ADVERTISEMENT
Jumat, Februari 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

28 Juni 2023
0
Pastor Lamber Kopong: Konflik dan Perbedaan Bukan untuk Memecah Belah, Tetapi Proses Mematangkan Seseorang

Pastor Lambert Komong,Pr bersama Misdinar Katedral Tiga Raja sehabis membawakan Materi pada hari Rabu, 28 Juni 2023 (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id-  Dalam setiap hubungan pertemanan maupun kehidupan bermasyarakat pasti tidak terlepas dari konflik dan perbedaan. Karena itu setiap orang harus mampu mengelolah dengan baik, karena konflik dan perbedaan sebenarnya bukan untuk memecah belah tetapi merupakan proses mematangkan seseorang.

Dalam kehidupan ini sekalipun dalam pertemanan terdapat banyak persamaan, namun akan ada perbedaan dan selalu ada konflik. Hal ini disampaikan Pastor Lamber Kopong, Pr di hadapan puluhan anak-anak Misdinar Tiga Raja ketika menyampaikan materi ‘Kita Menjadi Matang karena Konflik’.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan Camping Rohani yang berlangsung di aula Asrama Salus Populi, SP 3 Rabu 29 Juni 2023, Pastor Lamber menekankan bahwa tanpa adanya konflik, orang susah untuk menjadi matang dan pada akhirnya susah untuk memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu konflik diperlukan sebagai sarana pertumbuhan karakter.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata

Dikatakan ada dua penyebab konflik yaitu, pertama faktor internal. Biasanya penyebab internal berawal dari rasa Individualisme. Dimana akibat rasa individualitas seseorang berpikir bahwa dalam kehidupannya tidak membutuhkan orang lain, karena merasa dirinya lebih hebat.

Baca Juga

Sopir Tangki Air Ditembak OTK, Korban Alami Luka Tembak di Punggung Kiri

Restoran, Katering, dan Kafe Dongkrak PAD Mimika 2025 Sebesar Rp108 Miliar

Kedua faktor eksternal. Disampaikan penyebab eksternal adalah dikarenakan rasa tertindas. Untuk kalangan anak-anak dan remaja biasanya rasa tertindas disebabkan oleh perlakuan orang tua. Anak dan remaja merasa orang tua terlalu mengekang dan mengatur, sehingga mereka memberontak.

Pastor Lamber mengingatkan bahwa sifat individualisme yang terjadi di kalangan anak dan remaja disebabkan perkembangan teknologi. “ Anak-anak zaman sekarang, tergila gila akan teknologi, dimana dan kemana saja membawa HP sehingga hubungan pertemanan menjadi terputus,” ujar Pater Lambert.

Karena itu Pastor Lambert berpesan, anak anak Misdinar untuk lebih fokus menjalin hubungan dengan teman dan keluarganya. Akibat salah menggunakan HP banyak anak-anak menjadi setengah gila dan tidak memiliki relasi nyata.

Pastor Lambert juga berpesan bahwa hendaknya smartphone digunakan untuk hal-hal yang diperlukan dan bermanfaat. Karena jika salah menggunakan smartphone bisa menanamkan sifat keegoisan dan tidak memedulikan orang lain.

“ Menggunakan HP dengan bijaksana (techno wisdom), teknologi yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Apabila tidak digunakan dengan baik, maka sadar tidak sadar teknologi akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah,” papar Pastor Lambert.

Dikatakan, manusia adalah mahkluk sosial, sehingga manusia tidak dapat hidup sendiri dan harus bersosial dengan orang lain. Dalam kebersamaan, setiap individu memiliki ciri khas dan karakteristik masing – masing.

Mengutip Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi, yang berpesan untuk hendak hidup dalam satu persatuan dan kasih dan pikiran. Latar belakang dalam Surat Rasul Paulus kepada Filipi tersebut adalah karena perselisihan antara 2 teman sekerja Paulus yaitu, Shinike dan Eudora.

Dalam menghadapi konflik, diperlukan rasa rendah hati, selain saling mendahului rasa hormat, mendahului orang lain dan motivasi. “Ketika berada dalam konflik, seringkali perbedaan dibesar- besarkan.

Oleh karena itu, kita harus mengutamakan prinsip untuk tidak memandang perbedaan yang kecil.” tandas Pastor Lamber. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sopir Tangki Air Ditembak OTK, Korban Alami Luka Tembak di Punggung Kiri

Sopir Tangki Air Ditembak OTK, Korban Alami Luka Tembak di Punggung Kiri

13 Februari 2026
Kombes Pol Yusuf Sutejo: KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah Pembunuh Pilot dan Co-Pilot di Korowai Batu

Kombes Pol Yusuf Sutejo: KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah Pembunuh Pilot dan Co-Pilot di Korowai Batu

13 Februari 2026
Realisasi APBD Mimika 2025 Capai 97,6 Persen, PAD Lampaui Target

Restoran, Katering, dan Kafe Dongkrak PAD Mimika 2025 Sebesar Rp108 Miliar

13 Februari 2026
Pasca Penembakan Pilot, Sembilan Guru dan Perawat Memutuskan Tinggalkan Koroway

Pasca Penembakan Pilot, Sembilan Guru dan Perawat Memutuskan Tinggalkan Koroway

13 Februari 2026
Realisasi APBD Mimika 2025 Capai 97,6 Persen, PAD Lampaui Target

Realisasi APBD Mimika 2025 Capai 97,6 Persen, PAD Lampaui Target

13 Februari 2026
Kapendam Benarkan Dua Senjata Dirampas dalam Penyerangan di Mile 50 Mimika

Kapendam Benarkan Dua Senjata Dirampas dalam Penyerangan di Mile 50 Mimika

12 Februari 2026

POPULER

  • Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Satgas ODC Pastikan Pilot dan Co Pilot Smart Air Tewas Ditembak Usai Mendarat di Korowai

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • Dari Rp14 Ribu ke Pj Sekda Mimika: Perjalanan Inspiratif Putra Kamoro Abraham Keteyau

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Bupati Mimika Ultimatum ASN: Pangkat Tidak Sesuai Jabatan Siap Dinonaktifkan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pesawat Smart Air Ditembak di Korowai Boven Digoel, Belum Ada Pernyataan Resmi Tewasnya Dua Pilot

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
Next Post
Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

Warga Muslim Flobamora Terima Satu Ekor Sapi Kurban dari Pemkab Mimika

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

KPU Mimika Nyatakan Hanya 43 Bacaleg yang Memenuhi Syarat, 532 Bacaleg Diberi Waktu 14 Hari Perbaiki Dokumen

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Belum Sertakan Surat Pengunduran Diri, Dua ASN Bacaleg Utusan PAN Dinyatakan TMS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id