TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 610 atlet dari berbagai daerah di Papua mengikuti Turnamen Taekwondo Bupati Mimika Cup I Tahun 2025 yang berlangsung di GOR Futsal Timika, Jumat 12 Desember 2025.
Ajang ini digelar selama tiga hari dan diikuti peserta berusia 7 hingga 25 tahun, melibatkan 19 dojang (tempat latihan) dari Mimika, Tembagapura, Sorong, Asmat, Nabire, Jayapura Kabupaten, dan Kota Jayapura.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong kerika membuka turnamen tersebut menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk membina dan melahirkan atlet-atlet berprestasi di seluruh Papua.
“Melalui taekwondo, kita tidak hanya melatih fisik dan teknik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kehormatan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting bagi generasi muda kita,” ujar Kemong.
Kepada para atlet, ia berpesan agar menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga.
“Junjung tinggi sportivitas. Menanglah dengan rendah hati dan kalahlah dengan lapang dada. Esensi olahraga adalah persahabatan dan kebersamaan,” tambahnya.
Wakil Bupati juga memberi apresiasi kepada panitia atas kesiapan dan kerja keras dalam menyelenggarakan turnamen ini.
Ia mengajak seluruh pihak untuk turut menyukseskan kegiatan hingga penutupan pada Minggu mendatang.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Kompol Saidah Hobrouw, menjelaskan bahwa kompetisi ini menjadi rangkaian penutup seluruh event taekwondo yang digelar di Kabupaten Mimika sepanjang 2025.
Selain memeriahkan agenda olahraga daerah, turnamen ini juga menjadi wadah penting untuk menjaring talenta baru menuju kejuaraan nasional maupun internasional.
“Peserta yang bertanding berasal dari usia 7 hingga 25 tahun, dengan total 19 dojang dari Mimika, Tembagapura, Sorong, Asmat, Nabire, Jayapura Kabupaten, dan Kota Jayapura,” jelasnya.
Saidah menambahkan, saat ini empat atlet taekwondo asal Mimika tengah berlaga di PON Bela Diri mewakili Papua Tengah. Meski belum meraih gelar juara, mereka berhasil mencapai babak semifinal.
“Ini menjadi pengalaman dan pelajaran berharga. Kita harus terus berlatih, menyesuaikan diri dengan sistem, serta mengikuti perkembangan aturan dan teknik terbaru dalam taekwondo,” tutupnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










