ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Ini Kronologi Dua Pendaki Meninggal di Cartenz Pyramid, Luky Mahakena: Sudah Diterbangkan ke Jakarta

“Tadi pagi jenazah yang kedua kami terima pukul 07.00 WIT. Setelah dilakukan pumusaran dan formalin, jenazah diberangkatkan ke Bandara sekitar pukul 9.30. WIT untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta”.

3 Maret 2025
0
Ini Kronologi Dua Pendaki Meninggal di Cartenz Pyramid, Luky Mahakena: Sudah Diterbangkan ke Jakarta

dua pendaki Wanita bernama Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Piramida Carstensz. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Cartenz Pyramid yang berada di puncak pegunungan yang berada di 4884 meter diatas permukaan laut di Papua Tengah, kini kembali memakan korban.

Terbaru, Sabtu 1 Maret 2025, dua pendaki Wanita bernama Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono dinyatakan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Piramida Carstensz atau Puncak Jaya.

ADVERTISEMENT

Kedua pendaki itu dikabarkan meninggal dunia akibat mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagaimana kronologi meninggalnya dua pendaki Wanita tersebut. Berikut informasi yang dikumpulknan media ini.

Baca Juga

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Awalnya pendaki atas nama Lilie, Elsa, Saroni, dan Lody Hidayanto berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, menuju Base Camp Yellow Valley Cartenz Pyramid dengan helikopter pada Rabu 26 Februari 2025.

Rombongan berikutnya menyusul delapan belas menit kemudian.

Setelah sampai di base camp, rombongan melaksanakan kegiatan aklimatisasi (penyesuaian diri dengan iklim) selama dua hari.

Mereka melakukan latihan mendaki sampai Teras 1 pada Kamis 27 Februari 2025.

Kemudian, rombongan pendaki yang berjumlah 20 orang (5 guide, 7 WNI pendaki, 6 WNA pendaki, dan 2 pendaki dari Taman Nasional Lorentz, memulai perjalanan mereka menuju Puncak Cartenz pada Jumat 28 Februari 2025) pukul 04.00 WIT.

Lima pendaki mengalami cuaca ekstrem yang menyebabkan hipotermia pada Sabtu 1 Maret 2025 pukul 22.30 WIT.

Pada Minggu 2 Maret 2025, setelah adanya pendaki yang mengalami hipotermia dan membutuhkan bantuan, tim penyelamat kemudian melakukan briefing untuk menolong korban.

Seorang guide bernama Nurhuda juga meminta bantuan kepada tim penyelamat.

Seorang guide lokal atas nama Yustinus Sondegau kemudian berusaha naik dengan membawa bantuan emergency, tetapi terhenti di Teras Besar karena cuaca semakin memburuk.

Lalu, guide asal Nepal, Dawa Gyalje Sherpa, juga naik untuk mencoba memberi pertolongan, tetapi terhenti di Teras 2.

Guide atas nama Poxy dan Damar kembali mencoba naik ke Teras 2 untuk memberi bantuan pada korban, menghubungi base camp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada kedua korban.

Namun, dua korban atas nama Elsa dan Lilie dinyatakan meninggal dunia.

Huda (guide) naik untuk menolong Indira, Alvin, dan Saroni yang berada di Summit Ridge, tetapi kemudian mengabarkan sudah tiba di base camp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke titik Indira, Alvin, dan Saroi.

Akhirnya, dua tim penyelamat mendaki untuk memberikan bantuan. Tim pertama yang terdiri dari tiga guide kembali mendaki untuk menyelamatkan Indira, Alvin, Saroni di Summit Ridge.

Sementara tim kedua yang terdiri dari dua orang, bergerak menuju korban di Teras 2.

Tim pertama akhirnya berhasil bertemu tiga pendaki (Indira, Alvin, Saroni). Kemudian, tim penyelamat memberikan pertolongan pertama pada tiga korban, menormalisasi dengan mengganti pakaian, memberi isotonik, makanan, obat-obatan kepada mereka.

