TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong guru seni menjadi garda terdepan dalam melestarikan seni dan budaya lokal dengan memperkuat pengetahuan serta keterampilan mereka melalui pelatihan kesenian tradisional.
Pelatihan bertajuk Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesenian Tradisional Tahun Anggaran 2026 itu dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Mimika, Santy Sondang, di salah satu hotel di Timika, Selasa 22 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut melibatkan guru seni jenjang SMP, SMA dan SMK serta pelaku seni budaya.
Peserta mendapatkan materi teori dan praktik mengenai sejumlah kerajinan tradisional, seperti anyaman, noken, mahkota atau atribut adat, ukiran, hingga aksesori tradisional.
Santy mengatakan, seni tradisional Mimika tidak hanya memiliki nilai sebagai hasil kerajinan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan warisan leluhur yang mengandung nilai filosofis serta budaya masyarakat.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui pendidikan, pelatihan, pembinaan dan transfer pengetahuan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Santy, guru seni memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal karena pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan kepada peserta didik di sekolah masing-masing.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan keterampilan guru, tetapi juga mendorong regenerasi seniman dan pelestari budaya di kalangan generasi muda Mimika.
Ketua Panitia, Herdiana Asang, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru seni mengenai kesenian tradisional sekaligus mendorong pengembangan kerajinan lokal agar memiliki kualitas dan nilai ekonomi yang lebih baik.
Pelatihan dilaksanakan melalui perpaduan materi teori, praktik terbimbing, penggunaan bahan baku yang disiapkan panitia, serta evaluasi dan apresiasi terhadap hasil karya peserta.
Pemkab Mimika berharap sekolah dapat menjadi salah satu ruang penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal sehingga warisan budaya tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









