TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi bertema “Peran Masyarakat dalam Mengenali Kehamilan Berisiko dan Mencegah Kematian Ibu dan Bayi”,
Seminar yang dipusatkan di Distrik Mimika Timur, Jumat 28 Agustus 2026, melibatkan masyarakat dari lima kampung dan satu kelurahan.
Termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala kampung, kader serta tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tanda-tanda kehamilan berisiko dan pentingnya akses layanan kesehatan bagi ibu hamil.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan persoalan kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian serius di Mimika.
Berdasarkan data Dinkes Mimika, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sekitar 11 kasus kematian ibu dan 30 kematian bayi.
“Ini bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan. Kami berharap masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencegah kematian ibu dan bayi,” ujar Carolina.

Menurutnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader dan aparat kampung memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan masyarakat.
Informasi yang diperoleh melalui seminar diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan warga di masing-masing wilayah.
Dinkes juga mendorong seluruh ibu hamil rutin memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga Posyandu.
Pemeriksaan sejak dini dinilai penting untuk mendeteksi risiko kehamilan dan mencegah komplikasi.
Carolina meminta peserta mengikuti seminar dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan.
“Kalau masyarakat sudah paham, kami harapkan semua ibu hamil bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” katanya.
Dinkes Mimika berharap seminar ini menjadi langkah bersama memperkuat peran masyarakat dalam mendeteksi kehamilan berisiko sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi di Mimika. (*)
Penulis: Ril Minggu








