ADVERTISEMENT
Selasa, April 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

Perlu ada pertanggungjawaban sebab sebelumnya ada tertuang di dalam perjanjian bahwa setelah lulus dari perguruan tinggi mereka harus minimal mengabdi selama 10 tahun di Merauke.

27 Februari 2026
0
Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

Bupati Merauke, Yoseph Gebze (Foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MERAUKE, Koranpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengirim putra dan putri Merauke melanjutkan pendidikan program kedokteran di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Seluruh biaya perkualiahan sampai selesai ditanggung Pemkab Merauke, dengan tujuan agar setelah menyelesaikan pendidikan dapat kembali mengabdi sebagai dokter di Merauke.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun dalam kenyataannya, mereka yang sudah menyandang gelar dokter lebih memilih untuk bekerja di luar Merauke dan Papua dari pada kembali mengabdi di daerah.

Baca Juga

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Keluhan dan rasa kecewa ini disampaikan Bupati Merauke, Yoseph Gebze di hadapan para lurah, RT dan RW di Distrik Merauke yang hadir dalam pertemuan di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu 25 Februari 2026 seperti yang dikutip dari suara.merauke.go.id

Hal itu itu disampaikan Bupati Yoseph menjawab keluhan yang disampaikan dalam pertemuan itu, terkait pelayanan kesehatan dan kekurangan tenaga dokter di RSUD Merauke

”Banyak anak yang kita sekolahkan tetapi setelah lulus mereka lebih memilih bertugas di daerah lain,” sesal Bupati Yoseph.

Terkait kondisi itu, Bupati Yoseph berencana melakukan koordinasi dengan para orang tua yang pernah datang meminta supaya pemerintah daerah membiayai anak-anaknya kuliah kedokteran.

Dikatakan, perlu ada pertanggungjawaban sebab sebelumnya ada tertuang di dalam perjanjian bahwa setelah lulus dari perguruan tinggi mereka harus minimal mengabdi selama 10 tahun di Merauke.

”Uang yang mereka pakai itu sebenarnya hak kita di Merauke. Pertanggungjawaban mereka terhadap publik itu harusnya mengabdi di Merauke,” tegas Bupati Yoseph.

Ke depan, Pemkab Merauke akan lebih selektif terhadap bantuan pendidikan, supaya arah dan tujuan bantuan berdampak positif baik secara pribadi penerima maupun kepada daerah. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

Papua Darurat Ganja: Aparat Gabungan Temukan 226 Batang Ganja Siap Panen

13 April 2026
Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

Kemiskinan di Papua Raya di Atas Rata-rata Nasional, Sepertiga Warga Papua Tengah Hidup Miskin

13 April 2026
Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

Potret Humanis: Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Perkampungan Heinekombe

13 April 2026
Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

Prof. Dr. Nico Syukur Dister OFM Meninggal Dunia, Imam Teolog yang 40 Tahun Bermisi di Tanah Papua

13 April 2026
Lindungi dan Berdayakan OAP, Dinas Satpol PP Mimika Sosialisasikan Perda UMKM

Lindungi dan Berdayakan OAP, Dinas Satpol PP Mimika Sosialisasikan Perda UMKM

13 April 2026
Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

Iwan Anwar Tegaskan Perda UMKM OAP Bersifat Afirmatif, Bukan Diskriminatif

13 April 2026

POPULER

  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    595 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Bahas Berbagai Isu Kruasil, MRP se-Papua Raya Audensi dengan DPD RI di Jakarta

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Proyek Perpustakaan di SMPN Jila Rp950 Juta Masuk Radar Kejari Mimika, Sejumlah Saksi Diperiksa

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Diduga Terlibat Skandal Korupsi Baju Dinas, Senator PFM Desak Penyidik Periksa Ketua DPRD PBD

Diduga Terlibat Skandal Korupsi Baju Dinas, Senator PFM Desak Penyidik Periksa Ketua DPRD PBD

Garuda Buka Rute Timika-Jakarta Via Denpasar, Penerbangan Dimulai Minggu 29 Februari 2026

Garuda Buka Rute Timika-Jakarta Via Denpasar, Penerbangan Dimulai Minggu 29 Februari 2026

Lemasko Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Tokoh Muda Mimika Alexsander Omaleng

Lemasko Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Tokoh Muda Mimika Alexsander Omaleng

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id