ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Kasus Tentera Tembak Tentara di Keerom, Belum Diketahui Motifnya, Kapten Jhon Diperiksa Pomdam

Sebagai pemimpin tim, ia memiliki tanggung jawab besar atas anggota-anggota di bawah komandonya, termasuk Praka Petrus Muenda yang kini menjadi korban.

9 September 2025
0
Kasus yang Menewaskan Tobias Silak Dilakukan OTK, Bunyi Tembakan dari Pasar Lama ke Arah Mako Polres Yahukimo

Ilustrasi penembakan.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

KEEROM, Koranpapua.id- Masih ingat kasus penembakan tentera tembak tentera yang terjadi di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua pada Minggu 7 September 2025 lalu.

Pada peristiwa naas itu, Praka Petrus Muenda dinyatakan tewas, setelah satu dari tiga peluru yang ditembakan Kapten (Inf) John, bersarang di kepalanya.

ADVERTISEMENT

Kapten Inf John diketahui menjabat sebagai Komandan Tim (Dantim) Satgas Ketapang Swasembada BAIS.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Kali Lapar 2, saat emosi memuncak antara keduanya yang sempat cekcok.

Baca Juga

Polres Mimika Tangkap Pria 32 Tahun, Diduga Edarkan Sabu di Timika

Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

Saat ini Kapten John sudah diamankan dan kasus berdarah tersebut kini dalam penanganan Polisi Militer (POM) Kodam XVII/Cenderawasih.

Motif penembakan itu belum diketahui secara pasti, Pomdam Cenderawasih yang menangani kasus ini masih melakukan pemeriksaan terhahadap sang Kapten.

Untuk diketahui, Kapten Inf John, dikenal sebagai Komandan Tim (Dantim) Satgas Ketapang Swasembada BAIS.

Melansir Wikipedia, Badan Intelijen Strategis (BAIS) adalah lembaga negara yang secara khusus menangani intelijen militer dan berada di bawah komando Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.

BAIS menyediakan kerangka waktu untuk analisis intelijen dan strategi aktual dan prakiraan untuk masa mendatang (jangka pendek, menengah, dan panjang) bagi Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan.

Sebagai pemimpin tim, ia memiliki tanggung jawab besar atas anggota-anggota di bawah komandonya, termasuk Praka Petrus Muenda yang kini menjadi korban.

Sumber awal menyebutkan, Kapten Inf John terlibat cekcok dengan Praka Petrus sebelum insiden terjadi.

Dalam momen emosi yang memuncak, ia melepaskan tiga tembakan yang merenggut nyawa rekannya sendiri.

Meski menjadi pelaku, identitas dan riwayat Kapten Inf John kini menjadi fokus pihak TNI untuk mengungkap motif sebenarnya serta memastikan keadilan bagi korban.

Menurut keterangan awal, insiden berawal dari perselisihan pribadi antara keduanya.

Dalam kondisi emosi memuncak, Kapten Inf John menembakkan senjata api sebanyak tiga kali ke arah Praka Petrus, yang mengakibatkan korban meninggal di tempat.

Komandan Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, Kol CPM Laksono Puji Lisdyanto, memastikan pelaku telah diamankan.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Waris, Ipda Mirwan, Kapolsek Waris membenarkan peristiwa penembakan tersebut.

“Iya benar terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kapten J kepada Praka Petrus hingga meninggal dunia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa 9 September 2025. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polres Mimika Tangkap Pria 32 Tahun, Diduga Edarkan Sabu di Timika

Polres Mimika Tangkap Pria 32 Tahun, Diduga Edarkan Sabu di Timika

29 Juni 2026
Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

29 Juni 2026
152 Rumah di Mimika Lolos Verifikasi Program BSPS, 224 Usulan Masih Diproses

152 Rumah di Mimika Lolos Verifikasi Program BSPS, 224 Usulan Masih Diproses

29 Juni 2026
Ada ASN Mimika yang ‘Nyambi’ Kerja di Tempat Lain, Pj Sekda: Melanggar Aturan dan Akan Ditertibkan

Sampai Semester Pertama 2026, Serapan APBD Mimika Baru 17 Persen, Pj Sekda Dorong OPD Percepat Eksekusi Program

29 Juni 2026
Di Kaki Pegunungan Sinak: Satgas Pasgat Bantu Evakuasi Warga yang Sakit Menuju Timika

Di Kaki Pegunungan Sinak: Satgas Pasgat Bantu Evakuasi Warga yang Sakit Menuju Timika

29 Juni 2026
Pj Sekda Mimika Minta OPD Segera Bagikan SK PPTK kepada Pejabat yang Ditunjuk

Pj Sekda Mimika Minta OPD Segera Bagikan SK PPTK kepada Pejabat yang Ditunjuk

29 Juni 2026

POPULER

  • Jabatan Kapolres Mimika Dirotasi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Gantikan AKBP Billyandha

    Jabatan Kapolres Mimika Dirotasi, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Gantikan AKBP Billyandha

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Merah Putih Berkibar di Puncak Jaya: Dukungan Satgas Pasgat Antarkan Lima Simpatisan kembali ke NKRI

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • SLB-SMP-SMA/SMK di Papua Tengah Gratis, Hubungi 0812-4154-7765 Jika Ada yang Pungut Biaya

    698 shares
    Bagikan 279 Tweet 175
  • Warga Flobamora di Nawaripi Panen Padi, Dukung Pengembangan Sektor Pertanian Mimika

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Remaja 14 Tahun Asal Jawa Barat Diduga Dieksploitasi Jadi Pekerja Seks di Lokalisasi Kilometer 10

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • “Kami Rindu UNCEN, Tapi Rektor Tolak Kami, Kembalikan Uang Saya Rp400 Ribu”

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Patah Panah di Kwamki Narama, Dang dan Newegalen Akhiri Konflik Berdarah Setelah Korbankan 17 Jiwa

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Bupati Johannes Rettob Wakili Papua Tengah Tandatangani SKB Perizinan Tenaga Medis Digital

Bupati Johannes Rettob Wakili Papua Tengah Tandatangani SKB Perizinan Tenaga Medis Digital

Enam Penambang Emas Ilegal di Keerom Ditetapkan Tersangka, Sudah Kumpul 257 gram Emas, Empatnya WNA China

Enam Penambang Emas Ilegal di Keerom Ditetapkan Tersangka, Sudah Kumpul 257 gram Emas, Empatnya WNA China

Ada ASN Mimika yang ‘Nyambi’ Kerja di Tempat Lain, Pj Sekda: Melanggar Aturan dan Akan Ditertibkan

Ada ASN Mimika yang ‘Nyambi’ Kerja di Tempat Lain, Pj Sekda: Melanggar Aturan dan Akan Ditertibkan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id