TELUK BINTUNI, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan kuliah perdana Institut Transformasi Bintuni (ITB) yang dirangkaikan dengan orasi ilmiah bertema “Komunikasi Triparti Solusi Penyelesaian Konflik di Papua”, Sabtu 29 Agustus 2026.
Mewakili Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Dr. Henry D. Kapuangan, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Wakil Rektor ITB, Dr. Mas Juli, menyebutkan saat ini terdapat 176 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.
Para mahasiswa yang sebagian besar putra-putri Orang Asli Papua (OAP) itu, terdiri dari 87 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, 55 mahasiswa Informatika, dan 34 mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurut Mas Juli, kondisi tersebut menjadi kekuatan sekaligus semangat ITB dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Teluk Bintuni.
Sementara itu, Rektor ITB Dr. H. Haris Tahir mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan merupakan sebuah perjuangan yang membutuhkan kerja keras dan pengorbanan.
“Mahasiswa hari ini mungkin berjuang dengan air mata, tetapi suatu saat nanti mereka akan menjadi sumber mata air bagi banyak orang,” ujarnya.
Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni yang dibacakan Kepala Dikbudpora, ditegaskan bahwa kuliah perdana ITB bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM berkualitas.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Jalan, jembatan dan fasilitas lainnya harus diimbangi dengan pembangunan manusia,” demikian pesan Bupati.
Bupati berharap lulusan ITB tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak inovasi dan pelopor perubahan di Teluk Bintuni.
Ia juga mendorong civitas akademika ITB menerapkan konsep kampus CANGGIH-Cerdas, Andal, Nasional, Global, Gagah, Inovatif dan Humanis—sebagai karakter dalam proses pendidikan.
“Jadilah generasi yang cerdas, berintegritas, inovatif dan humanis. Jadilah generasi CANGGIH yang mampu membawa perubahan serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat dan Kabupaten Teluk Bintuni,” pesannya. (Redaksi)








