ADVERTISEMENT
Selasa, September 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

28 Juni 2023
0
Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Pastor Lambert Komong,Pr bersama Misdinar Katedral Tiga Raja sehabis membawakan Materi pada hari Rabu, 28 Juni 2023 (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-  Dalam setiap hubungan pertemanan maupun kehidupan bermasyarakat pasti tidak terlepas dari konflik dan perbedaan. Karena itu setiap orang harus mampu mengelolah dengan baik, karena konflik dan perbedaan sebenarnya bukan untuk memecah belah tetapi merupakan proses mematangkan seseorang.

Dalam kehidupan ini sekalipun dalam pertemanan terdapat banyak persamaan, namun akan ada perbedaan dan selalu ada konflik. Hal ini disampaikan Pastor Lamber Kopong, Pr di hadapan puluhan anak-anak Misdinar Tiga Raja ketika menyampaikan materi ‘Kita Menjadi Matang karena Konflik’.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan Camping Rohani yang berlangsung di aula Asrama Salus Populi, SP 3 Rabu 29 Juni 2023, Pastor Lamber menekankan bahwa tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan pada akhirnya susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata

Dikatakan ada dua penyebab konflik yaitu, pertama faktor internal. Biasanya penyebab internal berawal dari rasa Individualisme. Dimana akibat rasa individualitas seseorang berpikir bahwa dalam kehidupannya tidak membutuhkan orang lain, karena merasa dirinya lebih hebat.

Baca Juga

Dinkes Mimika Benahi Data Lansia Target Cakupan Pelayanan 100 Persen

18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

Kedua faktor eksternal. Disampaikan penyebab eksternal adalah dikarenakan rasa tertindas. Untuk kalangan anak-anak dan remaja biasanya rasa tertindas disebabkan oleh perlakuan orang tua. Anak dan remaja merasa orang tua terlalu mengekang dan mengatur, sehingga mereka memberontak.

Pastor Lamber mengingatkan bahwa sifat individualisme yang terjadi di kalangan anak dan remaja disebabkan perkembangan teknologi. “ Anak-anak zaman sekarang, tergila gila akan teknologi, dimana dan kemana saja membawa HP sehingga hubungan pertemanan menjadi terputus,” ujar Pater Lambert.

Karena itu Pastor Lambert berpesan, anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata.

Pastor Lambert juga berpesan bahwa hendaknya smartphone digunakan untuk hal-hal yang diperlukan dan bermanfaat. Karena jika salah menggunakan smartphone bisa menanamkan sifat keegoisan dan tidak memedulikan orang lain.

“ Menggunakan HP dengan bijaksana (techno wisdom), teknologi yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Apabila tidak digunakan dengan baik, maka sadar tidak sadar teknologi akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah,” papar Pastor Lambert.

Dikatakan, manusia adalah mahkluk sosial, sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus bersosial dengan orang lain. Dalam kebersamaan, setiap individu memiliki ciri khas dan karakteristik masing – masing.

Mengutip Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi, yang berpesan untuk hendak hidup dalam satu persatuan dan kasih dan pikiran. Latar belakang dalam Surat Rasul Paulus kepada Filipi tersebut adalah karena perselisihan antara 2 teman sekerja Paulus yaitu, Shinike dan Eudora.

Dalam menghadapi konflik, diperlukan rasa rendah hati, selain saling mendahului rasa hormat, mendahului orang lain dan motivasi. “Ketika berada dalam konflik, seringkali perbedaan dibesar- besarkan.

Oleh karena itu, kita harus mengutamakan prinsip untuk tidak memandang perbedaan yang kecil.” tandas Pastor Lamber. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

15 Tahun Retribusi TKA BP Tangguh Tak Tertagih, Pemda Bintuni Minta Data

15 Tahun Retribusi TKA BP Tangguh Tak Tertagih, Pemda Bintuni Minta Data

7 September 2026
Gubernur Papua Barat Tegaskan Tak Intervensi Pemilihan Ketua KONI

Gubernur Papua Barat Tegaskan Tak Intervensi Pemilihan Ketua KONI

7 September 2026
Satgas Pasgat Layani Warga Sinak, dari Pengobatan Gratis hingga Bantuan Sembako

Satgas Pasgat Layani Warga Sinak, dari Pengobatan Gratis hingga Bantuan Sembako

7 September 2026
Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Pelaku Utama Pembunuhan Ojek di Timika Diburu

Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Pelaku Utama Pembunuhan Ojek di Timika Diburu

7 September 2026
Tiga Ular Death Adder Hendak Dikirim ke Semarang, Digagalkan di Timika

Tiga Ular Death Adder Hendak Dikirim ke Semarang, Digagalkan di Timika

7 September 2026
Dari 9 Orang yang Diamankan di Kwamki Narama, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Dari 9 Orang yang Diamankan di Kwamki Narama, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

7 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Mobil Rental Penganiayaan Maut di Jalan Freeport Lama Ditemukan, Identitas Pelaku Dikantongi Polisi

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
Next Post
Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id