TIMIKA, Koranpapua.id– Rencana Pemerintah Kabupaten Mimika menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Biosolar mulai 10 Agustus 2026 mendapat dukungan dari kalangan sopir angkutan material.
Mereka menilai kebijakan tersebut dapat mengurangi antrean panjang di SPBU, asalkan pasokan BBM tetap tersedia dan pengawasan diperketat.
Salah seorang sopir truk material, Prokla, mengaku selama ini pengemudi kerap menghabiskan waktu berjam-jam mengantre, tetapi tidak jarang pulang tanpa memperoleh Biosolar karena stok lebih dulu habis.
“Saya setuju dengan kebijakan ganjil-genap. Selama ini kami sudah capek mengantre, tetapi ketika giliran sudah dekat ternyata solar habis,” katanya kepada koranpapua.id, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, jika perbelakuan aturan ini berjaan baik, maka semua kendaraan bisa mendapatkan gilirin mengisi BBM dengan lancar dan tertib.
“Pembagian jadwal berdasarkan nomor polisi akan efektif jika dibarengi jaminan ketersediaan pasokan,” ujarnya.
Terkait dengan pemberlakuan sistim ini, ia meminta pemerintah dan pengelola SPBU mengawasi potensi kecurangan, seperti pergantian pelat nomor kendaraan untuk mengisi di luar jadwal.
“Yang penting pemerintah pastikan solar selalu tersedia. Kalau sudah dibagi jadwal, jangan sampai saat giliran mengisi justru stoknya habis,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan sopir truk lainnya, Roy. Menurut dia, sistem ganjil-genap dapat mengurangi antrean sekaligus mencegah kendaraan mengisi BBM secara berulang.
“Saya pikir langkah ini bagus untuk mengurai kemacetan dan antrean. Kendaraan yang sudah mengisi hari ini tentu tidak bisa lagi mengisi besok, sehingga antrean bisa berkurang,” katanya.
Meski mendukung kebijakan tersebut, Roy menegaskan keberhasilannya bergantung pada kecukupan stok Biosolar serta pengawasan yang ketat terhadap potensi penyalahgunaan aturan.
Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini masih melakukan sosialisasi sebelum kebijakan ganjil-genap resmi diberlakukan pada 10 Agustus 2026.
Aturan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan di SPBU sekaligus membuat distribusi Biosolar bersubsidi lebih tertib dan tepat sasaran. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







