ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

28 Agustus 2026
0
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi: Kenali Kehamilan Berisiko, dr. Leonard, SpOG: Jangan Tunggu Darurat Baru Hubungi Bidan

Dokter spesialis kandungan, dr. Leonard Pardede, SpOG, mengingatkan masyarakat pentingnya mengenali tanda-tanda kehamilan berisiko sejak dini. (Foto:Rill Minggu/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat memiliki peran penting dalam mengenali kehamilan berisiko sejak dini sebagai langkah mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan dr. Leonard Pardede, SpOG saat menjadi pemateri dalam Seminar Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Mimika, Jumat 28 Agustus 2026.

Seminar yang berlangsung di Distrik Mimika Timur itu, mengangkat tema, “Peran Masyarakat dalam Mengenali Kehamilan Berisiko dan Mencegah Kematian Ibu dan Anak”.

Dalam materinya, dr. Leonard menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga, mengenai tanda-tanda kehamilan berisiko.

Baca Juga

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menyerahkan persoalan kehamilan kepada tenaga medis.

Keluarga harus mampu mengenali kondisi yang berpotensi membahayakan ibu maupun bayi dan segera menghubungi bidan atau Puskesmas.

“Bapak, ibu harus belajar tentang apa itu kehamilan. Kalau sudah tahu ini kehamilan berisiko tinggi, segera telepon bidan atau puskesmas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai penyakit dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, salah satunya malaria.

Kondisi kesehatan ibu yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada perkembangan janin, termasuk meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi hal yang sangat penting.

Masyarakat juga diminta memastikan nomor kontak bidan maupun puskesmas selalu aktif sehingga pertolongan dapat segera diperoleh ketika terjadi kondisi darurat.

Selain pemeriksaan medis, dr. Leonard menyoroti pentingnya pola hidup sehat selama kehamilan.

Ia menganjurkan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan tidak terlalu sering mengonsumsi makanan instan maupun gorengan.

“Makanan instan boleh, tetapi sekali-sekali. Yang penting makanan yang dikonsumsi harus sehat dan bergizi,” ujarnya.

Dr. Leonard juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengaku siap dihubungi apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk dalam kondisi darurat.

“Kalau ada yang membutuhkan saya, 24 jam saya siap,” katanya.

Leonard berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mampu mengambil keputusan cepat ketika menghadapi kehamilan berisiko.

Menurutnya, mencegah kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter, bidan maupun Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Kalau kita semua punya pengetahuan dan kepedulian, kita bisa mencegah terjadinya kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ril Minggu

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sosialisasi terkait, pembaca dapat bisa membaca disini

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    798 shares
    Bagikan 319 Tweet 200
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Jelang HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Mimika Sambangi Warga Pomako, Gelar Pengobatan Gratis

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

Hutan Papua 7,8 juta Hektar hanya Dijaga 41 Polhut, Yaconias Mattindom: Idealnya Diperkuat 500 Personel

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Mimika Siapkan Rumah Aman 2027, Tempat Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id