ke Orang Tua

Semua anak yang dikembalikan dengan acara penyerahan resmi sebagai tanda hormat dan menghargai keluarga yang dengan tulus mengambil kembali anaknya.

2 Agustus 2024
0
Hampir Setahun Dititipkan di Panti Asuhan Santa Susana, Fedrik dan Gabriel Dikembalikan ke Orang Tua

Magdalena Ema Nunang, Kepala Panti Asuhan Santa Susana saat menyampaikan sambutan pada acara mengembalikan kedua anak kepada orangtuanya di Kantor Yayasan Peduli Kasih Mimika, Rabu 31 Juli 2024. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dua orang anak yang dititipkan di Panti Asuhan Santa Susana Timika, Papua Tengah akhirnya kembali berkumpul bersama orang tuanya.

Kedua anak yang merupakan kakak beradik, Fedrik Rufinus Dimara (4) dan adiknya Gabriel Nasarani Dimara (3) secara resmi dikembalikan kepada orang tua mereka, Agustinus Gino Dimara dan Sarah Elisabet Soba, Rabu 31 Juli 2024.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui kedua anak ini sebelumnya diserahkan pihak keluarga ke panti asuhan sejak tanggal 16 Agustus 2023 lalu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Proses penyerahan kedua anak kepada ayah dan ibunya dibuktikan penandatanganan dengan berita acara diatas materai 10.000 dan cap basah.

Baca Juga

191 KK Kampung Mawokauw Jaya di Timika Terima Bantuan Beras Bulog

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Pada berita acara, Agustinus Gino Dimara selaku ayah (pihak pertama) dan pihak kedua Magdalena Ema Nunang, Kepala Panti Asuhan dengan mengetahui Ketua Yayasan Peduli Kasih Mimika, Karlus Fobia.

Saksi dalam penyerahan ini atas nama Vallda Rumbewas selaku admin panti asuhan dan Sakarias Fobia, Kepsek Yayasan.

Karlus Fobia, dalam kesempatan itu mengungkapkan, pihak yayasan menerima anak yang dititipkan di panti dengan sukacita.

Namun hari ini merasa bersyukur, Tuhan membuka jalan bagi kedua anak ini bisa kembali kepada keluarganya.

Karlus mengungkapkan sebagai orang tua perlu mengingat kembali pada sumpah janji di gereja saat menikah.

“Kami ikut bersyukur keluarga sudah bisa berdamai kembali dan mau menerima anak kembali ke dalam keluarga,” kata Karlus.

Sementara Magdalena Ema Nunang menjelaskan, kedua anak ini dititipkan pada tanggal 16 Agustus 2023 oleh sang istri ke panti dengan alasan masih konflik dengan suami.

Pada saat menerima titipan anak, Magdalena menyampaikan pihak panti siap menerima kedua anak tersebut.

Namun kepada ibunya dititip pesan, jika suatu waktu persoalan sudah selesai, silakan datang mengambil kembali anak-anak.

“Tuhan baik tadi pagi suami istri datang untuk menjemput kembali anak-anak. Karena mereka sudah rujuk kembali,” ujar Magdalena.

Kepada kedua orang tua, Magdalena berpesan jika kedepan kembali terjadi konflik antara suami istri yang berimbas terhadap penelantaran anak, maka akan berurusan dengan pihak berwajib.

“Kalau kedepan terjadi lagi maka kalian suami istri siap berurusan dengan pemangku kebijakan yang menangani kasus perlindungan anak,” timpal Magdalena.

Sebagai lembaga sosial kata Magdalena, Panti Asuhan Santa Susana membuka pintu untuk menerima anak-anak yang kurang beruntung (anak yatim piatu, anak korban broken home) tanpa memungut biaya.

“Kami percaya dalam menolong anak yang ditelantarkan, Tuhan sudah siapkan berkatnya sendiri lewat orang baik kiriman Tuhan,” katanya.

Magdalena mengakui dalam melayani anak-anak sebaik apapun perlakuan pengasuh di panti asuhan, tetap yang lebih baik mereka hidup bersama keluarga sendiri.

“Kami melayani 137 anak sehingga kami harus membagi kasih itu sampai 137 anak semua kebagian. Karena banyak anak-anak, sehingga kasih yang mereka dapat sangat sedikit,” paparnya.

Anak-anak sangat membutuhkan dekapan, butuh kasih sayang dan perhatian secara terus menerus oleh orang tua.

Sementara pengelola panti belum tentu setiap hari bisa menyentuh semua anak. Yang bisa dilakukan hanya menyapa, melayani dan menemani mereka dalam kelompok besar.

Magdalena mengakui mengembalikan anak titipan kepada keluarga bukan baru kali ini tetapi sudah sering dilakukan.

Semua anak yang dikembalikan dengan acara penyerahan resmi sebagai tanda hormat dan menghargai keluarga yang dengan tulus mengambil kembali anaknya.

Wanita asal Lembata, Nusa Tenggara Timur ini mengakui hingga saat ini panti masih mempunyai anak berstatus titipan karena adanya konflik keluarga.

Ia menjelaskan status anak titipan karena dampak dari konflik keluarga berbeda dengan anak yatim piatu.

Yang berstatus yatim piatu tetap menjadi anak binaan panti yang tidak bisa diganggu oleh pihak lain kecuali ada yang mau adopsi.

Namun hal itu harus melalui jalur hukum, dengan tujuan agar secara hukum menjadi sah dan menjamin keberlangsungan hidup dan hak-hak anak kedepan.

Pada penyerahan ini kedua orang tua terlihat meneteskan air mata penuh haru.

Mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada pihak panti yang sudah merawat kedua putra mereka selama ini. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

191 KK Kampung Mawokauw Jaya di Timika Terima Bantuan Beras Bulog

191 KK Kampung Mawokauw Jaya di Timika Terima Bantuan Beras Bulog

13 September 2026
Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

13 September 2026
Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

13 September 2026
Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

13 September 2026
Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

12 September 2026
Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

12 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Buka Jalan Tani di Desa Tomberabu I, Pemkab Ende Gelontorkan Dana Rp419.383.000

Buka Jalan Tani di Desa Tomberabu I, Pemkab Ende Gelontorkan Dana Rp419.383.000

Januari- Juli 2024 Terdapat 116 Pasangan Suami Istri di Timika yang Ajukan Perceraian

Januari- Juli 2024 Terdapat 116 Pasangan Suami Istri di Timika yang Ajukan Perceraian

Ucapkan Selamat, Empat yang Terpilih Menjadi Pejabat Utama YPMAK Adalah Terbaik

Ucapkan Selamat, Empat yang Terpilih Menjadi Pejabat Utama YPMAK Adalah Terbaik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id