ADVERTISEMENT
Selasa, April 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Disperkimtan Mimika Kelola Anggaran Rp242 Miliar, Targetkan Pembangunan 343 Rumah Layak Huni

Abriyanti: Saat ini masyarakat tidak lagi mengajukan proposal langsung ke dinas, melainkan melalui pemerintah distrik setempat.

6 Maret 2026
0
Disperkimtan Mimika Kelola Anggaran Rp242 Miliar, Targetkan Pembangunan 343 Rumah Layak Huni

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Mimika, Abriyanti Nuhuyanan. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id–Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Mimika, memprioritaskan sejumlah program pembangunan di tahun 2026.

Dari total anggaran yang tertera dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026 sebesar Rp242 miliar akan dimanfaatkan untuk mendanai sejumlah program utama.

ADVERTISEMENT

Abriyanti Nuhuyanan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Mimika, mengatakan program utama yang menjadi fokus tahun ini adalah pembangunan 343 unit rumah layak huni.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ratusan rumah tersebut akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah serta korban bencana di beberapa titik di wilayah Kabupaten Mimika.

Baca Juga

Perkuat Misi YPPK, Uskup Timika: Ide Sudah Didiskusikan, Saatnya Bersinergi Nyata

Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

“Program yang paling banyak adalah pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat tidak mampu dan korban bencana. Itu menjadi prioritas utama kami,” ujar Abriyanti kepada koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 6 Maret 2026.

Selain pembangunan rumah layak huni, pihaknya juga memprioritaskan penyelesaian konflik pertanahan, fasilitasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Termasuk pembangunan penerangan jalan pedesaan yang memanfaatkan energi solar cell.

Dijelaskan, dari 343 unit rumah yang akan dibangun, 294 unit yang dibiayai melalui APBD, 13 unit rumah diperuntukkan bagi korban bencana, serta 36 unit didanai melalui program Otonomi Khusus (Otsus).

Menurut Abriyanti, pembangunan rumah tersebut akan tersebar di berbagai wilayah Mimika.

Namun pada tahun ini tidak ada pembangunan di beberapa distrik wilayah pegunungan seperti Tembagapura, Hoya, Alama, dan Jila.

Hal itu, dikarenakan pemerintah pada tahun sebelumnya telah melaksanakan pembangunan di wilayah tersebut.

“Untuk tahun ini pembangunan lebih difokuskan di wilayah kota dan pesisir. Wilayah pegunungan kemungkinan akan kembali diprioritaskan tahun 2027, tergantung kemampuan anggaran dan usulan dari Musrenbang,” jelasnya.

Terkait mekanisme pengajuan bantuan rumah, Abriyanti menjelaskan bahwa saat ini masyarakat tidak lagi mengajukan proposal langsung ke dinas, melainkan melalui pemerintah distrik setempat.

Hal ini dilakukan agar distrik dapat melakukan verifikasi awal terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Beberapa dokumen yang harus disiapkan oleh calon penerima bantuan di antaranya fotokopi KTP, Kartu Keluarga, bukti kepemilikan tanah.

Dokumen lainnya yakji, surat keterangan tidak mampu dari distrik, surat pernyataan status tanah clean and clear dari kepala distrik, serta dokumentasi kondisi rumah jika rumah yang ditempati sudah tidak layak.

Setelah dokumen disiapkan, pihak distrik akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi calon penerima bantuan.

Usulan tersebut kemudian disusun berdasarkan skala prioritas sebelum diajukan ke dinas untuk dilakukan verifikasi lanjutan.

“Prosesnya ada double verification. Jadi setelah usulan dari distrik masuk, kami juga turun lagi ke lapangan untuk memastikan calon penerima memenuhi syarat sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jenis rumah yang dibangun akan disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Di wilayah pesisir dan pegunungan umumnya menggunakan konstruksi rumah kayu, sedangkan di wilayah perkotaan menggunakan rumah beton.

“Nilai pembangunan setiap rumah juga berbeda-beda karena dipengaruhi oleh jenis konstruksi dan lokasi pembangunan, termasuk biaya pengangkutan material ke daerah pesisir maupun pegunungan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Tegas Menolak Perluasan Perkebunan Sawit dan PSN

Perkuat Misi YPPK, Uskup Timika: Ide Sudah Didiskusikan, Saatnya Bersinergi Nyata

20 April 2026
Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

20 April 2026
Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

20 April 2026
Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

20 April 2026
Dua Rumah di Kadun Jaya Mimika Terbakar, Seluruh Isi Rumah Hangus Tak Tersisa

Dua Rumah di Kadun Jaya Mimika Terbakar, Seluruh Isi Rumah Hangus Tak Tersisa

20 April 2026
Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

20 April 2026

POPULER

  • Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
  • Dapodik Mimika Bermasalah, Kadisdik: Data Pusat dan Kondisi Rill di Sekolah Jauh Berbeda

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Kereta Api Segera Hadir di Papua: Rute Pertama Hubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Keributan di Tengah Suasana Duka, Satu Warga Dilaporkan Tewas, Empat Polisi Terluka

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM di Seluruh Wilayah Papua

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kode Wanita Berjaket Loreng Terekam CCTV Sebelum Gedung RSUD Paniai Terbakar

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Musrenbang Distrik Jita Hasilkan 129 Usulan Program Pembangunan untuk RKPD 2027

Musrenbang Distrik Jita Hasilkan 129 Usulan Program Pembangunan untuk RKPD 2027

Dihantam Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, KM Jaya Baru Dilaporkan Tenggelam di Muara Poumako

Dihantam Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, KM Jaya Baru Dilaporkan Tenggelam di Muara Poumako

Satu Pelaku Perampasan Senjata di Mile 50 Tembagapura Ditangkap

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id