ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Akibat kondisi tersebut, di beberapa daerah bahkan mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum dan kebutuhan untuk memasak dan mencuci.

25 Juni 2026
0
Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sumber air minum layak konsumsi menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat.

Semakin tinggi cakupan air minum layak, semakin besar peluang masyarakat memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi dan mendukung kesehatan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis masih terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang memiliki cakupan akses air minum layak jauh di bawah rata-rata nasional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seperti dikutip, Kamis 25 Juni 2026 menyebutkan bahwa kondisi ini membuat beberapa daerah masuk dalam kategori provinsi paling sulit akses sumber air minum layak di Indonesia.

Baca Juga

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

Berdasarkan data BPS tahun 2025 mengenai persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak dengan prosentase terendah, menempatkan Provinsi Papua Pegunungan pada posisi pertama dengan 32,89 persen.

Meskipun terdapat peningkatan 2,25% dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih menjadikan Papua Pegunungan yang terendah di antara provinsi lainnya.

Di posisi kedua terdapat Bengkulu dengan persentase akses air minum layak sebesar 70,47%. Meski angkanya jauh lebih tinggi dibanding Papua Pegunungan, masih terdapat hampir tiga dari sepuluh rumah tangga yang belum menikmati akses air minum layak.

Selanjutnya, Papua Selatan menempati posisi ketiga dengan capaian 71,28%, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatatkan akses air minum layak sebesar 78,27% dan 80,58%.

Sementara itu, Papua Barat Daya berada sedikit di atas Kalimantan Tengah dengan persentase 80,64%. Ketiga provinsi tersebut masih menghadapi tantangan dalam pemerataan jaringan distribusi air bersih, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau.

Jambi menempati peringkat ketujuh dengan tingkat akses air minum layak sebesar 82,46%. Di atasnya terdapat Papua Barat yang mencatatkan angka 82,95%.

Sulawesi Barat dan Papua Tengah melengkapi daftar 10 provinsi dengan akses air minum layak terendah di Indonesia, masing-masing sebesar 83% dan 83,21%.

Wilayah-wilayah tersebut umumnya menghadapi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur air bersih, hingga kondisi permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau.

Akibatnya, distribusi air bersih dan pembangunan jaringan air minum belum dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.

Selain tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, akses masyarakat terhadap air bersih yang layak konsumsi di Papua masih relatif terbatas.

Ketersediaan air bersih di banyak wilayah juga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penduduk.

Jumlah instalasi pengolahan dan penjernihan air masih minim sehingga distribusi air minum layak belum dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Meski saat ini telah terdapat beberapa perusahaan pengolahan air minum yang beroperasi di Papua, sebagian warga masih bergantung pada pasokan air minum kemasan yang didatangkan dari luar daerah.

Ketergantungan tersebut membuat biaya pemenuhan kebutuhan air minum menjadi lebih tinggi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau transportasi.

Di sejumlah kawasan, jaringan perpipaan dan fasilitas produksi air bersih juga belum tersedia secara memadai.

Padahal, Papua memiliki banyak sumber air alami seperti sungai dan mata air yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku air bersih.

Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan menyebabkan sumber daya air tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Akibat kondisi tersebut, di beberapa daerah bahkan mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum dan kebutuhan untuk memasak dan mencuci.

Situasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi masih menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

Melihat dari dekat Produksi Cincau Panji Lor, Usaha Warisan Keluarga yang Menembus Pasar Bondowoso

20 Juli 2026
Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

Wabup Emanuel Beberkan Dua Persoalan Serius di Mimika: Dana Otsus Seret dan Antrean SPBU Tak Kunjung Usai

20 Juli 2026
Pangkogabwilhan III Tinjau Evakuasi Puing Pesawat di Balinggama, Satgas Pasgat Pastikan Keamanan Kondusif

Pangkogabwilhan III Tinjau Evakuasi Puing Pesawat di Balinggama, Satgas Pasgat Pastikan Keamanan Kondusif

20 Juli 2026
Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, Naik Hanya 2 Persen dalam Sepekan

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, Naik Hanya 2 Persen dalam Sepekan

20 Juli 2026

Krisis Pengungsian di Papua Tak Bisa Hanya Dilihat dari Persoalan Keamanan dan Bantuan Kemanusiaan

20 Juli 2026
Enam Provinsi di Papua Raya Sepakti 18 Langkah Strategis Tingkatkan Pengelolaan Dana Otsus

Enam Provinsi di Papua Raya Sepakti 18 Langkah Strategis Tingkatkan Pengelolaan Dana Otsus

20 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    898 shares
    Bagikan 359 Tweet 225
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kondisi Kantor Pemerintahan Kampung Nawaripi-Mimika Terbengkalai

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Bupati Mimika Keluarkan Instruksi Nomor 56 Tahun 2026, Kendaraan Dinas ASN-TNI-Polri Dilarang Isi Pertalite dan Biosolar

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
Next Post
Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG Hadir Sebagai Sahabat Anak‑Anak Perbatasan, Ajari Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id