ADVERTISEMENT
Kamis, September 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

9 Agustus 2026
0
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Setelah hampir delapan tahun kehilangan tempat belajar akibat konflik keamanan, anak-anak di Kampung Banti dan sekitarnya, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai mendapat secercah harapan.

Pemerintah Distrik Tembagapura menargetkan kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut dapat kembali berjalan pada tahun ajaran 2027/2028, setelah pembangunan gedung TK dan SD Banti yang dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) rampung.

ADVERTISEMENT

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan pembangunan gedung sekolah baru itu menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses pendidikan bagi anak-anak Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung-kampung di sekitarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Besar harapan kami gedung sekolah yang cukup bagus, dilengkapi fasilitas taman bermain, bisa segera rampung sehingga mulai digunakan pada tahun ajaran 2027. Sudah beberapa tahun ini anak-anak sekolah di Banti dan sekitarnya tidak memiliki gedung sekolah,” ujar Dev di Timika, Sabtu 9 Agustus 2026.

Baca Juga

Rp1,7 Miliar Masuk Investasi, Rp500 Juta Menghilang: Nasabah Laporkan Dugaan Masalah AXA Mandiri ke Polisi

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

Gedung tersebut dibangun di lokasi bekas SD Negeri Banti yang dibakar dalam aksi kelompok bersenjata pada Maret 2018. Sejak peristiwa itu, aktivitas pendidikan di Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya praktis terhenti.

Delapan tahun tanpa sekolah menjadi masa panjang yang harus dilalui anak-anak di wilayah tersebut.

Dev mengakui, kondisi itu menjadi persoalan serius karena anak-anak harus kehilangan ruang belajar di kampung mereka sendiri.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, muncul upaya dari jajaran Polsek Tembagapura. 

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman bersama anggotanya, membuka sebuah honai di lingkungan Polsek untuk dijadikan tempat belajar sementara bagi anak-anak dari kampung sekitar.

“Awalnya hanya tiga anak yang ikut. Sekarang sudah lebih dari 60 anak setiap hari belajar di honai Polsek Tembagapura. Mereka datang dari Banti, Kimbeli dan sekitarnya. Siang hari mereka kembali ke rumah,” kata Dev, yang baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Kepala Distrik Tembagapura.

Menurut Dev, perkembangan jumlah anak yang mengikuti kegiatan belajar di honai tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang layak.

Dari Tiga Anak, Kini Lebih dari 60 Anak 

Pemerintah Distrik Tembagapura pun mengapresiasi langkah jajaran Polsek yang telah membuka ruang belajar darurat tersebut sembari menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.

Harapan baru juga mulai terlihat setelah sekitar sebulan lalu Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika bersama sejumlah guru berkunjung ke Banti II. 

Para guru tersebut dipersiapkan untuk kembali menjalankan tugas pendidikan di wilayah tersebut.

Tidak hanya gedung sekolah, sejumlah rumah guru yang selama ini rusak dan terbengkalai juga tengah direnovasi oleh PTFI. 

Rumah-rumah tersebut sebelumnya ditinggalkan para guru ketika situasi keamanan di wilayah Banti memburuk sekitar 2018.

“Teman-teman dari Dinas Pendidikan juga sudah melihat gedung PAUD yang ada di Banti. Untuk sementara, gedung itu bisa digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar sambil menunggu gedung sekolah baru selesai dibangun,” jelas Dev.

Setelah pembangunan selesai, gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

Bagi masyarakat Banti, pembangunan sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran sekolah menjadi simbol bahwa anak-anak yang selama bertahun-tahun kehilangan hak atas ruang belajar kini memiliki kesempatan untuk kembali mengejar pendidikan di tanah kelahiran mereka sendiri.

Kampung Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya merupakan wilayah permukiman masyarakat Suku Amungme yang berada dekat dengan kawasan aktivitas pertambangan PTFI.

Pada 2018, ketika kelompok bersenjata menguasai wilayah tersebut, ribuan warga dari Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung sekitarnya terpaksa mengungsi ke Timika. 

Setelah situasi keamanan mulai pulih, sebagian warga kembali ke kampung halaman sekitar 2021.

Perlahan Fasilitas Publik Kembali Dibangun 

Selain sekolah yang sedang dikerjakan PTFI, di Banti II juga telah berdiri rumah sakit permanen yang dibangun Dinas Kesehatan Mimika untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Gedung sekolah baru yang dibangun PTFI tersebut berada tepat di samping rumah sakit.

Jika pembangunan berjalan sesuai harapan, maka tahun ajaran 2027/2028 dapat menjadi titik balik bagi anak-anak Banti setelah bertahun-tahun belajar tanpa sekolah, mereka akhirnya diharapkan kembali memasuki ruang kelas di kampung sendiri. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rp1,7 Miliar Masuk Investasi, Rp500 Juta Menghilang: Nasabah Laporkan Dugaan Masalah AXA Mandiri ke Polisi

Rp1,7 Miliar Masuk Investasi, Rp500 Juta Menghilang: Nasabah Laporkan Dugaan Masalah AXA Mandiri ke Polisi

24 September 2026
754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

23 September 2026
Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

23 September 2026
LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

23 September 2026
Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

23 September 2026
Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

23 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id