ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

30 Persen Penderita Malaria di Mimika adalah Kasus Kambuh, Dr Jeanne: Karena Pasien Minum Obat Tidak Tuntas

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk.

7 Juni 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Penyakit Malaria merupakan satu dari sembilan isu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mimika. Ini dikarenakan jumlah penderita merupakan yang terbanyak secara Nasional.

Berbagai program sudah dilakukan sebagai upaya eliminasi malaria secara Nasional tahun 2030, namun belum menunjukan perubahan. Malaria masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Mimika.

Apa yang menjadi faktor penyebabnya, berikut penuturan sejumlah sumber yang terungkap dalam diskusi Forum Kemitraan Mukti Pihak (FKMP) yang berlangsung di Hotel Swiss Belinn, Selasa 6 Juni.

Dr. Jeanne Rini Poespoprodjo, Sp.A.,MSc., Ph.D mengatakan, 30 persen penderita malaria di Kabupaten Mimika merupakan kasus kambu atau berulang yang disebabkan pasien minum obat tidak tuntas.

Baca Juga

Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Langkah yang perlu dilakukan untuk menurunkan 30 persen kasus malaria kambuh adalah membuka pojok malaria minum obat di tempat. Melalui langkah ini, pasien yang datang berobat langsung minum obat di tempat, sekaligus diberikan edukasi minum obat sampai tuntas sesuai jam yang ditentukan.

“Nyamuk kalau menggigit orang dengan parasit malaria karena minum obat tidak tuntas maka akan membawa parasit baru kepada orang lain,” ujar Jeanne.

Ia sependapat bahwa pengobatan bukan satu-satunya jalan untuk memberantas malaria.

Karena selama nyamuk masih ada dan tidak dilakukan pembasmian, maka malaria akan tetap ada. Maka salah satu cara memutus penyebarannya adalah nyamuk hilang dan didalam tubuh tidak ada bibit malaria.

Jeanne Rini sepakat faktor kebersihan lingkungan menjadi hal yang paling penting dalam mendukung menurunkan jentik-jentik nyamuk. Selain kurang patuh mengkonsumi obat, masyarakat masih kurang peduli akan kebersihan lingkungan. Tingkat pendidikan masyarakat juga turut mempengaruhi masih tingginya kasus malaria.

Pdt. Anelinda Toroby, kader malaria wilayah kerja Puskesmas Wania, Kelurahan Kamoro Jaya SP1 mengatakan, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu faktor tingginya penderita malaria.

Seperti yang terjadi di wilayah kerjanyanya, sampah-sampah dari kota Timika dibuang ke wilayah Kamoro Jaya SP1. Selain menambah masalah sampah, juga menyebarkan udara kurang sehat dan menjadi sarang nyamuk.

Selama ini masyarakat bersama pihak puskesmas dan pemerintah kelurahan, sudah berupaya melakukan pembersihan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Namun masyarakat sepertinya kurang peduli, dengan tetap membuang sampah tidak pada tempatnya.

Dalam diskusi tersebut ia menyarankan pemerintah bisa mengikuti sistem kerja Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Untuk mendeteksi malaria lebih dini, setiap penumpang yang baru turun dari pesawat atau kapal langsung diambil darah untuk mengecek parasit malaria.

Warga yang hasil testnya positif diarahkan ke tempat khusus yang sudah disiapkan untuk menjalani pengobatan. Setelah sembuh baru dipulangkan ke keluarganya. Dengan langkah ini orang yang baru datang benar-benar dipastikan tidak membawa parasit malaria kepada anggota keluarganya.

Sebagai kader, Anelinda menyampaikan dalam melayani pemeriksaan malaria hanya diberikan alat test cepat atau RDT dengan kuota terbatas untuk tiga orang dalam sehari.

“Kalau periksa lebih terpaksa harus tunggu lagi. Ini yang mengurangi kepercayaan kader. Para kader juga harus diperkenalkan di Puskesmas agar diketahui masyarakat bahwa orang ini siap melayani,” sarannya.

Defota Dumatubun, kader malaria wilayah Mapurujaya yang juga pendamping lokal Kampung Distrik Mimika Timur menyampaikan, selama perilaku masyarakat belum sadar minum obat sampai tuntas, malaria tidak akan berkurang.

Terkadang pasien hanya mengkonsumsi obat satu dua hari dan berhenti setelah badan terasa sehat. Kader terpaksa langsung temui pasien dan memastikan jam minum obat sesuai yang ditentukan.

Namun jumlah dengan pasien yang banyak dan jam minum obat berbeda, menjadi kendala bagi kader. Apalagi honor yang diterima sangat kecil, tidak sebanding dengan beban kerja yang tinggi.

Riki yang juga perserta diskusi mengingatkan kepada semua warga yang tinggal di Mimika untuk sama-sama memberikan kontribusi postif dalam menjaga kebersihan.

Ia menyarankan Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia bersinergi dan selalu melibatkan masyarakat kampung dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan malaria. Selain itu perlu dipasang pamflet edukasi malaria di pintu masuk kedatangan di Bandara Mozes Kilangin, Pelabuhan Pomako dan di tempat-tempat umum.

Pemerintah juga harus tegas kepada pengusaha galian C untuk menutup kembali lubang bekas galian, karena jika dibiarkan akan menjadi lokasi genangan air dan tempat berkembangbiak jentik nyamuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

5 Oktober 2026
Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

5 Oktober 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Pemkab Mimika Siapkan Pemuda Jadi Pemimpin, Tak Boleh Hanya Jadi Penonton Pembangunan

5 Oktober 2026
Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

Cerita, Tarian hingga Kuliner Amungme-Kamoro Ramaikan Festival Budaya Mimika

5 Oktober 2026
29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

29 Sekolah Dilibatkan, Mimika Siapkan Generasi Muda Jadi Penjaga Budaya Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026
Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

Keributan Pelajar Berujung Bentrokan Warga Dua Kampung di Mimika Timur Jauh

5 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    582 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post

Persiapkan Tim Bola Usia Dini, Puluhan Guru Olahraga di Mimika Ikut Pemusatan Latihan Daerah

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Triwulan Pertama, Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika Rp1,20 Triliun

Jacob Toisuta, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Stadion Wania Imipi Jadi Pusat Pelatihan Atlet Daerah Usia Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id