KEEROM, Koranpapua.id- Masih ingat kasus penembakan tentera tembak tentera yang terjadi di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua pada Minggu 7 September 2025 lalu.
Pada peristiwa naas itu, Praka Petrus Muenda dinyatakan tewas, setelah satu dari tiga peluru yang ditembakan Kapten (Inf) John, bersarang di kepalanya.
Kapten Inf John diketahui menjabat sebagai Komandan Tim (Dantim) Satgas Ketapang Swasembada BAIS.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Kali Lapar 2, saat emosi memuncak antara keduanya yang sempat cekcok.
Saat ini Kapten John sudah diamankan dan kasus berdarah tersebut kini dalam penanganan Polisi Militer (POM) Kodam XVII/Cenderawasih.
Motif penembakan itu belum diketahui secara pasti, Pomdam Cenderawasih yang menangani kasus ini masih melakukan pemeriksaan terhahadap sang Kapten.
Untuk diketahui, Kapten Inf John, dikenal sebagai Komandan Tim (Dantim) Satgas Ketapang Swasembada BAIS.
Melansir Wikipedia, Badan Intelijen Strategis (BAIS) adalah lembaga negara yang secara khusus menangani intelijen militer dan berada di bawah komando Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.
BAIS menyediakan kerangka waktu untuk analisis intelijen dan strategi aktual dan prakiraan untuk masa mendatang (jangka pendek, menengah, dan panjang) bagi Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan.
Sebagai pemimpin tim, ia memiliki tanggung jawab besar atas anggota-anggota di bawah komandonya, termasuk Praka Petrus Muenda yang kini menjadi korban.
Sumber awal menyebutkan, Kapten Inf John terlibat cekcok dengan Praka Petrus sebelum insiden terjadi.
Dalam momen emosi yang memuncak, ia melepaskan tiga tembakan yang merenggut nyawa rekannya sendiri.
Meski menjadi pelaku, identitas dan riwayat Kapten Inf John kini menjadi fokus pihak TNI untuk mengungkap motif sebenarnya serta memastikan keadilan bagi korban.
Menurut keterangan awal, insiden berawal dari perselisihan pribadi antara keduanya.
Dalam kondisi emosi memuncak, Kapten Inf John menembakkan senjata api sebanyak tiga kali ke arah Praka Petrus, yang mengakibatkan korban meninggal di tempat.
Komandan Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, Kol CPM Laksono Puji Lisdyanto, memastikan pelaku telah diamankan.
Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Waris, Ipda Mirwan, Kapolsek Waris membenarkan peristiwa penembakan tersebut.
“Iya benar terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kapten J kepada Praka Petrus hingga meninggal dunia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa 9 September 2025. (Redaksi)










