ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

“Ke depan wilayah Papua Pegunungan akan mengedepankan hukum positif. Setiap pelaku maupun aktor di balik konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”

17 Mei 2026
0
Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

Bupati Atenius Murip menyampaikan hasil kesepakatan bersama terkait situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAWIJAYA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan telah mengambil sikap terkait konflik antarsuku Orang Asli Papua (OAP) yang menewaskan sejumlah warga dan melukai puluhan orang lainnya di wilayah itu.

Pemkab bersama pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat keamanan telah menyepakati penghentian konflik antarsesama OAP.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, melalui rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika, Sabtu, 16 Mei 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya konflik yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Pemerintah memastikan massa dari masing-masing pihak yang terlibat konflik kembali ke kabupaten asal.

Baca Juga

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

“Konflik antar sesama OAP di wilayah Papua Pegunungan resmi dinyatakan berhenti mulai Sabtu 16 Mei 2026. Massa dari masing-masing pihak akan dipulangkan ke daerah asal,” ujar Atenius Murip dalam rilis tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk tidak lagi menerapkan praktik pembayaran kepala dalam penyelesaian konflik.

Seluruh elemen masyarakat didorong aktif membangun kesadaran publik agar tidak terjadi pembunuhan, peperangan, maupun pertikaian dalam bentuk apa pun.

Atenius Murip menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga stabilitas sosial. “Seluruh elemen masyarakat harus membangun kesadaran tentang pentingnya persaudaraan, persatuan, perdamaian, dan kasih sayang antar sesama,” tegasnya.

Pemerintah juga memastikan langkah penegakan hukum berjalan tegas terhadap pelaku konflik. Setiap aktor yang terlibat akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penangkapan hingga pemidanaan.

“Ke depan wilayah Papua Pegunungan akan mengedepankan hukum positif. Setiap pelaku maupun aktor di balik konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Atenius.

Dalam upaya pencegahan konflik ke depan, pemerintah di bawah koordinasi Ribka Haluk segera menyusun regulasi berupa perdasus dan perdasi guna memperkuat perlindungan hukum di Papua Pegunungan.

Selain membahas keamanan, rapat juga menyoroti musibah putusnya Jembatan Uwe yang mengakibatkan 33 korban jiwa. Hingga saat ini, 22 korban telah ditemukan, sementara 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari SAR dan TNI melanjutkan pencarian selama lima hari ke depan. Aparat keamanan bersama lembaga pembela HAM juga mulai melakukan pendataan korban dengan mendatangi rumah warga di sekitar Kali Uwe.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan mendukung proses penanganan yang berlangsung serta kembali menjalankan aktivitas seperti biasa mulai Senin besok. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

Satgas Pasgat Evakuasi Ibu Hamil 33 Minggu dari Sinak Menuju RSUD Mimika 

22 Agustus 2026
Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

Peringati Empat Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Minta Hukuman Pelaku Tak Dikurangi

22 Agustus 2026
Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

Pasutri asal China Dideportasi dari Indonesia, Diduga Lakukan Pemburuan Hewan Dilindungi di Papua 

22 Agustus 2026
60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

60 Ribu Masker Disiapkan Antisipasi Melonjaknya Kasus ISPA di Papua Tengah

22 Agustus 2026
Kabupaten di Papua Tengah Wajib Usulkan 10 Program Prioritas untuk Program 2027

Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan: Pemprov Kerahkan Armada Gabungan, Kabut Asap Terlihat Nyata di Nabire

22 Agustus 2026
23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

23 Bandara Tersebar di Papua Tengah: Terbanyak di Indonesia, Mozes Kilangin yang Terbesar

22 Agustus 2026

POPULER

  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    725 shares
    Bagikan 290 Tweet 181
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    612 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id