PUJER BARU, Koranpapua.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ) melaksanakan kegiatan pemetaan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pujerbaru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026, dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB itu, memanfaatkan platform Google Maps untuk kelancaran proses kegiatan pemetaan tersebut.
Adapun kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usahanya di era digital, sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon pelanggan.
Pelaksanaan pemetaan dilakukan secara langsung dengan mendatangi lima dusun di Desa Pujerbaru, yaitu Dusun Krajan Utara, Krajan Selatan, Duko, Rabe, dan Gundang.
Dalam proses pemetahan itu, para mahasiswa KKN melakukan pendataan identitas usaha, dokumentasi lokasi, serta membantu proses pendaftaran usaha ke Google Maps bagi pelaku UMKM yang bersedia.
Beberapa UMKM yang berhasil didaftarkan antara lain, Pengrajin Gedek milik Pak Mulyadi dan Pengrajin Gedek milik Pak Sucip dari Dusun Krajan Selatan.
UMKM lainnya yakni, Warung Sosis Bu Saidah, Warung Bu Holik, Pengrajin Gedek Pak Saipul Bahri, dan Pengrajin Gedek Pak Jumat dari Dusun Krajan Utara, serta Toko Arina Kafa, dan Toko Bu Jihan dari Dusun Gundang.
Sementara itu, beberapa pelaku usaha memilih untuk tidak didaftarkan atau pengajuan belum dapat diproses karena berbagai pertimbangan, seperti penolakan dari pemilik usaha maupun kendala verifikasi dari pihak Google.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai manfaat Google Maps sebagai media promosi digital.
Dengan adanya titik lokasi usaha yang terdaftar secara resmi, masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi usaha, memperoleh informasi mengenai produk yang ditawarkan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap keberadaan usaha tersebut.
Kegiatan pemetaan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung digitalisasi UMKM di Desa Pujerbaru.
Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti Google Maps, pelaku usaha lokal diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan melalui pemanfaatan platform digital. (Redaksi)







