ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

“Karena perang suku yang berujung pada pembunuhan tidak dibenarkan dalam ajaran agama mana pun dan tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum”.

24 Juni 2026
0
Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menegaskan tidak akan ada lagi negosiasi apabila konflik perang suku kembali terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Momen prosesi perdamaian adat antara kelompok Dang dengan Newegelan yang menandai berakhirnya konflik perang di Wilayah Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Kapolres bahkan memastikan bahwa jika nanti konflik kembali terjadi di wilayah itu, pelaku yang terlibat dapat diproses hukum di luar daerah hingga dikirim ke Nusakambangan.

ADVERTISEMENT

“Ini yang kedua kalinya. Tidak ada lagi negosiasi. Kalau terjadi lagi, kami akan proses hukum. Saya pastikan prosesnya bisa dilakukan di luar Mimika,” tegas Kapolres kepada wartawan, Rabu 24 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Di luar Mimika itu bisa di Nabire, bisa di Makassar, bahkan tidak menutup kemungkinan dikirim ke Nusakambangan,” lanjut Kapolres.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

Pernyataan tersebut disampaikan usai prosesi perdamaian adat antara kelompok Dang dengan Newegelan yang menandai berakhirnya konflik perang suku di Wilayah Kwamki Narama.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk, Bupati Mimika, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tokoh masyarakat, dan kedua kubu yang bertikai.

Kapolres mengatakan seluruh pihak yang terlibat konflik telah menyatakan komitmen damai dan menandatangani surat pernyataan bersama.

Dalam kesepakatan tersebut juga ditegaskan bahwa setiap pihak yang kembali memicu konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap ini menjadi perang suku atau perang keluarga yang terakhir di Mimika. Surat pernyataan yang telah disepakati, apabila ada pihak yang melanggar, maka siap diproses sesuai hukum positif,” ujarnya.

Menurut Kapolres, dukungan terhadap perdamaian datang dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat adat, anggota MRP, DPR Papua Tengah, pemerintah daerah, hingga seluruh perwakilan kedua kubu yang selama ini berkonflik.

Karena itu, Kapolres menegaskan bahwa praktik balas dendam maupun pembunuhan atas nama adat tidak dapat dibenarkan, baik menurut hukum negara maupun ajaran agama.

“Tadi sudah disampaikan langsung oleh masyarakat, anggota MRP, DPR Provinsi Papua Tengah, pemerintah daerah, dan seluruh pihak dari kubu atas (Newegelan) maupun kubu bawah (Dang). Mereka semua sepakat untuk berdamai,” tandasnya.

“Kami juga memohon dukungan masyarakat karena perang suku yang berujung pada pembunuhan tidak dibenarkan dalam ajaran agama mana pun dan tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” katanya.

Kapolres berharap kesepakatan adat yang telah dicapai menjadi titik akhir konflik berkepanjangan dan membuka ruang bagi terciptanya keamanan serta stabilitas sosial di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

28 September 2026
SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

28 September 2026
Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

28 September 2026
Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

28 September 2026
Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

28 September 2026
Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

Pesan Gubernur Meki untuk Pelajar SMA/SMK: Gunakan Gadget untuk Perkenalkan Budaya Papua Tengah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id