Tim penyelamat dan korban selamat kemudian melakukan perjalanan turun ke base camp Yellow Valley.

Menurut keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika yang diterima dari Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna, sebuah helikopter take off dari Timika untuk melakukan evakuasi korban meninggal dunia dan korban selamat, Minggu pukul 6.45 WIT.

Lalu, pukul 7.05 WIT, helikopter tiba di Lembah Kuning. Helikopter ini kemudian membawa satu jenazah korban meninggal dunia atas nama Elsa Laksono dan tiga pendaki yang selamat.

Helikopter ini kemudian mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika, lantas satu jenazah yang dibawa helikopter dievakuasi ke RSUD Timika.

Hingga pukul 15.00 WIT, evakuasi terhadap pendaki yang meninggal dunia atas nama Lilie Wijayanti dihentikan sementara karena cuaca tidak mendukung.

Informasi yang diterima Luky Mahakena, Humas RSUD Mimika, Senin 3 Maret 2025 menyebutkan, dua jenazah pendaki sudah dilakukan pemusaran di kamar jenazah RSUD Mimika dan kini sudah diterbangkan ke Jakarta.

“Tadi pagi jenazah yang kedua kami terima pukul 07.00 WIT. Setelah dilakukan pumusaran dan formalin, jenazah diberangkatkan ke Bandara sekitar pukul 9.30. WIT untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta,” jelas Luky.

Berikut data para pendaki yang melakukan pendakian Puncak Cartenz Pyramid, termasuk korban meninggal dunia, menurut informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika:

  1. Fiersa Besari
  2. Indira Alaika
  3. Furki
  4. Elsa Laksono (meninggal dunia)
  5. Lilie Wijayanti Poegiono (meninggal dunia)
  6. Saroni
  7. Ludy Hadiyanto
  8. WNA Turki
  9. WNA Turki
  10. WNA Rusia

Guide:

  1. Nurhuda
  2. Alvin Perdana
  3. Arlen Kolinug
  4. Jeni Dainga
  5. Ruslan

Selanjutnya diterbangkan ke Jakarta,” jelas Luky. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

Hadiri Konferensi APS di Jayapura, KDM Diberikan Oleh-oleh Replika Rumah Pohon Korowai

30 Mei 2026
SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

SMAMCO Manokwari Menjadi Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua

30 Mei 2026
Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

Dibalik Gencarnya Pemutaran Film Pesta Babi: Mama Yasinta Laporkan Direktur LBH Papua Merauke

30 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Distribusi Beras ke Pedalaman Papua Melalui Jalur Udara

30 Mei 2026
Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Tidak Berarti Jika Tanpa Disertai Evaluasi Menyeluruh

30 Mei 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

29 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    714 shares
    Bagikan 286 Tweet 179
  • Peringatan! Kawasan Wisata Kali Wania-Timika Rawan Pemerkosaan dan Perampokan

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pengerusakan Pagar Tanah Keuskupan Timika Diduga Dibeking Oknum Aparat Keamanan

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Eskalasi Konflik Terus Terjadi di Papua, DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dukung Talenta Anak Muda, Pemkab Nduga Diminta Bangun Fasilitas Olahraga

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Jenazah Pria yang Ditemukan di Kali Jalan Bundaran Petrosea Tembus Bandara Disemayamkan di RSUD Mimika

Jenazah Pria yang Ditemukan di Kali Jalan Bundaran Petrosea Tembus Bandara Disemayamkan di RSUD Mimika

Tahun 2025 Pemkab Mimika Bangun Puluhan Rumah Layak Huni untuk Masyarakat OAP

Tahun 2025 Pemkab Mimika Bangun Puluhan Rumah Layak Huni untuk Masyarakat OAP

Kabar Gembira, Masa Jabatan Aparat Kampung di Mimika Diperpanjang Hingga Tahun 2027

Kabar Gembira, Masa Jabatan Aparat Kampung di Mimika Diperpanjang Hingga Tahun 2027

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id