ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Nusantara

Buka Jalan Tani di Desa Tomberabu I, Pemkab Ende Gelontorkan Dana Rp419.383.000

Pemerintah tidak mempunyai dana untuk ganti untung kepada pemilik tanah. Pemerintah hanya menyiapkan anggaran untuk pembukaan jalan.

2 Agustus 2024
0
Buka Jalan Tani di Desa Tomberabu I, Pemkab Ende Gelontorkan Dana Rp419.383.000

Sebuah excavator milik kontraktor membuka jalan usaha tani di Kampung Mbegho menuju kampung lama Wologai yang disambut baik oleh warga setempat, Rabu 31 Juli 2024. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun anggaran 2024 menggelontorkan dana Rp419.383.000 untuk proyek pembangunan jalan tani di Desa Tomberabu I.

Dominikus Resi, Kepala Desa Tomberabu I, Kecamatan Ende menjelaskan anggaran sebesar itu untuk membiayai tiga proyek fisik terkait dengan pembukaan jalan tani.

ADVERTISEMENT

Pertama, pembukaan jalan dari Tombegeru menghubungkan Kampung Lianggere Desa Tomberabu II sebesar Rp.142.383.000.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Proyek ini didanai dari pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende dengan volumen pekerjaam 1600m3 dan dikerjakan oleh CV Fasilitas.

Baca Juga

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

Kedua, pekerjaan pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan usaha tani dengan sumber Dana Alokasi Umum (DAU) pada Dinas Pertanian.

Jalan ini dibuka dari Kampung Mbengho menuju kampung lama Wologai.

Paket pekerjaannya ditangani oleh CV. Ariles Design dengan dana sebesar Rp135 juta dan kontraktor pelaksana CV Artha Kencana.

Domi menuturkan ada beberapa pertimbangan dibangunnya jalan dari Mbegho-Kampung lama Wologai yang panjangnya tidak sampai satu kilo meter.

Diantaranya membuka akses menghubungi kampung lama Wologai yang nantinya sebagai persiapan untuk tempat pemakaman umum Kampung Mbengho yang baru. Karena beberapa tahun kedepan lokasi pekuburan lama di sebelah kampung hampir penuh.

Tujuan lainnya dibukanya jalan tersebut karena terdapat banyak kebun warga yang ditanami tanaman pertanian.

Sehingga dengan adanya akses jalan ini akan membantu mempermudah aktivitas warga tani untuk mengangkut hasil kebun menggunakan kendaraan roda dua.

Ketiga, proyek lanjutan pembukaan jalan dari Kampung Puumbindi menuju lahan pertanian di Ndetura.

Akses jalan yang sama selama dua tahun dimasa pemerintahan desa terdahulu sudah dibuka sampai di lokasi pengambilan air minum Kezipuzu.

Pembangunan tahap ketiga ini menggunakan APBD Ende Tahun 2024 pos dana Dinas Pekerjaan Umum, mulai dari titik pengambilan air Kezipuzu menuju Ndetura sebesar Rp142.000.000.

Paket proyek ini dimenangkan oleh CV. Sela dengan volume pekerjaan 1600m3.

“Kita perkirakan kalau dapat lagi perhatian dari pemerintahan untuk tiga tahun angggaran, jalan sudah bisa sampai di lahan pertanian kopi, kunyit dan halia masyarakat di Ndetura,” jelas Domi.

Terkait berapa besar dana untuk dua tahun sebelumnya, Domi mengaku tidak diketahuinya karena pada saat itu belum menjabat sebagai kepala desa.

Dikatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan jalan Kezipuzu-Ndetura, jalan usaha tani Mbegho-Kampung lama Wologai dan Mbotugeru-Lianggere berdasarkan hasil usulan pada Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Program-program jalan ini diinput oleh Tim Assistensi Bappeda Ende kemudian dimasukan dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“SIPD ini yang mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data pembangunan daerah menjadi informasi yang disajikan kepada masyarakat dan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Domi mengakui dengan dibangunnya jalan ini sesuai dengan visi misinya pada saat dirinya maju calon sebagai kepala desa.

Dengan adanya pembukaan akses jalan tani ini, Domi mengaku hampir 80 persen disambut baik oleh masyarakat, sedangkan 20 persen warga kurang antusias dengan beberapa alasan.

Mereka kurang antusias karena jalan yang dilalui melewati lahan yang sudah dipenuhi tanaman pertanian umur panjang (kopi, cengkeh, kemiri) yang selama ini sudah memberikan hasil sebagai penopang ekonomi keluarga.

Walaupun demikian, lanjut Domi sebelum dilakukan pembukaan lahan sudah didahului dengan tahapan sosialisasi dan survei lapangan guna mengetahui lahan siapa saja yang nantinya dilewati alat berat pada saat jalan dibuka.

Tahap selanjutnya mendatangi pemilik lahan meminta persetujuan. Setelah disetujui pemilik lahan wajib menandatangani berita acara pembebasan lahan sebagai dasar hukumnya.

Langkah yang diambil ini sesuai dengan permintaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas PU dan Dinas Pertanian. Bahwa sebelum anggaran turun pemerintah desa harus memasukan proposal dan berita acara persetujuan pembebasan lahan.

“Tujuannya supaya pada saat kontraktor masuk buka jalan tidak ada lagi muncul aksi protes dari pemilik kebun karena alasan tanamannya rusak,” pungkasnya.

Kepada warga, Domi menjelaskan pemerintah tidak mempunyai dana untuk ganti untung kepada pemilik tanah. Pemerintah hanya menyiapkan anggaran untuk pembukaan jalan.

Terkait pembangunan jalan, Domi sudah berkoordinasi dengan ketiga kontraktor pemenang tender agar hanya menggunakan satu excavator saja.

Tujuannya supaya menyelamatkan badan jalan yang sudah dirabat semen supaya tidak mengalami kerusakan.

“Jadi alat setelah buka jalan Mbotugeru-Lianggere saya minta lanjut buka Jalan Mbegho-Wologai dan Kezipuzu-Ndetura. Sehingga hanya dua kali lewat saja. Pada saat naik dan turun atau pulang,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

29 Juli 2026
Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

29 Juli 2026
Agustinus Anggaibak: Saatnya Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus Tangani Otsus

Agustinus Anggaibak: Saatnya Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus Tangani Otsus

29 Juli 2026
DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

Milad Ke-51, MUI Mimika Dorong Kolaborasi Ulama, Pemerintah, dan Masyarakat

29 Juli 2026
DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

29 Juli 2026
Fraksi Golkar Soroti Layanan Air Bersih di Mimika Belum Optimal Meski Anggaran Besar

Fraksi Golkar Soroti Layanan Air Bersih di Mimika Belum Optimal Meski Anggaran Besar

29 Juli 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    709 shares
    Bagikan 284 Tweet 177
  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    713 shares
    Bagikan 285 Tweet 178
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Januari- Juli 2024 Terdapat 116 Pasangan Suami Istri di Timika yang Ajukan Perceraian

Januari- Juli 2024 Terdapat 116 Pasangan Suami Istri di Timika yang Ajukan Perceraian

Ucapkan Selamat, Empat yang Terpilih Menjadi Pejabat Utama YPMAK Adalah Terbaik

Ucapkan Selamat, Empat yang Terpilih Menjadi Pejabat Utama YPMAK Adalah Terbaik

Raimondus Kelanangame Mundur dari Seleksi Wadir Pengawasan dan Evaluasi Program YPMAK

Raimondus Kelanangame Mundur dari Seleksi Wadir Pengawasan dan Evaluasi Program YPMAK

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id