ADVERTISEMENT
Jumat, Agustus 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

28 Agustus 2026
0
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Dokter spesialis kandungan, dr. Leonard Pardede, SpOG, mengingatkan masyarakat pentingnya mengenali tanda-tanda kehamilan berisiko sejak dini. (Foto:Rill Minggu/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat memiliki peran penting dalam mengenali kehamilan berisiko sejak dini sebagai langkah mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan dr. Leonard Pardede, SpOG saat menjadi pemateri dalam Seminar Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Mimika, Jumat 28 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Seminar yang berlangsung di Distrik Mimika Timur itu, mengangkat tema, “Peran Masyarakat dalam Mengenali Kehamilan Berisiko dan Mencegah Kematian Ibu dan Anak”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam materinya, dr. Leonard menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, mengenai tanda-tanda kehamilan berisiko.

Baca Juga

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Pemprov Papua Tata Penyelesaian Hak Ulayat, Gubernur Matius: Selesaikan Dulu Sebelum Pembayaran

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menyerahkan persoalan kehamilan kepada tenaga medis.

Keluarga harus mampu mengenali kondisi yang berpotensi membahayakan ibu maupun bayi dan segera menghubungi bidan atau Puskesmas.

“Bapak, ibu harus belajar tentang apa itu kehamilan. Kalau sudah tahu ini kehamilan berisiko tinggi, segera telepon bidan atau puskesmas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai penyakit dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, salah satunya malaria.

Kondisi kesehatan ibu yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada perkembangan janin, termasuk meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi hal yang sangat penting.

Masyarakat juga diminta memastikan nomor kontak bidan maupun puskesmas selalu aktif sehingga pertolongan dapat segera diperoleh ketika terjadi kondisi darurat.

Selain pemeriksaan medis, dr. Leonard menyoroti pentingnya pola hidup sehat selama kehamilan.

Ia menganjurkan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan tidak terlalu sering mengonsumsi makanan instan maupun gorengan.

“Makanan instan boleh, tetapi sekali-sekali. Yang penting makanan yang dikonsumsi harus sehat dan bergizi,” ujarnya.

Dr. Leonard juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengaku siap dihubungi apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk dalam kondisi darurat.

“Kalau ada yang membutuhkan saya, 24 jam saya siap,” katanya.

Leonard berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mampu mengambil keputusan cepat ketika menghadapi kehamilan berisiko.

Menurutnya, mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Kalau kita semua punya pengetahuan dan kepedulian, kita bisa mencegah terjadinya kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ril Minggu

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sosialisasi terkait, pembaca dapat bisa membaca disini

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

28 Agustus 2026
Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

28 Agustus 2026
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

28 Agustus 2026
Pemprov Papua Tata Penyelesaian Hak Ulayat, Gubernur Matius: Selesaikan Dulu Sebelum Pembayaran

Pemprov Papua Tata Penyelesaian Hak Ulayat, Gubernur Matius: Selesaikan Dulu Sebelum Pembayaran

28 Agustus 2026
BPK Lakukan Pemeriksaan Tematik Ketahanan Energi Nasional 2025-2026 di Papua Selatan

BPK Lakukan Pemeriksaan Tematik Ketahanan Energi Nasional 2025-2026 di Papua Selatan

28 Agustus 2026
Pemda se-Tanah Papua Diinstruksikan Segera Rampungkan APBD dan RAP Otsus 2026

Pemda Se-Papua Raya Segera Rampungkan Penyaluran Dana Otsus Tahap II, Keterlambatan Tidak Bisa Dibenarkan dengan Alasan Regulasi

28 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • 500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Tindak Lanjuti Edaran Bupati, Dishub Mimika Tertibkan Truk Pengangkut Material

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Bupati Tegaskan Karier Tak Boleh Lagi “Diacak-acak”

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tanah Merah Baru, 75 Personel Dikerahkan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id