JAYAPURA, Koranpapua.id- Batasan kuota penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Provinsi Papua membuat kecewa ratusan putra dan Putra Papua yang ingin melanjutkan kuliah di kampus tersebut.
Kekecewaan mereka disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan gapura UNCEN pada Rabu 24 Juni 2026.
Para calon mahasiswa yang itu, mendesak pihak rektorat menambah kuota penerimaan mahasiswa baru serta menerima kembali calon mahasiswa Papua yang dinyatakan tidak lulus seleksi.
Dalam aksi yang mengusung tema “Orang Papua Merdeka dari Kebodohan, Kemiskinan, dan Ketertinggalan”, mereka menyampaikan secara jujur rasa kekecewaan terhadap pembatasan kuota oleh pihak universitas.
Berikut sejumlah ungkapan hati yang disampaikan melalui tulisan di poster yang dibawah dalam aksi demo tersebut.
“Kami Rindu UNCEN, Tetapi Rektor Tolak Kami”, “Saya Mahasiswa Baru Korban Lembaga UNCEN”, “Sudah Tes, Tetapi Nama Tidak Keluar”, “Kembalikan Uang Saya 400 Ribu.”
Salah satu mahasiswa UNCEN yang ikut dalam aksi demo tersebut mengatakan, dirinya bersama teman-teman mahasiswa lainnya terpaksa ikut dalam aksi demi tersebut.
Menurutnya, dalam aksi itu mereka bersama-sama calon mahasiswa menyuarakan hak-hak putra-putri Papua yang belum mendapatkan kesempatan berkuliah di kampus tersebut.
“Kami berdiri disini (Gapura UNCEN-Red) karena ada masalah yang harus diperjuangkan. Kami menuntut hak-hak kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, UNCEN didirikan untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat Papua. Karena itu, kesempatan bagi orang asli Papua untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut harus diperluas.
“Tuntutan ini tidak salah, karena UNCEN hadir untuk orang Papua. Jadi, orang Papua yang ingin kuliah di UNCEN harus diterima seratus persen,” ujar Nando.
Calon mahasiswa baru menilai tujuan awal kehadiran UNCEN adalah untuk membantu masyarakat Papua keluar dari kemiskinan, ketidaktahuan, dan ketertinggalan melalui pendidikan.
Tetapi mereka menganggap kebijakan penerimaan mahasiswa baru saat ini belum sepenuhnya menjawab tujuan tersebut.
“Kami meminta mahasiswa baru yang dinyatakan tidak lulus segera diterima di UNCEN sesuai dengan jurusan yang mereka pilih,” ujarnya.
Peserta aksi juga menyatakan akan terus menyuarakan tuntutannya hingga mendapat respons dari pihak kampus.
Mereka bahkan mengancam akan melakukan pemalangan terhadap aktivitas kampus bila aspirasi tersebut tak ditindaklanjuti pimpinan universitas. (Redaksi)










