ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

“Ke depan wilayah Papua Pegunungan akan mengedepankan hukum positif. Setiap pelaku maupun aktor di balik konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”

17 Mei 2026
0
Konflik Antarsuku OAP di Jayawijaya: Bupati Atenius Tegaskan Penegakan Hukum

Bupati Atenius Murip menyampaikan hasil kesepakatan bersama terkait situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAWIJAYA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan telah mengambil sikap terkait konflik antarsuku Orang Asli Papua (OAP) yang menewaskan sejumlah warga dan melukai puluhan orang lainnya di wilayah itu.

Pemkab bersama pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat keamanan telah menyepakati penghentian konflik antarsesama OAP.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, melalui rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika, Sabtu, 16 Mei 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya konflik yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Pemerintah memastikan massa dari masing-masing pihak yang terlibat konflik kembali ke kabupaten asal.

Baca Juga

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

“Konflik antar sesama OAP di wilayah Papua Pegunungan resmi dinyatakan berhenti mulai Sabtu 16 Mei 2026. Massa dari masing-masing pihak akan dipulangkan ke daerah asal,” ujar Atenius Murip dalam rilis tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk tidak lagi menerapkan praktik pembayaran kepala dalam penyelesaian konflik.

Seluruh elemen masyarakat didorong aktif membangun kesadaran publik agar tidak terjadi pembunuhan, peperangan, maupun pertikaian dalam bentuk apa pun.

Atenius Murip menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga stabilitas sosial. “Seluruh elemen masyarakat harus membangun kesadaran tentang pentingnya persaudaraan, persatuan, perdamaian, dan kasih sayang antar sesama,” tegasnya.

Pemerintah juga memastikan langkah penegakan hukum berjalan tegas terhadap pelaku konflik. Setiap aktor yang terlibat akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penangkapan hingga pemidanaan.

“Ke depan wilayah Papua Pegunungan akan mengedepankan hukum positif. Setiap pelaku maupun aktor di balik konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Atenius.

Dalam upaya pencegahan konflik ke depan, pemerintah di bawah koordinasi Ribka Haluk segera menyusun regulasi berupa perdasus dan perdasi guna memperkuat perlindungan hukum di Papua Pegunungan.

Selain membahas keamanan, rapat juga menyoroti musibah putusnya Jembatan Uwe yang mengakibatkan 33 korban jiwa. Hingga saat ini, 22 korban telah ditemukan, sementara 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari SAR dan TNI melanjutkan pencarian selama lima hari ke depan. Aparat keamanan bersama lembaga pembela HAM juga mulai melakukan pendataan korban dengan mendatangi rumah warga di sekitar Kali Uwe.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan mendukung proses penanganan yang berlangsung serta kembali menjalankan aktivitas seperti biasa mulai Senin besok. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

30 Mei 2026
SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

30 Mei 2026
Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

30 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

30 Mei 2026
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

30 Mei 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    716 shares
    Bagikan 286 Tweet 179
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Wilayah Mimika dan Paniai Diguyur Hujan

Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Wilayah Tenggara Boven Digoel Diguncang Gempa Magnitudo 5,2

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id