NABIRE, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi melepas kontingen Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat pada 18-26 Juni 2026.
Dengan keikutsertaan dalam Pesparawi Nasional ini, menjadi catatan sejarah baru, karena menjadi yang pertama kali setelah Provinsi Papua Tengah resmi berdiri.
Sebanyak 300 peserta dan ofisial disiapkan untuk membawa nama Papua Tengah sekaligus mempersembahkan pelayanan melalui pujian dan nyanyian gerejawi di tingkat nasional.
Para peserta perwakilan Papua Tengah secara resmi sudah dilepas keberangkatan ke Manokwari melalui Ibadah Oikumene yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin 15 Juni 2026.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa Ibadah Oikumene bukan hanya agenda rutin, melainkan momentum mempererat persekutuan, memperkuat iman, serta membangun semangat pelayanan bagi ASN dan non-ASN.
“Kita dipanggil bukan hanya untuk bekerja tetapi juga untuk melayani. Apa yang kita kerjakan setiap hari adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat dan daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi melepas kontingen Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang akan mengikuti perlombaan di Provinsi Papua Barat.
Dikatakan Deinas, Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi wadah persekutuan umat Kristen dan sarana memuliakan nama Tuhan melalui talenta yang dimiliki.
“Papua Tengah tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa kesaksian iman tentang karya Tuhan di tanah Papua Tengah,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menunjukkan sikap rendah hati, menjaga persaudaraan, dan menjadi teladan melalui perilaku selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silwanus Sumule, menjelaskan bahwa kontingen akan mengikuti 12 kategori lomba dengan peserta yang berasal dari Kabupaten Nabire, Mimika, dan Puncak.
Sebanyak 300 peserta dan ofisial dijadwalkan berangkat pada 17 Juni 2026 melalui jalur udara dan laut menuju Manokwari.
Silwanus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta pemerintah kabupaten yang telah memberikan dukungan penuh terhadap persiapan kontingen.
Menurutnya, target utama Papua Tengah bukan semata mengejar gelar juara, tetapi membangun persaudaraan umat Kristiani dari seluruh Indonesia dan memuliakan nama Tuhan melalui pelayanan. (Redaksi)









