ADVERTISEMENT
Senin, September 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

30 Persen Penderita Malaria di Mimika adalah Kasus Kambuh, Dr Jeanne: Karena Pasien Minum Obat Tidak Tuntas

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk.

7 Juni 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Penyakit Malaria merupakan satu dari sembilan isu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mimika. Ini dikarenakan jumlah penderita merupakan yang terbanyak secara Nasional.

Berbagai program sudah dilakukan sebagai upaya eliminasi malaria secara Nasional tahun 2030, namun belum menunjukan perubahan. Malaria masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Mimika.

ADVERTISEMENT

Apa yang menjadi faktor penyebabnya, berikut penuturan sejumlah sumber yang terungkap dalam diskusi Forum Kemitraan Mukti Pihak (FKMP) yang berlangsung di Hotel Swiss Belinn, Selasa 6 Juni.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dr. Jeanne Rini Poespoprodjo, Sp.A.,MSc., Ph.D mengatakan, 30 persen penderita malaria di Kabupaten Mimika merupakan kasus kambu atau berulang yang disebabkan pasien minum obat tidak tuntas.

Baca Juga

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

Langkah yang perlu dilakukan untuk menurunkan 30 persen kasus malaria kambuh adalah membuka pojok malaria minum obat di tempat. Melalui langkah ini, pasien yang datang berobat langsung minum obat di tempat, sekaligus diberikan edukasi minum obat sampai tuntas sesuai jam yang ditentukan.

“Nyamuk kalau menggigit orang dengan parasit malaria karena minum obat tidak tuntas maka akan membawa parasit baru kepada orang lain,” ujar Jeanne.

Ia sependapat bahwa pengobatan bukan satu-satunya jalan untuk memberantas malaria.

Karena selama nyamuk masih ada dan tidak dilakukan pembasmian, maka malaria akan tetap ada. Maka salah satu cara memutus penyebarannya adalah nyamuk hilang dan didalam tubuh tidak ada bibit malaria.

Jeanne Rini sepakat faktor kebersihan lingkungan menjadi hal yang paling penting dalam mendukung menurunkan jentik-jentik nyamuk. Selain kurang patuh mengkonsumi obat, masyarakat masih kurang peduli akan kebersihan lingkungan. Tingkat pendidikan masyarakat juga turut mempengaruhi masih tingginya kasus malaria.

Pdt. Anelinda Toroby, kader malaria wilayah kerja Puskesmas Wania, Kelurahan Kamoro Jaya SP1 mengatakan, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu faktor tingginya penderita malaria.

Seperti yang terjadi di wilayah kerjanyanya, sampah-sampah dari kota Timika dibuang ke wilayah Kamoro Jaya SP1. Selain menambah masalah sampah, juga menyebarkan udara kurang sehat dan menjadi sarang nyamuk.

Selama ini masyarakat bersama pihak puskesmas dan pemerintah kelurahan, sudah berupaya melakukan pembersihan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Namun masyarakat sepertinya kurang peduli, dengan tetap membuang sampah tidak pada tempatnya.

Dalam diskusi tersebut ia menyarankan pemerintah bisa mengikuti sistem kerja Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Untuk mendeteksi malaria lebih dini, setiap penumpang yang baru turun dari pesawat atau kapal langsung diambil darah untuk mengecek parasit malaria.

Warga yang hasil testnya positif diarahkan ke tempat khusus yang sudah disiapkan untuk menjalani pengobatan. Setelah sembuh baru dipulangkan ke keluarganya. Dengan langkah ini orang yang baru datang benar-benar dipastikan tidak membawa parasit malaria kepada anggota keluarganya.

Sebagai kader, Anelinda menyampaikan dalam melayani pemeriksaan malaria hanya diberikan alat test cepat atau RDT dengan kuota terbatas untuk tiga orang dalam sehari.

“Kalau periksa lebih terpaksa harus tunggu lagi. Ini yang mengurangi kepercayaan kader. Para kader juga harus diperkenalkan di Puskesmas agar diketahui masyarakat bahwa orang ini siap melayani,” sarannya.

Defota Dumatubun, kader malaria wilayah Mapurujaya yang juga pendamping lokal Kampung Distrik Mimika Timur menyampaikan, selama perilaku masyarakat belum sadar minum obat sampai tuntas, malaria tidak akan berkurang.

Terkadang pasien hanya mengkonsumsi obat satu dua hari dan berhenti setelah badan terasa sehat. Kader terpaksa langsung temui pasien dan memastikan jam minum obat sesuai yang ditentukan.

Namun jumlah dengan pasien yang banyak dan jam minum obat berbeda, menjadi kendala bagi kader. Apalagi honor yang diterima sangat kecil, tidak sebanding dengan beban kerja yang tinggi.

Riki yang juga perserta diskusi mengingatkan kepada semua warga yang tinggal di Mimika untuk sama-sama memberikan kontribusi postif dalam menjaga kebersihan.

Ia menyarankan Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia bersinergi dan selalu melibatkan masyarakat kampung dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan malaria. Selain itu perlu dipasang pamflet edukasi malaria di pintu masuk kedatangan di Bandara Mozes Kilangin, Pelabuhan Pomako dan di tempat-tempat umum.

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

213 Liter Sopi Ditemukan dari Barang Bawaan Penumpang KM Leuser, Pemiliknya Misterius

20 September 2026
APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

20 September 2026
Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

20 September 2026
TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

19 September 2026
Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

19 September 2026
Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

19 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post

Persiapkan Tim Bola Usia Dini, Puluhan Guru Olahraga di Mimika Ikut Pemusatan Latihan Daerah

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Jacob Toisuta, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Stadion Wania Imipi Jadi Pusat Pelatihan Atlet Daerah Usia Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id