TIMIKA, Koranpapua.id– Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat gotong royong ditunjukkan warga RT 04, Kelurahan Kwanki Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pada Kamis Agustus 2026, warga bersama Ketua RT turun langsung membersihkan drainase, selokan, dan ruas jalan lingkungan yang selama ini dipenuhi sampah.
Aksi tersebut bukan sekadar menyambut HUT RI, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan banjir yang kerap melanda permukiman akibat saluran air tersumbat sampah.
Di tengah kegiatan itu, salah seorang warga, Ibu Flora, menyampaikan pesan keras kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
“Para pembuang sampah, tolong ya… jangan buang sampah sembarangan. Kasihan kami yang nanti kena banjir,” tegasnya.
Menurut Flora, lingkungan tempat tinggal mereka hampir setiap musim hujan terendam karena drainase dipenuhi sampah.
Karena itu, ia berharap kegiatan bersih-bersih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama seluruh warga.
“Kegiatan seperti ini sangat baik dan semoga tidak hanya dilakukan hari ini saja. Lingkungan kami sering mengalami banjir, sehingga pembersihan drainase harus dilakukan secara rutin. Kami berharap kawasan ini tetap bersih ke depannya,” ujarnya.
Flora juga mengingatkan bahwa banjir bukan semata-mata akibat curah hujan, tetapi juga dipicu rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak semua warga membuang sampah pada tempatnya. Jangan buang sampah di jalan atau ke dalam drainase karena dampaknya kembali kepada kita sendiri. Kalau saluran tersumbat, akhirnya lingkungan menjadi kotor dan banjir,” katanya.
Dalam aksi gotong royong tersebut, warga bergotong royong mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat drainase, membersihkan selokan, memangkas rumput liar, serta merapikan bahu jalan.
Melalui kegiatan ini, warga berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin meningkat.
Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk mencegah banjir yang selama ini merugikan masyarakat. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










