ADVERTISEMENT
Jumat, Januari 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Konflik Kwamki Narama, Korban Berjatuhan, APH Diminta Tegas Lakukan Penindakan Hukum

7 November 2025
0
Konflik Kwamki Narama, Korban Berjatuhan, APH Diminta Tegas Lakukan Penindakan Hukum

Luky Mahakena, S.Sos, M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Aktivitas untuk menjual hasil kebun di pasar terganggu sehingga tidak ada pendapatan untuk keluarga. Belum lagi aktivitas warga untuk ke kantor juga terancam”.

TIMIKA, Koranpapua.id- Konflik antara kelompok warga atau sering disebut perang adat yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, perlu segera dihentikan.

Pasalnya bentrokan kekerasan antara dua kelompok warga yang dipicu oleh dendam lama atau masalah perselingkuhan, sangat berdampak terhadap tidak harmonisnya hubungan kekerabatan warga yang ada di wilayah itu.

ADVERTISEMENT

Karena itu didesak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menegakkan aturan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Desakan ini disampaikan Luky Mahakena, S.Sos, M.Si, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika, dalam keteranganya malam ini Jumat 7 November 2025.

Baca Juga

Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo, Dua Penumpang Meninggal Satu Masih Hilang

Gadis 15 Tahun Asal Manado ‘Dijual’ ke Papua Pegunungan, Diduga Oknum Pejabat Terlibat

Mantan Rektor Universitas Timika itu mengatakan, konflik sosial (perang adat) di Kwamki Narama, telah memakan waktu hampir satu bulan sehingga masuk dalam case concern social.

Kondisi ini sangat berdampak langsung terhadap aktivitas kemasyarakatan di Kwamki Narama, terutama terganggunya kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan yang ada di wilayah itu.

“Ini jelas sangat mengganggu aktivitas pendidikan anak usia sekolah. Akibatnya kualitas pendidikan anak-anak menjadi terpuruk akibat konflik yang sudah berlangsung cukup lama,” tegas Luky.

Dampak lain yang ditimbulkan oleh konflik itu juga mengganggu perekonomian keluarga.

Warga yang berprofesi sebagai petani terpaksa tidak bisa melakukan aktivitas berkebun, sehingga tidak ada pendapatan untuk membiayai kehidupan keluarga.

“Aktivitas untuk menjual hasil kebun di pasar terganggu sehingga tidak ada pendapatan untuk keluarga. Belum lagi aktivitas warga untuk ke kantor juga terancam,” pungkasnya.

Sementara dampak langsung dari konflik tersebut yakni, terus berjatuhan korban luka terkena panah dan benda tajam. Bahkan ada yang mengalami luka berat dan bisa berpotensi meninggal dunia.

“Ini merupakan kerugian besar kedua kubu dan sangat tidak menguntungkan bahkan hanya ada kerugian yang dialami mereka,” tambah Luky.

Dampak negatif lainnya yakni mengganggu ketentraman dan kedamaian warga yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.

“Kami minta aparat keamanan TNI/Polri dan Pemda Mimika untuk melakukan tindakan pencegahan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga tidak mengakibatkan korban terus berjatuhan,” tandasnya. (*)

Penulis: Djesica Putri

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo, Dua Penumpang Meninggal Satu Masih Hilang

Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo, Dua Penumpang Meninggal Satu Masih Hilang

16 Januari 2026
Gadis 15 Tahun Asal Manado ‘Dijual’ ke Papua Pegunungan, Diduga Oknum Pejabat Terlibat

Gadis 15 Tahun Asal Manado ‘Dijual’ ke Papua Pegunungan, Diduga Oknum Pejabat Terlibat

16 Januari 2026
Dorong Pembentukan Peradilan Adat, PP Nomor 55 Tahun 2025 Jembatani Hukum Nasional dengan Hukum Adat

Dorong Pembentukan Peradilan Adat, PP Nomor 55 Tahun 2025 Jembatani Hukum Nasional dengan Hukum Adat

16 Januari 2026
Fondasi Afirmasi Kebijakan, Pemprov PBD Luncurkan Data Agregat Orang Asli Papua

Fondasi Afirmasi Kebijakan, Pemprov PBD Luncurkan Data Agregat Orang Asli Papua

16 Januari 2026
Pemprov Papua Peringati Hari Desa Tahun 2026, Gubernur Ingatkan Manfaatkan Dana Desa Sesuai Ketentuan

Pemprov Papua Peringati Hari Desa Tahun 2026, Gubernur Ingatkan Manfaatkan Dana Desa Sesuai Ketentuan

16 Januari 2026
Dua Hari Hilang, Penumpang Perahu Ketinting di Kali Asue Ditemukan Tidak Bernyawa

Angin Kencang di Mimika Diprediksi Bertahan Tiga Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

15 Januari 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Johannes Rettob Lantik 14 Pejabat Definitif dan Pelaksana Tugas, Ini Daftarnya

    Bupati Mimika Johannes Rettob Lantik 14 Pejabat Definitif dan Pelaksana Tugas, Ini Daftarnya

    842 shares
    Bagikan 337 Tweet 211
  • Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    2459 shares
    Bagikan 984 Tweet 615
  • Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

    639 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar Timika Menyerahkan Diri ke Polisi

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

    613 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Keributan di Lokalisasi KM 10 Timika Berujung Maut, Satu Pengunjung Tewas Ditikam

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Beringin Mulai Bertunas, Soedeson Tandra Pimpin Golkar Papua Tengah

Beringin Mulai Bertunas, Soedeson Tandra Pimpin Golkar Papua Tengah

Berkunjung ke Kuala Kencana, Menko Polkam: Freeport Berperan Besar untuk Tanah Papua dan Bangsa

Berkunjung ke Kuala Kencana, Menko Polkam: Freeport Berperan Besar untuk Tanah Papua dan Bangsa

Gereja Katolik di Papua Desak Pemerintah Pusat Hentikan Kekerasan dan Pulihkan Perdamaian

Gereja Katolik di Papua Desak Pemerintah Pusat Hentikan Kekerasan dan Pulihkan Perdamaian

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id