TIMIKA, Koranpapua.id- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika mendesak KONI Provinsi Papua Tengah segera menuntaskan proses administrasi dan pendaftaran atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 di Sulawesi Utara, Oktober mendatang.
Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mengatakan waktu persiapan semakin terbatas mengingat tahapan pendaftaran peserta akan dibuka bulan depan.
Karena itu, Ia meminta persoalan administrasi tidak menjadi hambatan yang membuat Papua Tengah gagal tampil di ajang nasional tersebut.
“Kami berharap KONI Papua Tengah segera mendaftarkan cabang olahraga beladiri seperti Kick Boxing, Muaythai, dan Tinju. Jangan sampai momen penting ini terlewat dan Papua Tengah tidak ikut ambil bagian di PON Beladiri,” tegas Antonius Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, dari sisi kesiapan atlet tidak menjadi persoalan. Pembinaan atlet beladiri di Mimika selama ini berjalan baik dan sejumlah atlet telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan tingkat nasional.
“Kalau dari sisi atlet mereka sudah siap. Yang menjadi perhatian sekarang adalah administrasi. Jangan sampai karena keterlambatan mengurus pendaftaran, atlet-atlet Papua Tengah gagal tampil di ajang nasional,” ujarnya.
Antonius juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, terutama terkait anggaran operasional bagi atlet dan ofisial agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan maksimal.
“Atlet yang akan bertanding membawa nama Papua Tengah. Karena itu mereka membutuhkan dukungan penuh, baik administrasi maupun anggaran,” katanya.
Ia menjelaskan, informasi pelaksanaan PON Beladiri telah disampaikan kepada seluruh provinsi. Karena itu, KONI Papua Tengah diharapkan segera berkoordinasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota untuk memastikan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Namun hingga kini, kata Antonius, daerah dan pengurus cabang olahraga masih menunggu arahan resmi dari KONI Provinsi Papua Tengah.
“Sampai sekarang tahapan persiapan belum berjalan. Daerah dan pengurus cabang olahraga belum mengetahui langkah yang harus dilakukan. Kami berharap KONI Provinsi segera mengambil keputusan agar tidak terlambat,” ujarnya.
“PB akan menilai prestasi setiap atlet dari hasil kejuaraan yang pernah diikuti. Jadi semuanya harus melalui proses seleksi dan memenuhi syarat untuk bisa tampil di PON Beladiri,” tambahnya.
Antonius berharap seluruh proses administrasi dan dukungan anggaran segera dipastikan agar atlet-atlet terbaik Papua Tengah dapat tampil dan membawa nama daerah di panggung olahraga nasional. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










