ADVERTISEMENT
Jumat, April 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Ratusan Warga Tujuh Suku Pertanyakan Dana CSR Satu Persen yang Dikelola YPMAK Lima Tahun Terakhir

Yohanes meminta agar secepatnya melakukan pertemuan bersama Freport dan YPMAK untuk membahas kemana penggunaan dana tersebut.

7 April 2024
0
Ratusan Warga Tujuh Suku Pertanyakan Dana CSR Satu Persen yang Dikelola YPMAK Lima Tahun Terakhir

Yohanes Kum, didampingi Anthonius Kemong, bersama perwakilan lima suku usai mengadakan pertemuan. (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sedikitnya 240 warga yang berasal dari tujuh suku berkumpul di rumah tokoh masyarakat, Antonius Kemong yang terletak di Jalan Cenderawasih, SP2, Sabtu 6 April 2024.

Ratusan warga tersebut bersepakat untuk mempertanyakan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) satu persen yang diberikan PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dalam lima tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Hadir bersama masyarakat dalam pertemuan itu sejumlah tokoh Amungme dan Kamoro. Mereka menyampaikan rasa ketidakpercayaan terhadap program dan agenda kegiatan yang dilakukan YPMAK belakangan ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kami berkumpul kurang lebih 240 yang berasal orang dari tujuh suku. Kami membahas terkait gagalnya tiga program utama YPMAK,” ungkap Yohanes Kum kepada Koranpapua, Sabtu 6 April 2024.

Baca Juga

Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

Pembangunan Kereta Api: Awalnya di Jayapura, Selanjutnya Merata di Tanah Papua, Akhir April Survey

Ditegaskan Yohanes, sudah saatnya YPMAK dievaluasi guna mengetahui alasan terhentinya tiga program prioritas yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Termasuk mempertanyakan kemana dana satu persen itu digunakan.

Yohanes menyampaikan, masyarakat tujuh suku tidak berkeinginan untuk menggelar aksi demonstrasi menuntut Freeport, tetapi mempertanyakan dana satu persen yang dikelola YPMAK.

Yohanes meminta agar secepatnya melakukan pertemuan bersama Freport dan YPMAK untuk membahas kemana penggunaan dana tersebut.

“Sekarang anak-anak sekolah banyak yang mengeluh mereka diusir keluar dari kontrakan, dan kesulitan biaya rumah sakit, begitupun bantuan usaha ekonomi bagi masyarakat juga tidak dilakukan,” ujarnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Yohanes yang pernah ikut memperjuangkan dana satu persen menyampaikan bahwa sesuai informasi yang ia terima pemberian dana satu persen sudah diberhentikan sejak tahun 2017.

“Ada yang sampaikan dana satu persen diganti dengan dana lain berupa perwalian, kita bingung. Kalau dana satu persen itu telah berakhir 2017, lalu kenapa saya tidak tahu padahal tahun 2017 saya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Eksekutif YPMAK,” tegasnya

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Amungme lainnya, Anthonius Kemong. Menurut Anton, masyarakat tujuh suku menilai program yang dijalankan YPMAK tidak berhasil.

Karena itu semua tokoh dan masyarakat menggelar pertemuan dengan satu kesepakatan bahwa YPMAK harus dievaluasi.

“Kita mau supaya kegiatan YPMAK itu kembali lancar seperti dulu, kita ingin ada pertemuan dan menuntut kegiatan YPMAK yang tidak menyentuh harus diubah,” tandasnya.

Anton juga menilai banyak anak-anak mengeluh soal biaya pendidikan. Tidak itu saja sebagian besar masyarakat juga tidak ingin berobat dan dirawat di RSMM. Hal itu dikarenakan fasilitas dan pelayanan di RSMM tidak seperti sebelumnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kontak Tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB di Yahukimo

Kontak Tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB di Yahukimo

16 April 2026
Di Hadapan Dandim dan Danyon Brimob, Komisi I DPRK Mimika Soroti Tingginya Kasus Begal di Timika

Di Hadapan Dandim dan Danyon Brimob, Komisi I DPRK Mimika Soroti Tingginya Kasus Begal di Timika

16 April 2026
Tim Gabungan TNI-Polri  Evakuasi Pengungsi Korban KKB Legagak Telengeng ke RSUD Mulia

Tim Gabungan TNI-Polri  Evakuasi Pengungsi Korban KKB Legagak Telengeng ke RSUD Mulia

16 April 2026
Kuasai Markas OPM di Nduga, Koops Habema Sita Senjata Api dan Puluhan Butir Amunisi

Kuasai Markas OPM di Nduga, Koops Habema Sita Senjata Api dan Puluhan Butir Amunisi

16 April 2026
Persit Kodim Mimika Ubah Batu Pryite jadi Aksesoris Bernilai Tinggi, Kini Diminati Pasar

Persit Kodim Mimika Ubah Batu Pryite jadi Aksesoris Bernilai Tinggi, Kini Diminati Pasar

16 April 2026
Baru Kembalikan Rp502 Juta, Temuan Rp28 Miliar di KPU Mimika Masih Diusut

Baru Kembalikan Rp502 Juta, Temuan Rp28 Miliar di KPU Mimika Masih Diusut

16 April 2026

POPULER

  • Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bahas Berbagai Isu Kruasil, MRP se-Papua Raya Audensi dengan DPD RI di Jakarta

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua Bertemu Dirjen Perimbangan Keuangan, Ini Hasilnya

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
H-2 Idul Fitri, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Belum Stabil, Jahe Tembus Rp120 Ribu Per Kg

H-2 Idul Fitri, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Belum Stabil, Jahe Tembus Rp120 Ribu Per Kg

14 Unit Rumah Layak Huni di Pomako Diresmikan Setelah Idul Fitri, Pemiliknya Harus Memenuhi Persyaratan

14 Unit Rumah Layak Huni di Pomako Diresmikan Setelah Idul Fitri, Pemiliknya Harus Memenuhi Persyaratan

PHBI Mimika Tetapkan 81 Lokasi Sholat Id, Empat Titik di Lapangan Terbuka

PHBI Mimika Tetapkan 81 Lokasi Sholat Id, Empat Titik di Lapangan Terbuka

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id