TIMIKA, Koranpapua.id- Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, sebanyak 668 ekor hewan kurban tercatat masuk ke wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Ratusan hewan yang terdiri dari sapi, kambing dan domba tersebut, sudah dinyatakan sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Ini setelah Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) melaksanakan pengawasan karantina.
Pengawasan dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan hewan serta memastikan hewan kurban yang beredar aman, sehat, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra menegaskan bahwa pengawasan karantina menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan lalu lintas hewan kurban menjelang Iduladha.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas hewan kurban harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun populasi ternak di Papua Tengah.
“Peran karantina sangat penting dalam memastikan hewan kurban yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan terbebas dari penyakit berbahaya,” ujar Anton seperti dikutip, Selasa 26 Mei 2026.
Dikatakan, pengawasan menjadi bagian dari komitmen Barantina untuk melindungi sumber daya hayati hewan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Iduladha.
Kegiatan pengawasan dilakukan di Pelabuhan Pomako terhadap hewan kurban yang berasal dari Maluku Tengah, Tual, dan Kaimana.
Petugas Karantina melakukan serangkaian tindakan pengawasan berupa pemeriksaan dokumen karantina, pengecekan kondisi fisik hewan, serta pengawasan terhadap kemungkinan adanya penyakit hewan menular kepada setiap hewan yang dilalulintaskan.
Berdasarkan data aplikasi Best Trust, lalu lintas hewan kurban pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, jumlah hewan kurban yang masuk tercatat sebanyak 603 ekor. Sementara, pada tahun ini meningkat menjadi 668 ekor.
Jumlah tersebut terdiri dari 387 ekor sapi, 235 ekor kambing, dan 46 ekor domba masuk ke wilayah Timika dengan total nilai jual hampir mencapai sekitar Rp6 miliar.
Selain meningkatkan pengawasan, Anton juga mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar selalu mematuhi ketentuan karantina dengan melengkapi dokumen resmi serta melaporkan setiap pemasukan hewan kepada petugas karantina.
Dengan sinergi dan kepatuhan bersama, diharapkan lalu lintas hewan kurban dapat berjalan aman, tertib dan sehat.
“Langkah sederhana ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan hewan dan melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit,” tutup Anton. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







