TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Papua melalui perpanjangan kerja sama dengan Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut resmi diperpanjang pada Senin 27 Juli 2026 di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya YPMAK memastikan masyarakat Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, serta masyarakat Papua lainnya mendapatkan layanan ortopedi dan rehabilitasi medik secara berkelanjutan.
Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan, kunjungan kerja ke Solo dan Yogyakarta tidak hanya bertujuan memperpanjang kerja sama dengan rumah sakit mitra, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan fasilitas kesehatan lain untuk memperluas jaringan rujukan.
“Kami bersama pengurus, Pak Ferry selaku Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program, serta Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Kesehatan mengunjungi beberapa rumah sakit di Solo dan Yogyakarta,” ujar Leonardus Kamis, 6 Agustus 2026.
“Tujuan utama kami adalah memperpanjang PKS sekaligus menjajaki kerja sama baru agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua semakin luas dan semakin baik,” sambungnya.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan RS Ortopedi Soeharso memiliki peran penting mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penanganan gangguan tulang, baik akibat kecelakaan maupun kondisi medis lainnya.
Saat ini, kata Leonardus kurang lebih ada 15 pasien yang dirujuk ke rumah sakit tersebut. Sebagian sudah kembali ke Papua setelah menjalani pengobatan, sementara yang lain masih menjalani kontrol rutin.
“Bahkan ada pasien yang telah mendapatkan pendampingan selama lebih dari lima tahun, dan YPMAK akan terus mendampingi mereka hingga proses pengobatan benar-benar selesai,” katanya.
Menurut Leonardus, dukungan YPMAK tidak berhenti pada proses pengiriman pasien ke rumah sakit rujukan, tetapi juga mencakup pendampingan selama masa perawatan hingga pasien kembali ke daerah asal.
Ia menyebut, dari hasil kunjungan tersebut, para penerima manfaat menyampaikan apresiasi karena tetap mendapat perhatian selama menjalani pengobatan.
“Masyarakat menyampaikan apresiasi karena mereka tidak merasa ditinggalkan. Selama menjalani pengobatan mereka tetap mendapatkan pendampingan dari YPMAK dan pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit,” ungkapnya.
Selain memperpanjang kerja sama, YPMAK juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat komunikasi antarlembaga, bertukar pengalaman, serta membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Melalui penguatan kemitraan dengan rumah sakit rujukan dan penjajakan kerja sama baru, YPMAK menargetkan akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat Papua semakin luas, mudah dijangkau, dan berkesinambungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen YPMAK sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia dalam memastikan masyarakat penerima manfaat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan tepat waktu. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








