TIMIKA, Koranpapua.id– Polres Mimika mengerahkan 231 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Mimika, Senin, 3 Agustus 2026.
Ratusan personel disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi berkumpulnya massa, meski aksi tersebut sebelumnya tidak mendapat izin dari kepolisian.
Apel kesiapan pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Alfred Korwa, di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Senin pagi. Dalam arahannya, Alfred mengatakan personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.
Titik pengamanan meliputi Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosea, Perempatan Diana Mall, Kantor DPRK Mimika, hingga kawasan Gorong-gorong. Selain itu, kepolisian juga mengerahkan personel untuk melakukan patroli secara mobile.
“Kita tempatkan anggota di beberapa titik dan ada juga yang bergerak secara mobile untuk mengantisipasi situasi di lapangan,” kata Alfred.
Ia menegaskan, petugas akan segera membubarkan setiap kelompok yang berkumpul di jalan sebagai langkah pencegahan agar aksi tidak berkembang menjadi konsentrasi massa.
“Kalau didapati ada yang berkumpul di jalan, langsung dibubarkan supaya tidak ada konsentrasi massa. Karena kalau banyak orang berkumpul, berpotensi terjadi aksi,” tegasnya.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Mimika. Ia juga memastikan kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi massa untuk menghimpun peserta aksi.
“Kita tidak akan beri peluang mereka untuk mengumpulkan banyak massa,” ujarnya.
Meski demikian, KNPB Wilayah Timika tetap menggelar aksi damai dan mimbar bebas di Bundaran Petrosea, Jalan Cenderawasih, Timika, mulai sekitar pukul 09.00 WIT.
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berjalan tertib hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 12.00 WIT. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









