TIMIKA, Koranpapua.id- Satu dari tiga korban ledakan granat yang terjadi di halaman Gereja Santo Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu 17 Mei 2026 lalu, akhirnya meninggal dunia.
Korban atas nama Luter Nabelau dinyatakan meninggal pada Senin 25 Mei 2026 ketika masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Almarhum yang merupakan aparat kampung Danggoa, meninggal dunia setelah dirujuk dari RSUD Sugapa, pekan lalu.
Selain Luter Nabelau, dalam serangan udara itu, tiga orang lainnya: Pit Pogau, Pius Pogau, dan Robert Nabelau juga mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD Sugapa.
Namun dikarenakan kondisi luka yang dialami Luter Nabelau cukup serius, maka sehari setelah dirawat di RSUD Sugapa langsung dirujuk ke RSUD Mimika.
Masyarakat berhasil menandunya keluar dari halaman gereja ke RSUD Sugapa. Selanjutnya ia dirujuk ke Timika.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu 17 Mei 2026, terjadi ledakan di Gereja Santu Paulus Nabuni, Intan Jaya. Dalam peristiwa itu mengakibatkan empat orang terluka.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, pihaknya tidak terlibat dalam aksi tersebut.
Menurutnya, TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di areal rumah ibadah.
TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan dan humanis dan melindungi masyarakat Papua. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









