TIMIKA, Koranpapua.id – Suasana di sekitar Graha Neme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendadak mencekam pada Sabtu (26/9/2026) petang. Seorang pria berinisial JY (25) ditemukan tergeletak tak bernyawa di kawasan hutan di sekitar lorong samping gedung tersebut.
JY diduga menjadi korban penganiayaan berat menggunakan senjata tajam. Polisi yang mendatangi lokasi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah parang dan anak panah yang kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.55 WIT. Aparat kemudian merespons laporan tersebut dan tiba untuk melakukan penanganan tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 19.24 WIT.
Korban diketahui bernama Jorianus, lahir di Beoga pada 5 Agustus 2001 dan berdomisili di kawasan Jalan Maleo, Distrik Kwamki Narama.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut diperoleh dari seorang saksi berinisial DR (45). Saat berada di sekitar rumahnya, saksi mengaku mendengar suara orang berlarian dan saling mengejar dari arah depan jalan yang berada di samping rumahnya.
Namun, kondisi saat itu membuat saksi tidak dapat memastikan siapa saja yang terlibat dalam aksi kejar-kejaran tersebut.
Merasa situasi tidak aman, DR memilih mengutamakan keselamatan keluarganya. Ia meminta istri dan anaknya segera mengunci pintu rumah dan tetap berada di dalam.
Saksi kemudian melaporkan suara keributan tersebut kepada pihak kepolisian.
Setelah petugas tiba, DR bersama polisi bergerak menuju kawasan hutan yang berada tepat di sebelah rumahnya. Pencarian di area tersebut kemudian mengarah pada penemuan seorang pria yang telah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban yang ditemukan ternyata adalah JY.
Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian dan mengamankan anak panah serta parang yang ditemukan di sekitar TKP. Kedua barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti untuk membantu polisi mengungkap rangkaian kejadian.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku, bagaimana penganiayaan terjadi, serta apa motif di balik peristiwa tersebut.
Aparat juga masih mendalami keterangan saksi dan kondisi TKP guna menyusun kronologi secara utuh. Identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa yang menewaskan JY tersebut belum diungkap dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar menyampaikannya kepada aparat sehingga proses pengungkapan kasus dapat dilakukan secara menyeluruh.
Penulis : Ril Minggu
Editor : Marthen L L Moru








