ADVERTISEMENT
Kamis, September 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

28 Agustus 2026
0
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Dokter spesialis kandungan, dr. Leonard Pardede, SpOG, mengingatkan masyarakat pentingnya mengenali tanda-tanda kehamilan berisiko sejak dini. (Foto:Rill Minggu/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat memiliki peran penting dalam mengenali kehamilan berisiko sejak dini sebagai langkah mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan dr. Leonard Pardede, SpOG saat menjadi pemateri dalam Seminar Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Mimika, Jumat 28 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Seminar yang berlangsung di Distrik Mimika Timur itu, mengangkat tema, “Peran Masyarakat dalam Mengenali Kehamilan Berisiko dan Mencegah Kematian Ibu dan Anak”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam materinya, dr. Leonard menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, mengenai tanda-tanda kehamilan berisiko.

Baca Juga

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menyerahkan persoalan kehamilan kepada tenaga medis.

Keluarga harus mampu mengenali kondisi yang berpotensi membahayakan ibu maupun bayi dan segera menghubungi bidan atau Puskesmas.

“Bapak, ibu harus belajar tentang apa itu kehamilan. Kalau sudah tahu ini kehamilan berisiko tinggi, segera telepon bidan atau puskesmas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai penyakit dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, salah satunya malaria.

Kondisi kesehatan ibu yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada perkembangan janin, termasuk meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi hal yang sangat penting.

Masyarakat juga diminta memastikan nomor kontak bidan maupun puskesmas selalu aktif sehingga pertolongan dapat segera diperoleh ketika terjadi kondisi darurat.

Selain pemeriksaan medis, dr. Leonard menyoroti pentingnya pola hidup sehat selama kehamilan.

Ia menganjurkan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan tidak terlalu sering mengonsumsi makanan instan maupun gorengan.

“Makanan instan boleh, tetapi sekali-sekali. Yang penting makanan yang dikonsumsi harus sehat dan bergizi,” ujarnya.

Dr. Leonard juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengaku siap dihubungi apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk dalam kondisi darurat.

“Kalau ada yang membutuhkan saya, 24 jam saya siap,” katanya.

Leonard berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mampu mengambil keputusan cepat ketika menghadapi kehamilan berisiko.

Menurutnya, mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Kalau kita semua punya pengetahuan dan kepedulian, kita bisa mencegah terjadinya kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ril Minggu

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sosialisasi terkait, pembaca dapat bisa membaca disini

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

16 September 2026
60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

16 September 2026
Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

16 September 2026
Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

16 September 2026
TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

16 September 2026
Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

16 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • 20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id