ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

"Kwamki Lama bukan tempat untuk kita saling membunuh. Pertumpahan darah harus dihentikan. Orang Papua jangan ada yang mati lagi. Cukup sampai hari ini”.

24 Juni 2026
0
Agustinus Anggaibak dan Yohanes Kemong: Kwamki Lama Harus Jadi Zona Damai, Tidak Boleh Ada Perang Lagi

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak (kiri), Wakil Ketua Komisi I DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong ( kanan) (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Setelah delapan bulan dilanda konflik yang menalan korban jiwa, dua kelompok keluarga yang bertikai di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, akhirnya sepakat mengakhiri perselisihan.

Perdamaian antara keluarga Dang dan Newegalen ditandai melalui prosesi adat patah panah yang berlangsung di Kampung Amole, Rabu 24 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Konflik antara kedua kubu sebelumnya telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia dari kedua pihak. Selain korban jiwa, bentrokan tersebut juga mengakibatkan puluhan warga mengalami luka-luka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya pertikaian tersebut.

Baca Juga

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

Ia mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para tokoh yang terus berupaya mempertemukan kedua pihak hingga tercapai kesepakatan damai.

“Hari ini kita betul-betul mengangkat hati kepada Tuhan. Apa yang sudah diupayakan pemerintah daerah, aparat keamanan, Kapolres bersama jajarannya, kepala distrik, Danramil, dan Kapolsek merupakan kerja keras yang luar biasa,” kata Agustinus usai prosesi perdamaian.

Menurut dia, proses menuju perdamaian tidak berlangsung singkat. Selama berbulan-bulan, berbagai pihak terus melakukan pendekatan kepada masyarakat di Kwamki Narama agar konflik dapat dihentikan.

Agustinus meminta seluruh masyarakat yang sebelumnya terlibat pertikaian untuk menjaga komitmen damai dan tidak lagi mengulangi konflik yang hanya membawa penderitaan.

“Pemerintah sedang membangun daerah ini. Jangan ada perang lagi. Mari kita sama-sama mendukung pembangunan dan membangun Kwamki Lama,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kwamki Lama harus menjadi tempat yang aman bagi masyarakat, bukan wilayah yang terus diwarnai pertumpahan darah.

“Kwamki Lama bukan tempat untuk kita saling membunuh. Pertumpahan darah harus dihentikan. Orang Papua jangan ada yang mati lagi. Cukup sampai hari ini,” tegasnya.

Sebagai pimpinan lembaga kultur masyarakat Papua, Agustinus juga mengingatkan bahwa jika konflik kembali terjadi, penyelesaian harus melalui jalur hukum.

Ia menyatakan dukungan kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas apabila ada pihak yang mencoba menghidupkan kembali pertikaian.

“Ini adalah pernyataan terakhir. Kalau masih ada yang melakukan perang, kami mendukung Kapolres untuk menegakkan hukum. Tidak boleh lagi menggunakan hukum rimba,” katanya.

Agustinus berharap kesepakatan damai tersebut menjadi awal baru bagi masyarakat Kwamki Narama.

“Tempat ini harus kita ciptakan menjadi zona damai. Saya tanda tangan atas nama Tuhan dan tanah Amungsa, supaya tempat ini benar-benar damai,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong.

Ia mengatakan, sejak awal konflik terjadi, pihaknya telah ikut mendorong penyelesaian masalah tersebut melalui pendekatan bersama tokoh adat dan masyarakat.

“Hari ini sudah ada pernyataan yang jelas bahwa perang selesai. Tidak boleh ada perang lagi,” kata Yohanes.

Ia menegaskan, apabila konflik kembali terjadi, maka penanganannya akan diserahkan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Kami dari lembaga Provinsi Papua Tengah, DPR, dan tokoh adat sudah menyatakan sikap. Kalau terjadi lagi, kami serahkan kepada pemerintah dan penegak hukum,” ujarnya.

Sebagai anak Kwamki Narama, Yohanes mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan konflik dan bersama-sama menjaga keamanan daerah.

“Hari ini saya tanda tangan atas nama leluhur, tokoh adat, tokoh gereja, intelektual, dan sebagai wakil rakyat Papua Tengah bahwa perang di Kwamki Lama tanggal 24 Juni 2026 telah selesai dan berakhir,” katanya.

Melalui prosesi adat patah panah tersebut, kedua keluarga yang bertikai menyatakan komitmen untuk menghentikan permusuhan dan membuka lembaran baru demi kedamaian serta pembangunan di Kwamki Narama. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

12 Agustus 2026
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

12 Agustus 2026
Lomba Kebersihan HUT ke-81 RI, Kelurahan Wanagon Juara Pertama Tingkat Distrik Mimika Baru

Lomba Kebersihan HUT ke-81 RI, Kelurahan Wanagon Juara Pertama Tingkat Distrik Mimika Baru

12 Agustus 2026
Program Tiga Juta Rumah: Alokasi 500 Unit untuk Kabupaten Mimika Belum Direalisasikan 

Program Tiga Juta Rumah: Alokasi 500 Unit untuk Kabupaten Mimika Belum Direalisasikan 

12 Agustus 2026
Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

12 Agustus 2026
Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

12 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    804 shares
    Bagikan 322 Tweet 201
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

Kapolres Mimika: Tidak Ada Lagi Negosiasi Jika Perang Suku Terulang, Pelaku Dikirim ke Nusakambangan

“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

“Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Provinsi Tersulit Akses Air Minum Layak: Papua Pegunungan Peringkat Satu, Papua Tengah ke-10

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id