ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

Program beasiswa YPMAK sendiri terus menjadi salah satu jalur strategis dalam mendorong peningkatan pendidikan bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

25 Mei 2026
0
Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

Modestus Arpikini, Merik Kuepedan dan Bernadus Natani tiga taruna asal Papua binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang kini menempuh pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Semangat generasi muda Papua untuk mengubah masa depan melalui pendidikan terus tumbuh.

Hal itu terlihat dari perjalanan tiga taruna asal Papua binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang kini menempuh pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, melalui program beasiswa YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

ADVERTISEMENT

Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Merik Kuepe, Taruna Tingkat II asal suku Kamoro dari Kampung Pigapu, Distrik Iwaka yang lahir pada 3 Desember 2003.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sejak kecil, Merik telah memiliki cita-cita menjadi pengusaha di bidang perikanan dan tambak udang di Papua.

Baca Juga

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

Sebelum lolos melalui jalur pembinaan YPMAK, Merik menempuh pendidikan di Kampung Pigapu, melanjutkan ke SMP Satu Atap Pomako, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMK Kemaritiman.

Setelah lulus sekolah, ia sempat bekerja di salah satu katering di kawasan SP3, Timika selama kurang lebih tiga bulan.

Namun pada Desember 2024, ia memutuskan berhenti bekerja demi melanjutkan pendidikan tinggi.

Kesempatan itu datang ketika dirinya memperoleh informasi pendaftaran melalui Divisi Pendidikan YPMAK.

Setelah mengikuti proses seleksi, Merik dinyatakan lolos dan berkesempatan melanjutkan studi di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Perjalanan menuju Jawa Timur menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Merik. Untuk pertama kalinya ia naik pesawat dan harus meninggalkan kampung halaman demi meraih cita-cita.

“Waktu pertama naik pesawat kami gugup sekali. Saat transit di Makassar saya sampai pusing, tapi itu menjadi pengalaman baru yang tidak akan saya lupakan,” ujarnya saat diwawancarai melalui Zoom, Senin 25 Mei 2026.

Setibanya di kampus, Merik dan rekan-rekannya harus beradaptasi dengan kehidupan taruna yang menerapkan disiplin semi-militer.

Bangun pukul 03.00 pagi, kegiatan rutin yang teratur, hingga pola hidup disiplin menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa asal Papua yang baru pertama kali merantau jauh dari keluarga.

“Di sini kami belajar disiplin, mulai dari kegiatan harian, cara berbicara, sampai ibadah yang teratur. Semua itu membentuk kami menjadi lebih siap dan bertanggung jawab,” katanya.

Selain aktif menjalani pendidikan, Merik juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih medali perunggu pada Kanjuruan Fighter Competition.

Tak hanya Merik, taruna asal Kampung Tapormai, Bernardus Natani, juga menunjukkan perjalanan hidup penuh perjuangan.

Taruna Tingkat I itu pernah dikenal sebagai anak yang kerap bolos sekolah semasa SD karena mengikuti orang tuanya mencari keraka di kampung.

Bernardus yang lahir pada 24 Mei 2004 itu mengaku mulai berubah setelah mengingat pesan ibunya.

Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih duduk di bangku SD kelas II, sehingga sang ibu menjadi sosok yang paling memotivasi dirinya untuk terus sekolah.

Perjuangan Bernardus tidak mudah. Ia pernah lolos seleksi masuk polisi dan tentara, namun terkendala biaya sehingga tidak dapat melanjutkan tahapan berikutnya.

Di tengah rasa putus asa, sang ibu justru mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan. “Kalau mau kuliah baru mama izinkan,” kenang Bernardus menirukan pesan ibunya.

Kesempatan itu akhirnya datang melalui program beasiswa YPMAK. Bernardus diterima sebagai taruna dan kini aktif menorehkan berbagai prestasi.

Ia berhasil meraih Juara II Pencak Silat Bupati Cup 2025 serta Juara II Kejuaraan Nasional pencak silat.

Bernardus juga bercita-cita melanjutkan studi ke Jepang untuk memperdalam ilmu perikanan dan teknologi kelautan.

Sementara itu, Modestus Arpikini, Taruna Tingkat I lainnya, juga memiliki kisah perjuangan yang tidak kalah menginspirasi.

Pemuda yang pernah menempuh pendidikan di SD Akar, SMP Kokonao, SMK Tunas Bangsa, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMK Don Bosco itu berhasil meraih medali emas Olimpiade PPKN tingkat nasional.

Remaja yang lahir pada 17 Maret 2005 ini mengaku sempat mengalami masa sulit ketika sekolah, termasuk persoalan keterbatasan makanan hingga sakit berkepanjangan yang membuatnya harus pindah sekolah.

Ia bahkan pernah berniat tidak melanjutkan kuliah demi membantu ekonomi orang tua di kampung.

Namun berkat dukungan para pembina dan rekomendasi dari pengelola asrama, namanya didaftarkan mengikuti program pendidikan YPMAK hingga akhirnya diterima sebagai taruna di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

“Awalnya saya ingin pulang kampung cari kerja bantu orang tua. Tapi ternyata Tuhan kasih jalan lewat pendidikan,” ungkap Modestus.

Kini, Modestus memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan bahasa Jepang dan mengembangkan kemampuan di bidang kelautan.

Saat ini, sebanyak 32 mahasiswa asal Papua binaan YPMAK tercatat sedang menempuh pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Mereka menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia Papua yang diharapkan mampu kembali membangun daerah masing-masing.

Ketiga taruna tersebut juga mengaku banyak belajar mengenai keberagaman budaya selama berada di Jawa.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, hingga pola hidup menjadi tantangan awal yang harus mereka hadapi.

Namun dengan dukungan senior asal Papua dan lingkungan kampus, mereka perlahan mampu menyesuaikan diri.

Merik pun menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda Papua agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Seperti semut yang terus berjalan sampai tujuan, kita juga harus terus berjuang. Jangan menyerah, tetap berdoa dan berusaha,” pesannya.

Program beasiswa YPMAK sendiri terus menjadi salah satu jalur strategis dalam mendorong peningkatan pendidikan bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

Secara khususnya generasi muda Papua yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi vokasi dan profesional. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

25 Agustus 2026
Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

25 Agustus 2026

Natalius Pigai Desak 10 Persen Saham Freeport Jadi Hak Papua Tengah

25 Agustus 2026
500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

25 Agustus 2026
Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

25 Agustus 2026
Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

25 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    634 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Terima Paket dari Jayapura, IRT di Timika Ditangkap Bawa 10 Paket Ganja

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Lima Sekolah di Mimika Bersiap Rebut Predikat Adiwiyata Nasional

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

Dramatis! 44 Pendulang Emas Berhasil Dievakuasi dari Awimbon ke Boven Digoel

Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id