ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami”.

29 Mei 2026
0
Langkah Kecil dari Mokwam: Napaki Jalan Panjang Anak-anak Papua untuk Bisa Sekolah

Kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di balik hijaunya hutan dan pesona Burung Cenderawasih di Kampung Syoubri, Distrik Mokwam, tersimpan kisah perjuangan yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Di wilayah yang dikenal dunia karena kekayaan alamnya itu, anak-anak Papua setiap hari menapaki jalan panjang demi satu harapan sederhana: tetap bisa sekolah.

ADVERTISEMENT

Suasana haru menyelimuti kunjungan kerja Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, I Gusti Ketut Suardana, ke SMPTKN Manokwari, Senin pekan lalu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah dan minimnya tenaga pendidik, suara polos para siswa terdengar lirih namun penuh makna.

Baca Juga

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

“Kami ingin tetap sekolah, jangan tinggalkan kami,” tutur para siswa lirih seperti dilansir Humas Kemenag Papua Barat

Kalimat sederhana itu menjadi potret nyata kehidupan anak-anak di wilayah pegunungan Mokwam.

Sebagian dari mereka harus berjalan berjam-jam menuju sekolah, melewati jalan berbatu, tanjakan, dan hutan, bahkan tanpa sepatu yang layak.

Dalam kunjungan tersebut, Gusti didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen, Sakeus Ullo, sekaligus memperkenalkan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah yang baru, Jandra Rambing.

Bagi Gusti, perjuangan para guru dan siswa di SMPTKN Manokwari bukan sekadar cerita tentang pendidikan, melainkan tentang menjaga masa depan Papua dari wilayah-wilayah paling terpencil.

Ia mengaku bangga terhadap para guru yang tetap memilih mengabdi di tengah hutan Papua dengan segala keterbatasan akses dan fasilitas.

“Kami hadir untuk memberi dukungan dan semangat. Pendidikan sangat penting untuk masa depan, untuk membangun dan mengabdi bagi Tanah Papua,” ujarnya di hadapan para siswa.

“Tantangan kalian berbeda dengan anak-anak di kota. Hilangkan rasa malas, terus belajar, karena kalau bukan kalian, siapa lagi yang akan membangun Papua,” pesannya bijak.

Ia juga menegaskan bahwa SMPTKN Manokwari merupakan sekolah gratis yang dibiayai langsung oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimas Kristen.

Pemerintah terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman.

Di tengah keterbatasan itu, semangat anak-anak tetap menyala. Salah satunya datang dari kisah Fince Mandacan.

Setiap hari, ia harus berjalan sekitar satu setengah jam untuk tiba di sekolah. Perjalanan panjang itu tidak membuatnya menyerah.

“Walau kami hanya sedikit siswa, kami ingin fasilitas sekolah bisa dilengkapi. Kami tetap semangat sekolah untuk meraih cita-cita kami,” tuturnya pelan.

Harapan serupa juga disampaikan para guru. Mereka berharap adanya perhatian lebih, terutama pembangunan asrama bagi siswa yang berasal dari kampung-kampung jauh dengan medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah baru, Jandra Rambing, mengajak seluruh siswa untuk tetap menjaga semangat belajar.

“Semangat belajar, singkirkan rasa malas, karena cita-cita besar hanya bisa diraih dengan usaha dan kerja keras,” katanya.

Pertemuan sederhana itu ditutup dengan pembagian paket alat tulis kepada para siswa.

Senyum kecil tampak menghiasi wajah anak-anak yang sejak pagi menunggu di ruang kelas sederhana mereka.

Di ruangan yang jauh dari kemewahan, harapan tetap tumbuh perlahan.

Kampung Syoubri sendiri merupakan salah satu dari 12 kampung wisata di Distrik Mokwam yang dikenal memiliki tujuh jenis burung cenderawasih, burung pintar yang mampu membedakan warna daun, hingga pohon pisang raksasa yang telah dikenal luas.

Namun di balik kekayaan alam yang memukau itu, tersimpan perjuangan besar anak-anak Papua dalam menjaga harapan lewat pendidikan.

Dari ruang-ruang kelas sederhana di kaki pegunungan Mokwam, mereka sedang belajar mengejar mimpi dan menyiapkan masa depan bagi Tanah Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

29 Agustus 2026
Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

Kuliah Perdana ITB Dibuka, 176 Mahasiswa Disiapkan Jadi Generasi Penggerak Teluk Bintuni

29 Agustus 2026
Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

Jaga Stabilitas Wilayah Perbatasan: Satgas Pasgat Oksibil dan Apkam Gelar Dialog Terbuka Bersama Ormas Bintang Sifik

29 Agustus 2026
Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

Freeport dan Tempo Institute Perkuat Kapasitas Jurnalis Papua Tengah, 27 Wartawan Ikuti Program Pengembangan

29 Agustus 2026
Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

Nasib 700 Pekerja TKBM Pomako Jadi Sorotan, DPRK Mimika Beri Pengurus Koperasi Waktu Tiga Bulan

29 Agustus 2026
DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

29 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Target 50 Persen Tak Tercapai, Serapan Otsus Mimika Baru 29 Persen, Tahap Kedua Terancam Gagal

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Ivent Jakarta Athletics League 2026: Tim Papua Athletics Center Raih Satu Emas dan Dua Perak

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Bayi di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Mahasiswa Yahukimo Sukses Gelar Pentas Seni Budaya Papua di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id