ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Prof. Herdiana Murhandarwati, M.Kes, Ph.D Berbicara Soal Papua Masih Menjadi Episentrum Malaria

Kasus malaria di Papua perlu prioritas penanganan dari Kementerian Kesehatan. Apalagi kondisi geografis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp.

30 April 2025
0
Oktober 2024 Kasus Malaria di Distrik Mimika Timur Meningkat Hingga 523 Kasus

Ilusrasi Nyamuk.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Hari Malaria Sedunia diperingati pada 25 April setiap tahunnya sebagai pengingat bahwa Malaria masih menjadi ancaman yang nyata.

Meski angka kasus di berbagai wilayah di Indonesia telah menurun, tren dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, estimasi kasus malaria secara Nasional mencapai hampir satu juta kasus yang menandakan bahwa eliminasi malaria belum tercapai sepenuhnya.

Berikut pernyataan Guru Besar Bidang Parasitologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) sekaligus peneliti Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes, Ph.D.

Baca Juga

Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

Gaji PNS Tetap Lewat Bank, Usulan Kopdes Belum Berlaku

Prof. Elsa mengatakan, Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. betina.

Parasit ini masuk ke aliran darah dan menyerang sel darah merah, menyebabkan gejala seperti demam periodik, menggigil, nyeri kepala, dan kelelahan.

“Berbeda dengan nyamuk Aedes yang menularkan demam berdarah dan aktif di pagi hingga sore hari, nyamuk Anopheles sp. umumnya menggigit pada malam hingga dini hari,” kata Elsa dalam keterangannya yang diperoleh koranpapua.id, Rabu 30 April 2025.

Menurut Elsa, di wilayah Indonesia bagian Timur, terutama Papua, masih menjadi episentrum penularan malaria di Indonesia dengan kontribusi sekitar 91 persen dari total kasus Nasional.

Ia menyebut bahwa kasus malaria di Papua perlu prioritas penanganan dari Kementerian Kesehatan. Apalagi kondisi geografis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp.

Seperti hutan lebat, rawa, dan genangan air alami serta terbatasnya akses layanan kesehatan di daerah pedalaman.

Ditambah, distribusi tenaga medis yang belum merata, tantangan logistik serta tingginya aktivitas masyarakat di area terbuka tanpa perlindungan disebutnya memperbesar risiko penularan.

Secara umum, wilayah perbatasan negara menjadi salah satu titik rawan penyebaran Malaria.

Untuk itu, PKT UGM bersama Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) melaksanakan riset operasional di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan utama dan merumuskan solusi praktis berbasis bukti yang bisa diterapkan oleh kedua negara.

Riset ini krusial sebab vitalnya lintas batas negara dalam upaya eliminasi Malaria. “Bayangkan jika satu negara sudah hampir eliminasi Malaria, tapi negara tetangganya masih tinggi kasusnya,” papar Prof. Elsa.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan apa yang disebut “kasus impor” sehingga kerja sama lintas batas membuka peluang besar untuk berbagi informasi dan sumber daya.

Misalnya, negara-negara bisa saling berbagi data kasus, mendirikan pos kesehatan bersama di perbatasan, dan melakukan deteksi dini agar penularan bisa dicegah lebih cepat.

Hasil riset kemudian ditindaklanjuti dalam kegiatan diseminasi dan pertemuan satuan tugas bersama lintas negara.

Tiga intervensi utama yang dihasilkan antara lain pembangunan dashboard data lintas batas, penguatan surveilans migrasi, dan pembentukan gugus tugas bersama untuk Malaria.

“Pendekatan ini menjadi strategi penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarnegara serta menjaga keberlanjutan upaya eliminasi,” katanya.

Hari Malaria Sedunia 2025 menurut Elsa menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat dalam mengejar target Indonesia bebas Malaria tahun 2030.

“Pencegahan, deteksi dini, dan kerja sama lintas batas merupakan kunci untuk mengakhiri Malaria, tidak hanya mengancam kesehatan, tapi juga menghambat pembangunan sosial dan ekonomi,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gaji PNS Tetap Lewat Bank, Usulan Kopdes Belum Berlaku

Gaji PNS Tetap Lewat Bank, Usulan Kopdes Belum Berlaku

22 Oktober 2026
IFRC 2026 Mimika Bagikan 6.000 Masker, Siagakan Tim Medis

IFRC 2026 Mimika Bagikan 6.000 Masker, Siagakan Tim Medis

22 Oktober 2026
Gaji Guru PPPK Mimika Oktober Terlambat, Anggaran Kurang Rp 6 Miliar

Gaji Guru PPPK Mimika Oktober Terlambat, Anggaran Kurang Rp 6 Miliar

22 Oktober 2026
Masterplan Potowaiburu, PUPR Mimika Tata Kawasan Pesisir

Masterplan Potowaiburu, PUPR Mimika Tata Kawasan Pesisir

22 Oktober 2026
Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

21 Oktober 2026
Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

21 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    627 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Ketua Komisi IV DPRK Mimika Soroti Lambatnya Pembayaran Gaji Petugas Kebersihan

Ketua Komisi IV DPRK Mimika Soroti Lambatnya Pembayaran Gaji Petugas Kebersihan

Ketua Komisi IV DPRK Mimika Soroti Lambatnya Pembayaran Gaji Petugas Kebersihan

Persiapan IGA 2025, 135 Pamong Inovasi Ikut Seminar Inovasi Daerah di Mimika

Ketua Komisi IV DPRK Mimika Soroti Lambatnya Pembayaran Gaji Petugas Kebersihan

Kepala PKUB Kemenag RI Apresiasi Kerukunan Antarumat Beragama di Mimika, Layak Diusulkan Jadi Kota Toleransi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id