ADVERTISEMENT
Rabu, Januari 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

28 Juni 2023
0
Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Pastor Lambert Komong,Pr bersama Misdinar Katedral Tiga Raja sehabis membawakan Materi pada hari Rabu, 28 Juni 2023 (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-  Dalam setiap hubungan pertemanan maupun kehidupan bermasyarakat pasti tidak terlepas dari konflik dan perbedaan. Karena itu setiap orang harus mampu mengelolah dengan baik, karena konflik dan perbedaan sebenarnya bukan untuk memecah belah tetapi merupakan proses mematangkan seseorang.

Dalam kehidupan ini sekalipun dalam pertemanan terdapat banyak persamaan, namun akan ada perbedaan dan selalu ada konflik. Hal ini disampaikan Pastor Lamber Kopong, Pr di hadapan puluhan anak-anak Misdinar Tiga Raja ketika menyampaikan materi ‘Kita Menjadi Matang karena Konflik’.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan Camping Rohani yang berlangsung di aula Asrama Salus Populi, SP 3 Rabu 29 Juni 2023, Pastor Lamber menekankan bahwa tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan pada akhirnya susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata

Dikatakan ada dua penyebab konflik yaitu, pertama faktor internal. Biasanya penyebab internal berawal dari rasa Individualisme. Dimana akibat rasa individualitas seseorang berpikir bahwa dalam kehidupannya tidak membutuhkan orang lain, karena merasa dirinya lebih hebat.

Baca Juga

FPK Mimika Evaluasi Program 2025, Fokus Sosialisasi Kebangsaan dan Dialog Penyelesaian Konflik di 2026

Pohon Tumbang Timpa Indekos di Jalan Kartini Timika, BPBD Salurkan Bantuan

Kedua faktor eksternal. Disampaikan penyebab eksternal adalah dikarenakan rasa tertindas. Untuk kalangan anak-anak dan remaja biasanya rasa tertindas disebabkan oleh perlakuan orang tua. Anak dan remaja merasa orang tua terlalu mengekang dan mengatur, sehingga mereka memberontak.

Pastor Lamber mengingatkan bahwa sifat individualisme yang terjadi di kalangan anak dan remaja disebabkan perkembangan teknologi. “ Anak-anak zaman sekarang, tergila gila akan teknologi, dimana dan kemana saja membawa HP sehingga hubungan pertemanan menjadi terputus,” ujar Pater Lambert.

Karena itu Pastor Lambert berpesan, anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata.

Pastor Lambert juga berpesan bahwa hendaknya smartphone digunakan untuk hal-hal yang diperlukan dan bermanfaat. Karena jika salah menggunakan smartphone bisa menanamkan sifat keegoisan dan tidak memedulikan orang lain.

“ Menggunakan HP dengan bijaksana (techno wisdom), teknologi yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Apabila tidak digunakan dengan baik, maka sadar tidak sadar teknologi akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah,” papar Pastor Lambert.

Dikatakan, manusia adalah mahkluk sosial, sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus bersosial dengan orang lain. Dalam kebersamaan, setiap individu memiliki ciri khas dan karakteristik masing – masing.

Mengutip Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi, yang berpesan untuk hendak hidup dalam satu persatuan dan kasih dan pikiran. Latar belakang dalam Surat Rasul Paulus kepada Filipi tersebut adalah karena perselisihan antara 2 teman sekerja Paulus yaitu, Shinike dan Eudora.

Dalam menghadapi konflik, diperlukan rasa rendah hati, selain saling mendahului rasa hormat, mendahului orang lain dan motivasi. “Ketika berada dalam konflik, seringkali perbedaan dibesar- besarkan.

Oleh karena itu, kita harus mengutamakan prinsip untuk tidak memandang perbedaan yang kecil.” tandas Pastor Lamber. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

FPK Mimika Evaluasi Program 2025, Fokus Sosialisasi Kebangsaan dan Dialog Penyelesaian Konflik di 2026

FPK Mimika Evaluasi Program 2025, Fokus Sosialisasi Kebangsaan dan Dialog Penyelesaian Konflik di 2026

14 Januari 2026
Pohon Tumbang Timpa Indekos di Jalan Kartini Timika, BPBD Salurkan Bantuan

Pohon Tumbang Timpa Indekos di Jalan Kartini Timika, BPBD Salurkan Bantuan

14 Januari 2026
Tuntut Ganti Rugi Pemerintah, Pemilik Lahan Palang Empat Sekolah di Kota Timika

Tuntut Ganti Rugi Pemerintah, Pemilik Lahan Palang Empat Sekolah di Kota Timika

14 Januari 2026
Brimob Masih Disiagakan Pasca Perdamaian, Kompol Umbu: Kwamki Narama Harus Tetap Aman dan Nyaman

Brimob Masih Disiagakan Pasca Perdamaian, Kompol Umbu: Kwamki Narama Harus Tetap Aman dan Nyaman

14 Januari 2026
Perahu Ketinting Diterjang Ombak di Asmat, Satu Orang Dilaporkan Hilang

Perahu Ketinting Diterjang Ombak di Asmat, Satu Orang Dilaporkan Hilang

14 Januari 2026
Lanal Timika Serahkan Tiga Pengedar Narkotika ke Polres Mimika

Lanal Timika Serahkan Tiga Pengedar Narkotika ke Polres Mimika

14 Januari 2026

POPULER

  • Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    2457 shares
    Bagikan 983 Tweet 614
  • Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • Kontak Senjata di Kampung Tetmid, TNI asal NTT Tewas Ditembak KKB, Korban Dievakuasi ke Timika

    645 shares
    Bagikan 258 Tweet 161
  • Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

    634 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar Timika Menyerahkan Diri ke Polisi

    620 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Tahun 2025 Cerai Gugat Mendominasi, Banyak Janda Baru di Mimika

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
Next Post
Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id