PUNCAK JAYA, Koranpapua.id- Di tengah suasana yang penuh harapan dan semangat persaudaraan, Lapangan Alun‑Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menjadi saksi momen bersejarah.
Pada Kamis tanggal 25 Juni 2026, di lapangan itu berlangsung kegiatan utama yaitu ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang disampaikan oleh lima simpatisan dan anggota kelompok tertentu.
Ucapan ikrar setia itu dihadiri dan disaksikan oleh sekitar 100 orang warga serta para pemangku kepentingan setempat.
Keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian acara terjamin dengan baik dibawah pengawalan ketat personel Pos Pengamanan Mulia dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pasgat) Kewilayahan RI‑PNG.
Para personel juga hadir mendampingi Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya dalam mengikuti seluruh proses kegiatan tersebut.
Lima orang yang menyatakan kesediaan untuk kembali dan setia ke bingkai NKRI berasal dari wilayah Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.
Adapun nama-nama mereka yakni, Bongkar Tabuni, Gonis Walia, Bebison Walia, Teku Kogoya, dan Yulison Walia.
Keputusan tegas mereka dianggap sebagai langkah penting yang membawa harapan baru bagi ketenangan dan kemajuan bersama di wilayah tersebut.
Ikrar setia dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pendeta Telius Wonda, S.Th., Ketua Klasis GIDI Mulia.
Kehadiran tokoh agama menjadi penguat bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari perjalanan menuju kedamaian dan persatuan yang didukung oleh nilai‑nilai luhur.
Dalam prosesi utama, kelima mantan simpatisan tersebut mengambil tempat di barisan depan tepat di hadapan meja penandatanganan naskah ikrar.
Salah satu momen yang sangat bermakna adalah saat mereka menyerahkan Bendera Bintang Kejora sebagai simbol pengakhiran keterikatan dengan kelompok yang pernah berjalan terpisah.
Sebagai tanda penerimaan kembali ke dalam persaudaraan negara, mereka kemudian diberikan dan mengenakan baju batik, serta menerima Kartu Ikrar NKRI yang menjadi bukti resmi pernyataan kesetiaan mereka.
Selanjutnya, pembacaan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dibimbing secara langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Mus Kogoya.
Di bawah tuntunan tersebut, mereka mengucapkan janji dengan lantang dan tegas untuk setia, menjaga persatuan, serta berbakti kepada bangsa dan negara di mana pun mereka berada.
Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah ikrar oleh kelima peserta, yang disaksikan oleh para pejabat, tokoh masyarakat, serta Letda Yohannes Sutan Pimayungan Hutagalung, S.Tr.Han, Komandan Pasgat Pos Mulia.
Setelah rangkaian prosesi utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan paket bantuan yang berisi bahan makanan pokok serta pakaian.
Bantuan ini merupakan wujud perhatian dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar mereka dapat memulai kehidupan baru yang lebih baik, mandiri, dan terintegrasi kembali dengan lingkungan sekitar.
Sebagai penutup yang penuh kehangatan, seluruh peserta, pejabat, tokoh agama, serta perwakilan pasukan keamanan melakukan sesi foto bersama sebagai kenang‑kenangan dan bukti persatuan yang terjalin.
Secara keseluruhan, kegiatan ini digelar sebagai upaya strategis yang juga didukung penuh oleh kehadiran dan peran Satgas Pasgat Perbatasan RI‑PNG.
Selain itu, langkah ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mengembalikan kepercayaan yang utuh, baik dari warga masyarakat maupun mereka yang sebelumnya berada di luar jalur negara.
Melalui pendekatan yang penuh kebijaksanaan dan dukungan nyata, pemerintah bersama aparat keamanan terus berupaya memastikan setiap warga dapat hidup aman, damai, dan sejahtera di bawah naungan NKRI. (Redaksi)










