TIMIKA, Koranpapua.id – Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengejar pihak yang diduga terlibat dalam penembakan dan pembakaran kendaraan yang menewaskan Aris Sanda (41) di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyisiran lokasi, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi hingga evakuasi korban.
“Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, olah TKP, penyisiran di sekitar lokasi, pengumpulan barang bukti, pendalaman keterangan para saksi, serta melakukan evakuasi terhadap korban,” kata Faizal.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, penyidik masih mendalami identitas dan keberadaan pihak yang diduga terlibat.
“Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut,” kata Yusuf.
Menurut dia, penangkapan harus didasarkan pada bukti dan kepastian keterlibatan agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kita harus memastikan betul siapa para tersangka dan di mana keberadaannya sehingga dapat dilakukan penangkapan untuk kemudian diajukan ke proses hukum,” ungkapnya.
Yusuf menegaskan, aparat tetap mengedepankan penegakan hukum dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat sipil dalam setiap tindakan di lapangan.
Sementara itu, jenazah Aris Sanda telah dipulangkan ke kampung halamannya di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.
Jenazah diberangkatkan dari Wamena pada Jumat 18 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIT menuju Sentani, kemudian diterbangkan ke Makassar sebelum dilanjutkan ke Tanah Toraja.
Istri korban sebelumnya dijemput menggunakan helikopter oleh personel TNI dari Lugah menuju Wamena untuk bertemu keluarga sekaligus mendampingi proses pemulangan jenazah.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Jayawijaya agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan perjalanan menuju daerah-daerah yang jauh dari pusat kota,” ujarnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









