ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Ratusan Warga Tujuh Suku Pertanyakan Dana CSR Satu Persen yang Dikelola YPMAK Lima Tahun Terakhir

Yohanes meminta agar secepatnya melakukan pertemuan bersama Freport dan YPMAK untuk membahas kemana penggunaan dana tersebut.

7 April 2024
0
Ratusan Warga Tujuh Suku Pertanyakan Dana CSR Satu Persen yang Dikelola YPMAK Lima Tahun Terakhir

Yohanes Kum, didampingi Anthonius Kemong, bersama perwakilan lima suku usai mengadakan pertemuan. (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Sedikitnya 240 warga yang berasal dari tujuh suku berkumpul di rumah tokoh masyarakat, Antonius Kemong yang terletak di Jalan Cenderawasih, SP2, Sabtu 6 April 2024.

Ratusan warga tersebut bersepakat untuk mempertanyakan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) satu persen yang diberikan PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dalam lima tahun terakhir.

Hadir bersama masyarakat dalam pertemuan itu sejumlah tokoh Amungme dan Kamoro. Mereka menyampaikan rasa ketidakpercayaan terhadap program dan agenda kegiatan yang dilakukan YPMAK belakangan ini.

“Kami berkumpul kurang lebih 240 yang berasal orang dari tujuh suku. Kami membahas terkait gagalnya tiga program utama YPMAK,” ungkap Yohanes Kum kepada Koranpapua, Sabtu 6 April 2024.

Baca Juga

YPMAK Dorong Akses Transportasi ke Pesisir dan Pegunungan Mimika

Dana Otsus Mimika Terserap 45 Persen, Tahap II dan III Dikebut Desember

Ditegaskan Yohanes, sudah saatnya YPMAK dievaluasi guna mengetahui alasan terhentinya tiga program prioritas yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Termasuk mempertanyakan kemana dana satu persen itu digunakan.

Yohanes menyampaikan, masyarakat tujuh suku tidak berkeinginan untuk menggelar aksi demonstrasi menuntut Freeport, tetapi mempertanyakan dana satu persen yang dikelola YPMAK.

Yohanes meminta agar secepatnya melakukan pertemuan bersama Freport dan YPMAK untuk membahas kemana penggunaan dana tersebut.

“Sekarang anak-anak sekolah banyak yang mengeluh mereka diusir keluar dari kontrakan, dan kesulitan biaya rumah sakit, begitupun bantuan usaha ekonomi bagi masyarakat juga tidak dilakukan,” ujarnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Yohanes yang pernah ikut memperjuangkan dana satu persen menyampaikan bahwa sesuai informasi yang ia terima pemberian dana satu persen sudah diberhentikan sejak tahun 2017.

“Ada yang sampaikan dana satu persen diganti dengan dana lain berupa perwalian, kita bingung. Kalau dana satu persen itu telah berakhir 2017, lalu kenapa saya tidak tahu padahal tahun 2017 saya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Eksekutif YPMAK,” tegasnya

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Amungme lainnya, Anthonius Kemong. Menurut Anton, masyarakat tujuh suku menilai program yang dijalankan YPMAK tidak berhasil.

Karena itu semua tokoh dan masyarakat menggelar pertemuan dengan satu kesepakatan bahwa YPMAK harus dievaluasi.

“Kita mau supaya kegiatan YPMAK itu kembali lancar seperti dulu, kita ingin ada pertemuan dan menuntut kegiatan YPMAK yang tidak menyentuh harus diubah,” tandasnya.

Anton juga menilai banyak anak-anak mengeluh soal biaya pendidikan. Tidak itu saja sebagian besar masyarakat juga tidak ingin berobat dan dirawat di RSMM. Hal itu dikarenakan fasilitas dan pelayanan di RSMM tidak seperti sebelumnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kunjungi Puskesmas Amar, Dinkes Mimika Tekankan Disiplin dan Kebersihan

Kunjungi Puskesmas Amar, Dinkes Mimika Tekankan Disiplin dan Kebersihan

16 Oktober 2026
Freeport Bekali 200 Mahasiswa UNCEN Kompetensi Tambang Modern

Freeport Bekali 200 Mahasiswa UNCEN Kompetensi Tambang Modern

16 Oktober 2026
Temui Pengungsi Asal Jila, Kadistrik Mimika Baru Pastikan Kebutuhan Warga

Temui Pengungsi Asal Jila, Kadistrik Mimika Baru Pastikan Kebutuhan Warga

16 Oktober 2026
Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

16 Oktober 2026
Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

16 Oktober 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    801 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Next Post
H-2 Idul Fitri, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Belum Stabil, Jahe Tembus Rp120 Ribu Per Kg

H-2 Idul Fitri, Harga Bumbu Dapur di Pasar Sentral Belum Stabil, Jahe Tembus Rp120 Ribu Per Kg

14 Unit Rumah Layak Huni di Pomako Diresmikan Setelah Idul Fitri, Pemiliknya Harus Memenuhi Persyaratan

14 Unit Rumah Layak Huni di Pomako Diresmikan Setelah Idul Fitri, Pemiliknya Harus Memenuhi Persyaratan

PHBI Mimika Tetapkan 81 Lokasi Sholat Id, Empat Titik di Lapangan Terbuka

PHBI Mimika Tetapkan 81 Lokasi Sholat Id, Empat Titik di Lapangan Terbuka

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id