ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

30 Persen Penderita Malaria di Mimika adalah Kasus Kambuh, Dr Jeanne: Karena Pasien Minum Obat Tidak Tuntas

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk.

7 Juni 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Penyakit Malaria merupakan satu dari sembilan isu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mimika. Ini dikarenakan jumlah penderita merupakan yang terbanyak secara Nasional.

Berbagai program sudah dilakukan sebagai upaya eliminasi malaria secara Nasional tahun 2030, namun belum menunjukan perubahan. Malaria masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Mimika.

Apa yang menjadi faktor penyebabnya, berikut penuturan sejumlah sumber yang terungkap dalam diskusi Forum Kemitraan Mukti Pihak (FKMP) yang berlangsung di Hotel Swiss Belinn, Selasa 6 Juni.

Dr. Jeanne Rini Poespoprodjo, Sp.A.,MSc., Ph.D mengatakan, 30 persen penderita malaria di Kabupaten Mimika merupakan kasus kambu atau berulang yang disebabkan pasien minum obat tidak tuntas.

Baca Juga

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Langkah yang perlu dilakukan untuk menurunkan 30 persen kasus malaria kambuh adalah membuka pojok malaria minum obat di tempat. Melalui langkah ini, pasien yang datang berobat langsung minum obat di tempat, sekaligus diberikan edukasi minum obat sampai tuntas sesuai jam yang ditentukan.

“Nyamuk kalau menggigit orang dengan parasit malaria karena minum obat tidak tuntas maka akan membawa parasit baru kepada orang lain,” ujar Jeanne.

Ia sependapat bahwa pengobatan bukan satu-satunya jalan untuk memberantas malaria.

Karena selama nyamuk masih ada dan tidak dilakukan pembasmian, maka malaria akan tetap ada. Maka salah satu cara memutus penyebarannya adalah nyamuk hilang dan didalam tubuh tidak ada bibit malaria.

Jeanne Rini sepakat faktor kebersihan lingkungan menjadi hal yang paling penting dalam mendukung menurunkan jentik-jentik nyamuk. Selain kurang patuh mengkonsumi obat, masyarakat masih kurang peduli akan kebersihan lingkungan. Tingkat pendidikan masyarakat juga turut mempengaruhi masih tingginya kasus malaria.

Pdt. Anelinda Toroby, kader malaria wilayah kerja Puskesmas Wania, Kelurahan Kamoro Jaya SP1 mengatakan, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu faktor tingginya penderita malaria.

Seperti yang terjadi di wilayah kerjanyanya, sampah-sampah dari kota Timika dibuang ke wilayah Kamoro Jaya SP1. Selain menambah masalah sampah, juga menyebarkan udara kurang sehat dan menjadi sarang nyamuk.

Selama ini masyarakat bersama pihak puskesmas dan pemerintah kelurahan, sudah berupaya melakukan pembersihan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Namun masyarakat sepertinya kurang peduli, dengan tetap membuang sampah tidak pada tempatnya.

Dalam diskusi tersebut ia menyarankan pemerintah bisa mengikuti sistem kerja Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Untuk mendeteksi malaria lebih dini, setiap penumpang yang baru turun dari pesawat atau kapal langsung diambil darah untuk mengecek parasit malaria.

Warga yang hasil testnya positif diarahkan ke tempat khusus yang sudah disiapkan untuk menjalani pengobatan. Setelah sembuh baru dipulangkan ke keluarganya. Dengan langkah ini orang yang baru datang benar-benar dipastikan tidak membawa parasit malaria kepada anggota keluarganya.

Sebagai kader, Anelinda menyampaikan dalam melayani pemeriksaan malaria hanya diberikan alat test cepat atau RDT dengan kuota terbatas untuk tiga orang dalam sehari.

“Kalau periksa lebih terpaksa harus tunggu lagi. Ini yang mengurangi kepercayaan kader. Para kader juga harus diperkenalkan di Puskesmas agar diketahui masyarakat bahwa orang ini siap melayani,” sarannya.

Defota Dumatubun, kader malaria wilayah Mapurujaya yang juga pendamping lokal Kampung Distrik Mimika Timur menyampaikan, selama perilaku masyarakat belum sadar minum obat sampai tuntas, malaria tidak akan berkurang.

Terkadang pasien hanya mengkonsumsi obat satu dua hari dan berhenti setelah badan terasa sehat. Kader terpaksa langsung temui pasien dan memastikan jam minum obat sesuai yang ditentukan.

Namun jumlah dengan pasien yang banyak dan jam minum obat berbeda, menjadi kendala bagi kader. Apalagi honor yang diterima sangat kecil, tidak sebanding dengan beban kerja yang tinggi.

Riki yang juga perserta diskusi mengingatkan kepada semua warga yang tinggal di Mimika untuk sama-sama memberikan kontribusi postif dalam menjaga kebersihan.

Ia menyarankan Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia bersinergi dan selalu melibatkan masyarakat kampung dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan malaria. Selain itu perlu dipasang pamflet edukasi malaria di pintu masuk kedatangan di Bandara Mozes Kilangin, Pelabuhan Pomako dan di tempat-tempat umum.

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

15 Oktober 2026
Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026
Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

Dua Koperasi Merah Putih di Mimika Rampung, Operasional Menunggu Sarana

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post

Persiapkan Tim Bola Usia Dini, Puluhan Guru Olahraga di Mimika Ikut Pemusatan Latihan Daerah

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Jacob Toisuta, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Stadion Wania Imipi Jadi Pusat Pelatihan Atlet Daerah Usia Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id