ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

Peserta aksi juga menyatakan akan terus menyuarakan tuntutannya hingga mendapat respons dari pihak kampus.

25 Juni 2026
0
“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

Univesitas Cenderawasih. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Batasan kuota penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Provinsi Papua membuat kecewa ratusan putra dan Putra Papua yang ingin melanjutkan kuliah di kampus tersebut.

Kekecewaan mereka disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan gapura UNCEN pada Rabu 24 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Para calon mahasiswa yang itu, mendesak pihak rektorat menambah kuota penerimaan mahasiswa baru serta menerima kembali calon mahasiswa Papua yang dinyatakan tidak lulus seleksi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam aksi yang mengusung tema “Orang Papua Merdeka dari Kebodohan, Kemiskinan, dan Ketertinggalan”, mereka menyampaikan secara jujur rasa kekecewaan terhadap pembatasan kuota oleh pihak universitas.

Baca Juga

Ironi Triliunan Rupiah di Bumi Cenderawasih

Lomba Yospan Meriahkan HUT Papua Tengah ke-4, Gubernur Meki Janjikan Rp130 Juta untuk Juara Pertama

Berikut sejumlah ungkapan hati yang disampaikan melalui tulisan di poster yang dibawah dalam aksi demo tersebut.

“Kami Rindu UNCEN, Tetapi Rektor Tolak Kami”, “Saya Mahasiswa Baru Korban Lembaga UNCEN”, “Sudah Tes, Tetapi Nama Tidak Keluar”, “Kembalikan Uang Saya 400 Ribu.”

Salah satu mahasiswa UNCEN yang ikut dalam aksi demo tersebut mengatakan, dirinya bersama teman-teman mahasiswa lainnya terpaksa ikut dalam aksi demi tersebut.

Menurutnya, dalam aksi itu mereka bersama-sama calon mahasiswa menyuarakan hak-hak putra-putri Papua yang belum mendapatkan kesempatan berkuliah di kampus tersebut.

“Kami berdiri disini (Gapura UNCEN-Red) karena ada masalah yang harus diperjuangkan. Kami menuntut hak-hak kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, UNCEN didirikan untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat Papua. Karena itu, kesempatan bagi orang asli Papua untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut harus diperluas.

“Tuntutan ini tidak salah, karena UNCEN hadir untuk orang Papua. Jadi, orang Papua yang ingin kuliah di UNCEN harus diterima seratus persen,” ujar Nando.

Calon mahasiswa baru menilai tujuan awal kehadiran UNCEN adalah untuk membantu masyarakat Papua keluar dari kemiskinan, ketidaktahuan, dan ketertinggalan melalui pendidikan.

Tetapi mereka menganggap kebijakan penerimaan mahasiswa baru saat ini belum sepenuhnya menjawab tujuan tersebut.

“Kami meminta mahasiswa baru yang dinyatakan tidak lulus segera diterima di UNCEN sesuai dengan jurusan yang mereka pilih,” ujarnya.

Peserta aksi juga menyatakan akan terus menyuarakan tuntutannya hingga mendapat respons dari pihak kampus.

Mereka bahkan mengancam akan melakukan pemalangan terhadap aktivitas kampus bila aspirasi tersebut tak ditindaklanjuti pimpinan universitas. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ironi Triliunan Rupiah di Bumi Cenderawasih

Ironi Triliunan Rupiah di Bumi Cenderawasih

21 Juli 2026
Lomba Yospan Meriahkan HUT Papua Tengah ke-4, Gubernur Meki Janjikan Rp130 Juta untuk Juara Pertama

Lomba Yospan Meriahkan HUT Papua Tengah ke-4, Gubernur Meki Janjikan Rp130 Juta untuk Juara Pertama

21 Juli 2026
BPKP Papua Tengah Dorong RSUD Mimika Wujudkan Tata Kelola BLUD yang Bersih dan Akuntabel

BPKP Papua Tengah Dorong RSUD Mimika Wujudkan Tata Kelola BLUD yang Bersih dan Akuntabel

21 Juli 2026
Tembus Pedalaman Papua, Satgas Pasgat Koroway Batu Layani Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan

Tembus Pedalaman Papua, Satgas Pasgat Koroway Batu Layani Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan

21 Juli 2026
Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

21 Juli 2026
Diduga Kendalikan Jaringan Sabu dari Dalam Lapas, Tiga Warga Binaan Dilimpahkan ke Kejari Mimika

168 Calon Jemaah Haji Mimika Masuk Estimasi Kuota 2027, Diminta Segera Verifikasi

21 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    901 shares
    Bagikan 360 Tweet 225
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    627 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

641 CASN di Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan, Bupati Yuni: Siap Bertugas di Pelosok Daerah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id