ADVERTISEMENT
Selasa, September 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

"Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan”.

17 Juli 2026
0
Dihadapkan Penolakan hingga Ancaman Keamanan, BPS Mimika: Pendataan SE 2026 Baru 41 Persen

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mengungkapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain penolakan dari sebagian masyarakat dan pelaku usaha, petugas juga harus menghadapi kendala keamanan di sejumlah wilayah pedalaman yang mengalami konflik antarsuku.

ADVERTISEMENT

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto KS, SST., MM mengatakan hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan lapangan baru mencapai sekitar 41 persen. Pendataan masih akan terus dilakukan hingga akhir Agustus 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Hingga saat ini pelaksanaan pendataan lapangan sudah mencapai sekitar 41 persen dan akan terus berjalan sampai akhir Agustus nanti,” kata Dian saat diwawancarai Koranpapua.id di ruang kerjanya, Jumat 17 Juli 2026.

Baca Juga

Solidaritas untuk Flores, IPSU Papua Barat Daya Galang Rp20,2 Juta

Posyandu TSM Karya Kencana Dipuji Aktif Jemput Bola Layani Warga

Menurut Dian, tantangan terbesar yang dihadapi petugas sensus adalah penolakan dari sebagian responden. Penolakan tersebut terjadi baik dari masyarakat maupun pelaku usaha.

“Ada yang menolak didata. Salah satu alasannya karena mereka menganggap pendataan ini tidak ada kaitannya dengan bantuan pemerintah. Ada juga yang memiliki alasan lain sehingga enggan memberikan data,” ujarnya.

Di lingkungan perusahaan, lanjut Dian, proses pendataan dilakukan dengan metode yang berbeda-beda.

Sebagian perusahaan memilih mengisi data secara daring melalui sistem yang telah disediakan BPS.

Sementara perusahaan lainnya meminta petugas datang langsung untuk memberikan penjelasan sebelum data diisi.

“Metodenya berbeda-beda. Ada yang menggunakan sistem online, ada juga yang meminta petugas datang langsung. Jadi kami menyesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Selain penolakan, faktor keamanan juga menjadi hambatan serius, terutama di wilayah pedalaman Mimika.

Menurut Dian, terdapat sejumlah kampung yang tidak dapat didatangi secara maksimal karena sedang terjadi konflik antarsuku.

“Kalau di beberapa kampung sedang terjadi perang suku, petugas tidak bisa memaksakan diri. Misalnya datang pagi, siang sudah harus keluar karena situasi keamanan tidak memungkinkan,” ungkapnya.

“Padahal pekerjaan masih banyak dan harus dilanjutkan di hari berikutnya. Faktor keamanan sangat memengaruhi progres pendataan,” bebernya.

Meski dikejar target penyelesaian pendataan, BPS Mimika tetap mengutamakan kualitas data yang dikumpulkan.

Dian menjelaskan, aplikasi yang digunakan petugas telah dilengkapi sistem pendeteksi anomali untuk menemukan data yang tidak wajar.

“Misalnya ada kesalahan saat memasukkan angka, aplikasi akan langsung mendeteksi adanya anomaly,” jelasnya.

Data-data seperti itu akan diverifikasi kembali agar kualitas data tetap terjaga. “Jadi kami tidak hanya mengejar target, tetapi juga menjaga kualitas data yang dihasilkan,” pungkasnya.

Gisel, salah seorang petugas SE 2026 di Mimika mengaku berbagai tantangan harus dihadapi selama melakukan pendataan di lapangan.

Ia mengatakan penolakan menjadi kendala yang paling sering ditemui. “Kadang saat kami datang tempat usahanya sudah tutup. Ada juga yang menolak memberikan data sehingga kami harus mencari cara lain agar tetap bisa memperoleh informasi,” kata Gisel.

Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya enggan menerima petugas sensus. Bahkan ada pula yang memberikan informasi yang tidak sesuai sehingga petugas harus melakukan pengecekan kembali.

“Kalau ada data yang belum sesuai, kami harus memastikan kembali kepada responden supaya data yang dikumpulkan benar-benar akurat,” ujarnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, para petugas rutin saling berkoordinasi dan berbagi pengalaman setelah selesai bertugas di lapangan.

“Kalau selesai bekerja biasanya kami saling berdiskusi mengenai kendala yang ditemui di lapangan agar bisa menjadi bahan evaluasi dan membantu petugas lainnya ketika menghadapi kondisi yang sama,” ungkap Gisel.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para petugas tetap berupaya menyelesaikan pendataan sesuai target yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

Solidaritas untuk Flores, IPSU Papua Barat Daya Galang Rp20,2 Juta

1 September 2026
2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

Posyandu TSM Karya Kencana Dipuji Aktif Jemput Bola Layani Warga

1 September 2026
2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

1 September 2026
Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

Realisasi Anggaran Mimika Baru 37 Persen, Bupati Rettob Ancam Pangkas Kegiatan OPD

31 Agustus 2026
Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

Dinilai Tim Kabupaten, Posyandu Anggrek Timika Jaya Unggulkan Pelayanan Kader

31 Agustus 2026
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembunuhan Tukang Ojek Inisial SK di Mimika

31 Agustus 2026

POPULER

  • Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    Lima Diduga Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek Berhasil Ditangkap, Polsek Kwamki Narama Diserang

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanah Merah Baru, 75 Personel Dikerahkan

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Nakes Dievakuasi, Layanan Kesehatan Warga Jila Terancam Terganggu

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Desa Pujer Baru: Langkah Bersama Menuju Masyarakat Sehat

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Dinas Kesehatan Papua Tengah Gerak Cepat Turunkan Tim Investigasi Campak ke Dogiyai

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Bahas Pemberantasan Korupsi, Kapolda se-Papua Raya dan Ketua KPK RI Bertemu di Jayapura

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id