ADVERTISEMENT
Senin, Oktober 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

9 Agustus 2026
0
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Setelah hampir delapan tahun kehilangan tempat belajar akibat konflik keamanan, anak-anak di Kampung Banti dan sekitarnya, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai mendapat secercah harapan.

Pemerintah Distrik Tembagapura menargetkan kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut dapat kembali berjalan pada tahun ajaran 2027/2028, setelah pembangunan gedung TK dan SD Banti yang dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) rampung.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan pembangunan gedung sekolah baru itu menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses pendidikan bagi anak-anak Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung-kampung di sekitarnya.

“Besar harapan kami gedung sekolah yang cukup bagus, dilengkapi fasilitas taman bermain, bisa segera rampung sehingga mulai digunakan pada tahun ajaran 2027. Sudah beberapa tahun ini anak-anak sekolah di Banti dan sekitarnya tidak memiliki gedung sekolah,” ujar Dev di Timika, Sabtu 9 Agustus 2026.

Baca Juga

Tiga Dekade Mimika, Bupati Ajak Semua Pihak Bangun Ekonomi

HUT ke-30 Mimika, Rettob-Kemong Paparkan Capaian dan Tantangan

Gedung tersebut dibangun di lokasi bekas SD Negeri Banti yang dibakar dalam aksi kelompok bersenjata pada Maret 2018. Sejak peristiwa itu, aktivitas pendidikan di Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya praktis terhenti.

Delapan tahun tanpa sekolah menjadi masa panjang yang harus dilalui anak-anak di wilayah tersebut.

Dev mengakui, kondisi itu menjadi persoalan serius karena anak-anak harus kehilangan ruang belajar di kampung mereka sendiri.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, muncul upaya dari jajaran Polsek Tembagapura. 

Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman bersama anggotanya, membuka sebuah honai di lingkungan Polsek untuk dijadikan tempat belajar sementara bagi anak-anak dari kampung sekitar.

“Awalnya hanya tiga anak yang ikut. Sekarang sudah lebih dari 60 anak setiap hari belajar di honai Polsek Tembagapura. Mereka datang dari Banti, Kimbeli dan sekitarnya. Siang hari mereka kembali ke rumah,” kata Dev, yang baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Kepala Distrik Tembagapura.

Menurut Dev, perkembangan jumlah anak yang mengikuti kegiatan belajar di honai tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang layak.

Dari Tiga Anak, Kini Lebih dari 60 Anak 

Pemerintah Distrik Tembagapura pun mengapresiasi langkah jajaran Polsek yang telah membuka ruang belajar darurat tersebut sembari menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.

Harapan baru juga mulai terlihat setelah sekitar sebulan lalu Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika bersama sejumlah guru berkunjung ke Banti II. 

Para guru tersebut dipersiapkan untuk kembali menjalankan tugas pendidikan di wilayah tersebut.

Tidak hanya gedung sekolah, sejumlah rumah guru yang selama ini rusak dan terbengkalai juga tengah direnovasi oleh PTFI. 

Rumah-rumah tersebut sebelumnya ditinggalkan para guru ketika situasi keamanan di wilayah Banti memburuk sekitar 2018.

“Teman-teman dari Dinas Pendidikan juga sudah melihat gedung PAUD yang ada di Banti. Untuk sementara, gedung itu bisa digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar sambil menunggu gedung sekolah baru selesai dibangun,” jelas Dev.

Setelah pembangunan selesai, gedung sekolah tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kembali menyelenggarakan pendidikan secara resmi di Banti.

Bagi masyarakat Banti, pembangunan sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran sekolah menjadi simbol bahwa anak-anak yang selama bertahun-tahun kehilangan hak atas ruang belajar kini memiliki kesempatan untuk kembali mengejar pendidikan di tanah kelahiran mereka sendiri.

Kampung Banti dan sejumlah kampung di sekitarnya merupakan wilayah permukiman masyarakat Suku Amungme yang berada dekat dengan kawasan aktivitas pertambangan PTFI.

Pada 2018, ketika kelompok bersenjata menguasai wilayah tersebut, ribuan warga dari Banti, Opitawak, Kimbeli dan kampung sekitarnya terpaksa mengungsi ke Timika. 

Setelah situasi keamanan mulai pulih, sebagian warga kembali ke kampung halaman sekitar 2021.

Perlahan Fasilitas Publik Kembali Dibangun 

Selain sekolah yang sedang dikerjakan PTFI, di Banti II juga telah berdiri rumah sakit permanen yang dibangun Dinas Kesehatan Mimika untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Gedung sekolah baru yang dibangun PTFI tersebut berada tepat di samping rumah sakit.

Jika pembangunan berjalan sesuai harapan, maka tahun ajaran 2027/2028 dapat menjadi titik balik bagi anak-anak Banti setelah bertahun-tahun belajar tanpa sekolah, mereka akhirnya diharapkan kembali memasuki ruang kelas di kampung sendiri. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tiga Dekade Mimika, Bupati Ajak Semua Pihak Bangun Ekonomi

Tiga Dekade Mimika, Bupati Ajak Semua Pihak Bangun Ekonomi

12 Oktober 2026
HUT ke-30 Mimika, Rettob-Kemong Paparkan Capaian dan Tantangan

HUT ke-30 Mimika, Rettob-Kemong Paparkan Capaian dan Tantangan

12 Oktober 2026
Dari Lala Pokaka hingga Layanan Kesehatan Gratis, Mimika Perkuat Pelayanan untuk Warga

Mimika Targetkan 10 Kampung Dapat Akses Listrik

12 Oktober 2026
Dari Lala Pokaka hingga Layanan Kesehatan Gratis, Mimika Perkuat Pelayanan untuk Warga

Dari Lala Pokaka hingga Layanan Kesehatan Gratis, Mimika Perkuat Pelayanan untuk Warga

12 Oktober 2026
Satgas Pasgat Amankan Dua Butir Amunisi Aktif di Bandara Mopah Merauke

Satgas Pasgat Amankan Dua Butir Amunisi Aktif di Bandara Mopah Merauke

12 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Mimika, PAUD-SD Bakal Diliburkan, SMP-SMA Belajar Daring

Kabut Asap Selimuti Mimika, PAUD-SD Bakal Diliburkan, SMP-SMA Belajar Daring

12 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    790 shares
    Bagikan 316 Tweet 198
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id