ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

BPS Mimika Laksanakan Uji Publik Data Warga Penerima Manfaat

Uji publik ini merupakan tindaklanjut dari perintah Bappenas, agar BPS Mimika membuat Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang bertujuan menghimpun database Keluarga Penerima Manfaat.

4 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura mengemukakan saat ini Forum Komunikasi Publik (FKP) sementara melaksanakan uji publik data warga Mimika.

Uji publik yang sudah berlangsung sejak tanggal 2 Mei akan berakhir tanggal 21 Mei 2023, dilakukan setelah BPS menerima kembali database dari Bappenas untuk dipotret guna mengupdate data kepala keluarga di lapangan.

ADVERTISEMENT

“Jadi sekarang teman-teman lagi di kampung-kampung. Kemarin sudah di wilayah Limau Asri, sekarang di Mimika Timur dan beberapa tempat lainnya,”ujar Ouceu Satydipura kepada Koranpapua.id di ruang kerjanya, kemarin.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Untuk wilayah pesisir dan pedalaman langsung dipusatkan di distrik atau salah satu kampung terdekat, karena geografisnya sulit dijangkau.

Baca Juga

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

Dikatakan, uji publik ini merupakan tindaklanjut dari perintah Bappenas pada akhir Tahun 2022, agar BPS Mimika membuat Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang bertujuan menghimpun database Keluarga Penerima Manfaat.

Dengan data ini kedepan, semua penerima manfaat baik Penerima Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan lainnya lewat PT Pos Indonesia akan menggunakan database terbaru.

“Datanya sudah kami serahkan tahun lalu. Namun Bappenas sudah kembalikan ke kami untuk mencocokan di masyarakat melalui Forum Komunikasi Publik,” jelas Ouceu Satyadipura.

Petugas yang saat ini lagi turun ke kampung-kampung akan bertemu  dengan kepala kampung dan tokoh masyarakat, untuk mengkonfirmasi langsung warga yang benar-benar berhak menerima manfaat.

Petugas juga akan melakukan pendataan warga yang layak menerima manfaat namun belum terdata. Termasuk mengecek warga yang selama ini sudah terdata masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Petugas dalam uji publik ini dalam satu tempat tidak banyak. Ada yang disebut sebagai fasilitator yaitu kepala kampung/desa, karena kegiatan ini atas undangan mereka. Kemudian asisten fasilitator dua orang dan petugas administrator komputer satu orang dari BPS bersama mitra.

Terkait warga yang dinilai mampu juga menerima bantuan, Ouceu Satyadipura menuturkan, data yang dipakai sekarang adalah data lama Tahun 2015 yang belum diupdate lagi.

Data itu awalnya dibuat oleh BPS tahun 2015 atas perintah Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNPK) yang diketuai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Masuk akhir tahun 2015, BPS serahkan kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Kemudian data itu diturunkan kembali oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) di level provinsi dan kabupaten/kota, yang seharusnya data ini diupdate setiap tahun.

“Apakah itu diupdate atau tidak saya tidak tahu. Bayangkan saja sudah tujuh tahun tetap dipakai hingga tahun 2022. Memang benar jika datanya tidak diupdate, maka yang dulunya miskin tapi sekarang pakai Pajero jangan heran. Makanya pentingnya mengupdate data Regsosek setiap tahun. Kalau datanya tidak update setiap tahun pasti rusak,” katanya.

Ouceu Satyadipura menambahkan, ketika masih menjabat Kepala BPS Nabire ada yang mengatakan data BPS yang rusak. Atas pernyataan ini melalui siaran RRI, ia menegaskan kesalahan data itu bukan lagi pada BPS, karena data BPS hanya 2015.

Tugas untuk mengupdate data ada di pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial.

“Ini sebenarnya kerja tim. Untuk di tingkat Nasional diketuai Wakil Presiden, provinsi wakil gubernur dan kabupaten/kota oleh wakil bupati/walikota,” katanya.

“Jadi masalah di kita, apabila salah satu atau dua distrik atau kampung yang belum masukan data maka otomatis tidak bisa diambil. Karena tidak serentak selesai. Jadi kita tidak bisa salahkan TPKD juga. Harus ada sinegisitas sampai dengan satuan pemerintah  terkecil RT dan RW setempat. Namun orang lebih gampang salahkan BPS,” paparnya.

Selain itu katanya, untuk menentukan miskin dan tidaknya warga bukan BPS melainkan Pusat. BPS hanya melakukan Regsosek lalu datanya dikirim kembali ke Pusat untuk diverifikasi menentukan keluarga yang masuk kategori miskin.

“Timika saya sudah koordinasi dengan Kepala Disdukcapil dan KPU. Sekarang tidak bisa lagi bilang angka BPS, yang ada hanya angka Mimika. Semuanya kerja bareng. Bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan,” tandasnya. (redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026
Konflik Kapiraya Memanas, Kantor Distrik dan 18 Rumah Warga Terbakar

Hindari Bentrok Terulang: Pemprov Papua Tengah Didesak Segera Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Kapiraya

29 Mei 2026
Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

29 Mei 2026
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

29 Mei 2026
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

29 Mei 2026
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    643 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post

Masjid Agung Babussalam Timika yang Baru Diperkirakan Tampung 7 Ribu Jemaah

Dinkes Mimika Rayakan Halal Bi Halal, Plt Bupati Ajak ASN Tetap Jaga Kekompakan

226 Peserta dari Delapan Kabupaten di Papua Tengah Lulus Seleksi IPDN Tahun 2023

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id