ADVERTISEMENT
Jumat, September 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

21 November 2023
0
Ayub Seda Gadi, Sorang Muslim ‘Neka Tana’ Tempat Pemakaman Uskup Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr

Ayub Seda Gadi melakukan ritual adat neka tana di depan Halaman Gereja Imaculata Ndona, Selasa 21 November 2023.(Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ayub Seda Gadi, seorang muslim putra dari Mosalaki Ndona, Mohammad Nur Djou melakukan upacara adat ‘neka tana’ tempat pemakaman Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

Pelaksanaan ritual adat ini berlangsung, Selasa 21 November 2023 sekitar pukul 07.15.

Neka tana disaksikan pastor serta masyarakat adat Ndona persis di halaman Gereja Imaculata Ndona. Gereja ini sebelumnya menjadi pusat Paroki Umat Katolik Ndona sebelum dibangun gereja baru yang letaknya berdekatan.

ADVERTISEMENT

Dengan dibangunnya gereja baru, maka bangunan gereja tersebut diserahkan ke Keuskupan Agung Ende.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ayub kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Selasa siang menjelaskan, upacara neka tana yang dilakukannya menggantikan sang ayah, Mohamad Nur Djou.

Baca Juga

Putus Siklus Balas Dendam, Mimika Bentuk Tim Terpadu Tangani Konflik Kwamki Narama

PTFI Kirim Bantuan Rp2,5 Miliar dan Tim Medis untuk Korban Gempa NTT

Ritual ini wajib dilakukan oleh tua adat (mosalaki-red) pemegang hak ulayat. Upacara neka tana ini selain untuk orang yang meninggal juga berlaku dalam setiap pembangunan rumah, gedung sekolah dan gereja.

“Ini menjadi kewenangan mosalaki pemilik hak ulayat.  Upacara kebesaran ini secara turun temurun dari leluhur kita yang menguasai hak ulayat tana gadi,” ujarnya.

Ayub menuturkan, memang banyak mosalaki tetapi untuk wilayah tanah adat tana Gadi kewenangannya berada di keturunan Gadi Gaa. Apa yang dilakukan ini merupakan melanjutkan warisan leluhur Gadi Gaa.

“Sekarang bapa di rumah sementara menjalani tugas sebagai mosalaki. Tapi bapa belum bisa keluar rumah, bapa mandatkan ke saya sebagai anak sulung laki-laki untuk jalankan amanat itu,” paparnya.

Ayub sebelum melaksanakan amat tersebut sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan anggota keluarga besar yang lebih tua. Semuanya menyetujui Ayub menjalankan amanat tersebut.

Ayub mengaku peristiwa ini menjadi viral karena tidak biasanya seorang muslim neka tana pertama dalam upacara adat untuk pemakaman seorang Uskup pemimpin umat gereja Katolik.

Menurut Ayub, dengan adanya peristiwa iman ini semakin melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi masyarakat Ndona Ende yang digaungkan dari Ende ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang juga digaungkan dari Ende ke seantero nusantara.

Kepergian Uskup Sensi sebagai sosok pemimpin gereja Katolik bukan hanya dirasakan oleh umat Katolik saja, tetapi dialami juga oleh umat Muslim Ndona seluruhnya.

Almarhum Uskup Mgr Sensi bagi Ayub, merupakan sosok pemimpin Gereja Katolik yang bisa masuk dan diterima oleh semua kalangan dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat khususnya di Ndona.

“Ini merupakan suatu yang luar biasa teladan hidup yang diwariskan pemimpin Gereja lokal Ende selama ini,” kata Ayub.

Masih segar dalam ingatan Ayub, setiap hari raya raya Idul Fitri, upacara adat di Ndona Uskup Sensi bersama para imam dan biarawati dari Susteran Wajah Kudus selalu hadir bersama umat muslim.

Dalam kebersamaan itu Uskup Sensi biasanya selalu membuka diri bersama umat muslim dalam membangun nilai-nilai toleransi.

Begitupun pada hari raya Natal 25 Desember setiap tahun, umat muslim Ndona datang mengucapkan selamat kepada Uskup Sensi, para pastor dan suster Wajah Kudus.

“Kita biasanya undang pada acara halal bi halal dan bapa uskup bersama para imam serta suster hadir. Mereka selalu hadir dalam setiap acara apa saja baik keagamaan maupun adat. Kami selalu silaturahmi dengan keluarga besar keuskupan,” kisah Ayub.

Kesan lain almarhum Uskup Sensi di mata Ayub, adalah selain seorang pemimpin juga pribadi yang mudah membangun komunikasi di masyarakat.

Uskup Sensi berkomunikasi dengan siapa saja tanpa ada sekat perbedaan, berteman dan bersahabat.

“Kami sangat menghargai beliau dan menghormatinya sebagai pemimpin. Kesehariannya sangat dekat dengan umat,” kenang Ayub.

Ayub bersama keluarga besarnya di Ndona sebagai tetangga sangat merasakan kehilangan.

Sebagai bentuk turut berbela sungkawa, kata Ayub, dalam acara penguburan, Kamis 23 November 2023 panitia akan melibatkan remaja mesjid untuk menjadi pagar betis, petugas keamanan dan mengundang secara khusus ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda Ndona. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

WVI Dorong Kader Posyandu di Mimika Aktif Ingatkan Orangtua soal Imunisasi

WVI Dorong Kader Posyandu di Mimika Aktif Ingatkan Orangtua soal Imunisasi

11 September 2026
Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Kader Posyandu Mimika Didorong Naik Kelas hingga Tingkat Nasional

11 September 2026
Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Kader Posyandu di Mimika Dituntut Tak Sekadar Aktif Saat Hari Buka

11 September 2026
Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

11 September 2026
Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

10 September 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

10 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
Next Post
Lurah, kepala kampung foto bersama Septinus Timang, Staf Ahli Bupati Mimika, Sekretaris Bakesbangpol Mimika, panitia dan pemateri setelah pembukaan, Rabu 22 November 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kepala Kampung dan Lurah Distrik Miru dan Wania di Mimika Mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam Heri Wiranto saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Selasa (21/11/2023). (foto. ist/koranpapuaid)

KKB Jadi Potensi Kerawanan Pemilu 2024 di Papua

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

ASN Bisa Langsung Dipecat Bila Lakukan Empat Tindakan Ini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id